KSAL: Jenazah Pilot dan Kopilot Masih Terikat di Sabuk Pengaman Pesawat yang Jatuh

Oleh Fachrur Rozie pada 08 Sep 2022, 18:33 WIB
Diperbarui 08 Sep 2022, 18:33 WIB
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meletakkan batu pertama pembangunan monumen kapal selam KRI Nanggala 402. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meletakkan batu pertama pembangunan monumen kapal selam KRI Nanggala 402. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebut jenazah pilot dan kopilot pesawat G-36 Bonanza T-2503 yang jatuh di Selat Madura ditemukan masih berada di dalam pesawat.

Menurut Yudo, kedua prajurit TNI AL itu masih tersangkut di sabuk pengaman pesawat.

"Ya sudah semuanya jadi kondisinya kemarin sulit diangkat karena posisi terbalik, jenazah dua-duanya masih terpasang di kursi dan masih terikat seatbelt, sehingga baru tadi pagi diangkat semuanya," ujar Yudo dalam jumpa pers, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Beruntung keduanya kini sudah diangkat ke atas daratan. Begitu juga dengan bangkai pesawat sudah dievakuasi.

"Jadi dua personel pilot dan kopilot sudah diangkat dan bangkai pesawat sudah diangkat. Karena kita punya alat KRI yang bisa angkat beratnya pesawat yang ringan. Karena pesawat latih kami ringan, sehingga bisa diangkat," kata dia.

Tim SAR TNI Angkatan Laut (AL) berhasil menemukan pesawat G-36 Bonanza T-2503. Tim SAR juga sudah menemukan pilot dan kopilot pesawat jatuh tersebut.

KSAL Laksamana Yudo Margono menyebut dua prajurut TNI AL yang berada dalam pesawat tersebut ditemukan gugur dan masih berada dalam pesawat.

"Turut berduka cita atas gugurnya prajurit terbaik Angkatan Laut, yang mana tadi jam 10 telah ditemukan di kedalaman laut 14 meter, masih di dalam pesawat," ujar Yudo dalam jumpa pers, Kamis (8/9/2022).

Yudo menyebut, kedua prajurit TNI bernama Lettu Laut Judistira Eka Permady (pilot) dan Letda Laut Dendy Kresna Bakti Sabila (kopilot) akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia Surabaya, Jawa Timur.

"Akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia di Surabaya. Dan tentunya kami semua ikut turut berduka cita, berbela sungkawa mendalam, dan ini akan menjadi evaluasi kita, kami khususnya di Angkatan Laut dan evaluasi agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," kata dia.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Laik Terbang

Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (AL) Laksamana Muda Dwika Setiawan menyebut pesawat TNI AL G-36 Bonanza T-2503 laik mengudara. Pesawat tersebut buatan 2013 dan kerap mendapat perawatan rutin.

"Pesawat itu adalah pesawat Bonanza buatan Amerika. Pesawat ini masuk jajaran AL tahun 2013. Relatif pesawat masih sangat layak karena baru melaksanakan pemeliharaan Agustus 2022," ujar Dwika di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (7/9/2022).

Dwika menyebut pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab pesawat tersebut jatuh. Dia mengatakan, penyebab jatuhnya pesawat baru bisa diketahui usai pesawat ditemukan.

"Adapun kemungkinan penyebab kecalakaan masih kita dalami karena kita akan turunkan tim investigasi setelah pesawat ditemukan, kemudian kita angkat, barulah bisa kita menentukan penyebab kecelakaan tersebut," kata dia.

Dia menyebut, pesawat TNI AL G-36 Bonanza T-2503 tak membawa penumpang. Pesawat itu hanya berisi dua orang, yakni pilot dan co-pilot. Dia pun belum bisa memastikan kondisi dua prajurit TNI AL yang berada dalam pesawat.

"Awak pesawat ada dua orang pilot dan co-pilot. Untuk kondisi pilot belum bisa kita pastikan," ujar Dwika.

 


Terjadi Saat Latihan

Dwika menyebut, tim evakuasi TNI Angkatan Laut (AL) berhasil mengidentifikasi titik lokasi jatuhnya pesawat G-36 Bonanza T-2503. Tim evakuasi masih melakukan proses pencarian pesawat di perairan Barat Surabaya, Jawa Timur.

"Sampai sore ini perkembangan di lapangan telah menemukan titik pesawat itu yang diduga kerangka pesawat," ujar dia.

Dwika mengatakan, tim masih melakukan penyelaman ke dasar laut. Namun sampai saat ini bangkai pesawat belum ditemukan.

"Adapun kemungkinan penyebab kecelakaan masih kita dalami karena kita akan turunkan tim investigasi setelah pesawat ditemukan kemudian kita angkat (ke daratan)," kata dia.

Kecelakaan pesawat udara milik TNI AL terjadi saat tengah latihan. Pesawat jenis G-36 Bonanza T-2503 itu jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

 

 


Penyebab

"Pesawat mengalami kecelakaan saat Konvoi KRI melaksanakan latihan Anti Serangan Udara (Air Defense Exercise), dalam hal ini Bonanza berperan sebagai penyerang," dikutip dari keterangan tertulis Dinas Penerangan Koarmada II, dikutip Liputan6.com, Rabu (7/9/2022).

Menurut TNI AL, pihaknya masih belum mengetahui sebab jatuhnya pesawat T-2503 tersebut. 

"Masih belum diketahui," tulis Koarmada II.

Saat ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan 13 KRI, 1 KAL,1 Tim Kopaska, dan 1 Tim Penyelam dan dipimpin langsung Pangkoarmada II dan Komandan Guspurla Koarmada II.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya