BMKG Sebut Aceh Terletak di Jalur Sumber Gempa Aktif

Oleh Liputan6.com pada 24 Sep 2022, 11:50 WIB
Diperbarui 24 Sep 2022, 11:52 WIB
Gempa 7 SR di Lombok Utara, BMKG: Peringatan Dini Tsunami Berakhir
Perbesar
Ilustrasi kerusakan struktur tanah yang retak akibat gempa. Foto: Pixabay

Liputan6.com, Jakarta Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengingatkan Provinsi Aceh bahwa daerahnya berada pada jalur sumber gempa aktif yang dipicu aktivitas subduksi lempeng segmen Megathrust Aceh-Andaman.

"Kawasan Aceh di darat dan laut masuk kawasan sistemik aktif dan kompleks karena terletak di jalur sumber gempa aktif," kata Daryono dalam konferensi pers Pasca-Gempa Bumi Aceh yang diikuti dari YouTube BMKG di Jakarta, Sabtu (24/9/2022). 

Berdasarkan katalog BMKG, kata Daryono, Aceh telah diguncang enam kali tsunami. Di antaranya pada 1861, 1886, 1907, 2004, 2005 dan 2012.

Sejarah gempa bumi besar di Aceh yang bersifat merusak dan memicu tsunami tercatat pada 26 Desember 2004. Berkekuatan magnitudo 9, gempa tersebut mengakibatkan 283.100 orang meninggal, 14.100 orang hilang dan 1.126.900 orang mengungsi karena menimbulkan tsunami besar.

"Hasil kajian tsunami purba mengungkap terjadinya tsunami pada masa prasejarah yang berlangsung pada periode 1100 hingga 1390 Masehi. Ini menunjukkan bahwa tsunami di Aceh sering terjadi," kata Daryono dilansir Antara.

Untuk itu, kejadian gempa di Aceh perlu diwaspadai masyarakat setempat. "Seperti yang terjadi pagi ini, perlu mewaspadai," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, wilayah pantai barat Aceh diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 pada Sabtu pukul 03.53 WIB. Lokasi gempa terletak pada episenter 3,75° LU, 95,97° BT, tepatnya di laut 46 km arah Barat Daya Meulaboh, Aceh Barat di kedalaman 53 km.

"Jika masyarakat pantai merasakan getaran gempa kuat, lebih baik evakuasi mandiri menjauh dari pantai," imbau Daryono. 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Waspada Segmen Tripa di Jalur Sesar Sumatera

Gempa Indonesia
Perbesar
Ilustrasi gempa. (Liputan6.com)

Selain kawasan laut, BMKG juga mendeteksi jalur sesar Sumatera yang terbagi atas segmen Aceh, Seulimeum dan Tripa di daratan.

Daryono menjelaskan sejarah kegempaan di Indonesia menunjukkan segmen Tripa pernah memicu gempa merusak dengan kekuatan magnitudo 7,3 pada 23 Agustus 1936 dan menelan korban jiwa.

Belum lama ini, Segmen Tripa juga memicu gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada 8 Februari 2018 yang merusak sejumlah rumah di Geumpang, Pidie.

"Ini yang jadi kewaspadaan kita dengan meningkatnya segmen Tripa akhir-akhir ini," katanya.

Sedangkan pada segmen Seulimeum, kata Daryono, juga pernah memicu gempa bumi yang merusak pada 2 April 1964 dengan kekuatan magnitudo 6,5.

"Segmen Aceh ini sudah lama sekali tidak terjadi gempa dan ini patut diwaspadai bersama," katanya.

Kewaspadaan masyarakat bisa dilakukan dengan mendesain bangunan gempa berbahan material ringan dari kayu dan bambu. Sebab dari berbagai kasus gempa, bangunan ringan lebih aman saat terguncang gempa.


Antisipasi Gempa Bumi

20151111-Ilustrasi Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Sebelum Terjadi Gempa:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.


Saat Terjadi Gempa

Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Perbesar
Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.


Setelah Terjadi Gempa

Ilustrasi Gempa
Perbesar
Ilustrasi Gempa (Liputan6.com/Abdillah)

- Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Infografis Gempa Malang Alarm Bencana Besar Berikutnya? (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Gempa Malang Alarm Bencana Besar Berikutnya? (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya