Kapolri: Bawahan Harus Berani Ingatkan Kesalahan Atasan, Itu Hal Biasa

Oleh Nanda Perdana Putra pada 12 Sep 2022, 15:34 WIB
Diperbarui 12 Sep 2022, 15:34 WIB
Kapolri Jelaskan Perkembangan Kasus Ferdy Sambo di Hadapan DPR
Perbesar
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR RI di Jakarta, Rabu (24/8/2022). Rapat tersebut membahas kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas Irjen Pol. Ferdy Sambo. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan, tak akan segan menindak tegas jajarannya yang melakukan panggaran. Bahkan, kata dia, hingga sanksi pencopotan jabatan dan pemecatan.

Untuk itu, baik atasan maupun bawahan harus saling mengingatkan agar tidak sampai melakukan tindakan yang divonis perbuatan tercela.

"Kepada seluruh personel Polri yang melakukan pelanggaran maka akan langsung saya copot dan ini berlaku untuk semuanya. Jika bawahan mendapat perintah yang salah dari komandan maka harus berani menyampaikan pendapat karena ini untuk kebaikan institusi," tulis Listyo Sigit Prabowo dalam akun Twitter pribadinya @ListyoSigitP yang dikutip Liputan6.com, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Dalam video yang diunggah, Listyo meminta jajarannya tidak melakukan perbuatan yang dapat mencederai rasa keadilan masyarakat.

"Saya selalu wanti-wanti hindari pelanggaran-pelanggaran khususnya hal-hal yang mencederai rasa keadilan masyarakat, pelanggaran-pelanggaran yang kalau itu kita lakukan maka itu akan semakin menurunkan kepercayaan publik kepada Polri," kata Listyo.

"Ikan busuk tentunya mulai dari kepala. Mari kita saling mengingatkan, atasan mengingatkan anak buah, anak buah juga sama menyampaikan, komandan sepertinya ini salah, dan itu sah-sah saja. Jangan biaskan rekan-rekan pada saat menerima sesuatu yang tidak pas terus rekan-rekan tudak berani menyampaikan pendapat rekan-rekan, karena ini untuk kebaikan institusi," sambung dia.

Listyo menyatakan, sikap tegas yang dilakukannya terhadap anggota adalah juga demi marwah institusi Polri. Terlebih, di dalamnya masih sangat banyak polisi baik dan berintegritas dibanding para pelanggar.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Sampai Pecat

"Saya harus mencopot, saya harus menindak terhadap rekan-rekan yang melakukan pelanggaran-pelanggaran dan ini terus saya ulang-ulang karena saya sayang dengan 430 ribu polisi yang telah bekerja dengan baik dan 30 ribu PNS yang juga bekerja dengan baik," ujar dia.

Apabila ternyata masih ada laporan anggotanya kedapatan melakukan pelanggaran, baik itu terkait dengan masalah perjudian ataupun penyakit masyarakat lainnya, Listyo akan langsung memecat anak buahnya tersebut. Dia pun meminta jajarannya untuk memberantas permasalahan tersebut, jangan sampai membuat pusing negara yang bebannya sudah cukup berat dengan berbagai kejahatan kekayaan negara.

"Kalau ada laporan, saya tidak perlu tegur lagi. Langsung saya proses, saya copot, itu berlaku untuk semuanya, apakah itu Polki, apakah itu Polwan," Listyo menandaskan.

Infografis Fenomena Tagar No Viral No Justice dan Respons Kapolri. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Fenomena Tagar No Viral No Justice dan Respons Kapolri. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya