Penerima Paket yang Meledak di Sukoharjo Mengaku Bubuk Petasan untuk Mengusir Tikus

Oleh Fachrur Rozie pada 25 Sep 2022, 21:59 WIB
Diperbarui 25 Sep 2022, 22:19 WIB
Foto Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi
Perbesar
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi usai evaluasi arus mudik-balik bersama Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Pangdam IV/Diponegoro di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (11/5/2022). (Foto :titoisnau)

Liputan6.com, Jakarta Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi meminta masyarakat tak panik usai terjadi ledakan di Sukoharjo. Dia memastikan ledakan yang berasal dari paket kardus warna cokelat bukan bom.   

"Ledakan bukan berasal dari bom, ini bukan bentuk teror," ujar Ahmad dalam jumpa pers, Minggu (25/9/2022).

Dia menyebut, paket tersebut diduga berisi bubuk hitam yang merupakan bahan petasan.

"Telah ditemukan bubuk hitam, kita duga bahan petasan, dua kantong plastik, ada sumbu petasan," kata dia.

Ahmad menyebut, paket itu memang dikirim dari Indramayu, Jawa Barat menuju Klaten. Paket dipesan pada 22 April 2021.

"Pada pemeriksaan awal, bubuk hitam itu akan digunakan untuk mengusir tikus di Klaten," kata dia.

Ledakan Sukoharjo terjadi di Asrama Brimob, Jawa Tengah pada Minggu (25/9/2022). Ledakan diduga berasal dari paket kardus warna coklat yang diterima anggota Brimob.

"Sementara hanya 1 paket, isinya apa belum bisa sampaikan, tapi dari paket itu timbul ledakan," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Al Qudussy, Minggu (25/9/2022).

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


1 Polisi Terluka

Akibat ledakan tersebut, salah seorang anggota Brimob terluka. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

"Polisi masih menyelidiki ledakan yang mengakibatkan seorang polisi terluka," ujar Iqbal.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya