PSI Beberkan Alasan Tak Dukung Anies Baswedan Maju Sebagai Capres 2024

Oleh Liputan6.com pada 19 Sep 2022, 01:02 WIB
Diperbarui 19 Sep 2022, 01:02 WIB
Ekspresi Anies Baswedan Usai 11 Jam Diperiksa KPK
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/9/2022). Anies Baswedan diperiksa KPK terkait dugaan korupsi di penyelenggaraan Formula E Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengklaim tidak akan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jika akhirnya benar maju di Pilpres 2024.

Diketahui, Anies bersiap maju sebagai Capres 2024 jika ada partai politik atau parpol yang mengusungnya.

Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, partainya sejak awal mendukung pemimpin berintegritas. Sementara, Anies mendapatkan rapor merah berdasarkan penilaian Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta.

“Beberapa waktu lalu Fraksi PSI DKI Jakarta menjadi satu-satunya partai yang menolak pertanggungjawaban anggaran APBD Anies 2021. Itu rapor merah atas kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ada catatan terkait transparansi anggaran dan kinerja," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/9/2022).

Melihat fakta tersebut, Grace menegaskan, PSI tidak mungkin mendukung Anies sebagai capres 2024. Ini sebagai sikap DPP PSI atas penilaian Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta.

"Dalam konteks itu, tidak mungkin PSI mendukung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. DPP PSI mengapresiasi sikap Fraksi PSI DKI Jakarta yang memberi rapor merah untuk kepemimpinan Anies Baswedan. Jadi tidak mungkin kami dukung Anies sebagai Capres 2024," jelas dia.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Anies Siap Maju

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mempertimbangkan keputusan partai politik (parpol) yang nanti mengusung dirinya sebagai calon presiden (Capres) maupun calon wakil presiden (Cawapres) di pemilihan Pilpres 2024.

Hal ini diungkapkan Anies saat ditemui usai menjadi narasumber dalam acara diskusi bertajuk 'Situasi Politik Menjelang Pemilu/Pilpres 2024' di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu (17/9/2022).

"Kan saya bilang, kalau ada yang mengusung, kita lihat," kata Anies.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengatakan persiapan menuju pemilihan umum (Pemilu) 2024 akan disampaikan usai tak lagi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Masa tugas Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta diketahui akan berakhir pada 16 Oktober 2022 mendatang. Menurut Anies, kewenangan menuju Pilpres 2024 sepenuhnya akan menjadi keputusan parpol.

"Saya kan sering sampaikan bahwa saya selesai di Jakarta setelah itu nanti kita lihat, apa. Karena ketika sampai pada proses demokrasi pemilihan dan lain-lain itu kewenangannya bukan di tangan seseorang, tapi ada di tangan partai politik," katanya.

 


Tunggu Proses

Anies menyampaikan bakal menunggu proses yang sedang dilakukan oleh semua parpol hingga pembentukan koalisi. Dia percaya tiap parpol akan mengedepankan kepentingan bangsa Indonesia dalam menentukan capres-cawapresnya.

"Jadi biarkan partai politik berproses, biarkan partai politik melakukan pembentukan koalisi, kita lihat dan kami percaya partai-partai politik ini akan mengedepankan kepentingan bangsa, kepentingan negara di dalam mereka menyusun koalisi dan di dalam mereka nanti menentukan calon-calonnya," jelas dia.

Anies menyatakan, langkah selanjutnya akan diputuskan usai dirinya tak lagi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Saya sebagai orang yang baru selesai, nanti nih selesai, sesudah itu nanti kita lihat apakah kemudian saya akan berada di wilayah politik atau wilayah lain, kita lihat besok," ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya