Jokowi: 19.600 Orang di Dunia Setiap Hari Mati Kelaparan karena Krisis Pangan

Oleh Lizsa Egeham pada 26 Sep 2022, 10:02 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 10:02 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Menyambut tahun 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Indonesia mampu bangkit dari pandemi COVID-19. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa semua negara saat ini berada pada posisi yang sulit. Bahkan, dia mengungkapkan sebanyak 19.600 orang di dunia setiap hari mati kelaparan karena krisis pangan.

"Kita tahu sekarang ini, baru saja saya dapat angka 19.600 orang setiap hari mati kelaparan karena krisis pangan. Tapi itu dunia," kata Jokowi saat menghadiri Peresmian Pembukaan BUMN Startup Day tahun 2022, yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (26/9/2022).

Dia menyampaikan dari pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky beberapan bulan lalu, dapat disimpulkan bahwa perang tidak akan segera selesai.

Jokowi menuturkan kondisi ini menimbulkan sejumlah krisis yang mengakibatkan ribuan orang di dunia mati kelaparan.

"Saat saya bertemu dengan Presiden Putin selama 2,5 jam diskusi ditambah dengan ketemu dengan Presiden Zelenskyy 1,5 jam saya berdiskusi, saya menyimpulkan perang tidak akan segera selesai. Akan lama," jelasnya.

"Dan itu berakibat pada kesulitan-kesulitan yang lain, krisis pangan, krisis energi, krisis finansial, covid yang belum pulih," sambung Jokowi.

Kendati begitu, dia melihat kondisi ini menjadi sebuah peluang bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat dan tertinggi di Asia Tenggara yakni, melompat 8 kali lipat dari 2020 sebesar Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun pada 2030.

"Artinya, peluangnya besar sekali. Dan ini adalah kesempatan bapak ibu dan saudara2 sekalian, terutama yang muda-muda," ucap Jokowi.

Terlebih, kata Jokowi, pengguna internet di Indonesia ini mencapai 77 persen dengan penggunaan sekitar 8 jam 36 menit setiap harinya. Belum lagi, dia menuturkan startup Indonesia berada di posisi keenam di dunia setelah Amerika, India, UK, Kanada, dan Australia.

"Ini juga sebuah potensi yang besar yang harus kita kembangkan," ujar Jokowi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Perang Akan Berlangsung Lama

Sebelumnya, Jokowi menyebut perang antara Rusia dan Ukraina akan berlangsung dalam waktu yang lama. Jokowi menyimpulkan hal ini usai bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Juni 2022 lalu.

Dia mengatakan dirinya bertemu dengan Presiden Putin selama 2,5 jam. Sementara, kata Jokowi, pertemuan dengan Presiden Zelensky berlangsung 1,5 jam.

"Dari situlah saya menyimpulkan dari diskusi-diskusi, dari bicara-bicara yang terakhir ketemu dua presiden itu saya simpulkan bahwa keadaan ini akan berjalan masih lama lagi," jelas Jokowi dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Rabu (7/9/2022).

"Jangan berharap perang itu besok atau bulan depan selesai! Sangat tidak mudah," sambungnya.

Dia mengaku telah mengupayakan adanya ruang dialog antara Presiden Putin dan Zelensky. Namun, Jokowi menyebut sangat sulit merealisasikan ruang dialog dengan kedua pemimpin negara tersebut.

"Kita mendorong agar terjadi dialog saja, menyiapkan ruang dialog saja sangat-sangat sulit sekali," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya