Komisi I DPR Akan Panggil KSAL Terkait Pesawat TNI AL yang Jatuh di Perairan Madura

Oleh Delvira Hutabarat pada 08 Sep 2022, 14:23 WIB
Diperbarui 08 Sep 2022, 15:05 WIB
Dua Kubu Golkar Rebutan Ruang Fraksi
Perbesar
Dave Laksono anggota Partai Golkar dari kubu Munas Ancol memberikan keterangan kepada awak media terkait kisruh perebutan ruang fraksi di kantor fraksi P.Golkar, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jum'at (27/3/2015). (Liputan6.com/Andrian M Tunay)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi I DPR akan meminta penjelasan KSAL terkait pesawat TNI AL G-36 Bonanza T-2503 yang jatuh di perairan Madura. Anggota Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan pihaknya akan meminta penjelasan terkait jatuhnya pesawat tersebut.

“Kita mendorong penjelasan-penjelasan kenapa itu bisa terjadi, kita harapkan ada kejelasan dar TNI AL kenapa bisa terjadi,” kata Dave di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (8/9/2022).

Dave menyatakan, kasus pesawat TNI AL yang jatuh harus menjadi bahan koreksi, sebab hal tersebut bukan hal pertama.

“Harus menjadi korektif ke depan, yaitu adalah SOP-nya bagaimana, kenapa itu bisa terjadi dan berulang kali. Jadi perlu ada reformasi dalam SOP tentang penggunaan pesawat (alutsista), baik itu pesawat, kapal angkatan laut, kapal selam, tank juga. Jadi perlu ada reformasi di tubuh TNI,” kata dia.

Politikus Golkar itu mendorong reformasi alutista atau peremajaan alat tempur di tubuh TNI, mengingat banyak alat tempur yang telah berusia tua.

“Apabila terjadi kendala bilamana alat tempur tersebut sudah usianya uzur, sudah tidak dalam kondisi prima, ya semestinya harus ada perbaikan, harus politocal will atau budgeting will dari pemerintah untuk mendorong ada peremajaan daripada alutsista,” kata dia.

Dave mengaku heran mengapa pesawat TNI terus berjatuhan. Ia khawatir kesiapn pesawat temput apabila benar ada perang di Indonesia.

“Kita kan dalam kondisi damai dan tdak berperang dengan siapapun, nah ini pesawat trus berjatuhan? Bagaimana kita dalam keadaan perang, nah kenapa? Karena ancaman itu ada dan nyata, potensi konflik di laut china selatan ada, potensi krisis pangan energi selalu menghantui kita,” kata dia.

Sebelumnya, Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (AL) Laksamana Muda Dwika Setiawan menyebut, pesawat TNI AL G-36 Bonanza T-2503 tidak membawa penumpang. Pesawat itu hanya berisi dua orang, yakni pilot dan kopilot.

"Awak pesawat ada dua orang pilot dan kopilot," ujar dia di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 7 September 2022.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pesawat Jatuh saat Latihan

Ilustrasi Kecelakaan Pesawat
Perbesar
Ilustrasi Kecelakaan Pesawat (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Diketahui, Kecelakaan pesawat udara milik TNI AL terjadi saat tengah latihan. Pesawat jenis G-36 Bonanza T-2503 itu jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

"Pesawat mengalami kecelakaan saat Konvoi KRI melaksanakan latihan Anti Serangan Udara (Air Defense Exercise), dalam hal ini Bonanza berperan sebagai penyerang," dikutip dari keterangan tertulis Dinas Penerangan Koarmada II, dikutip Liputan6.com, Rabu 7 September 2022.

Menurut TNI AL, pihaknya masih belum mengetahui sebab jatuhnya pesawat T-2503 tersebut

"Masih belum diketahui," tulis Koarmada II.

Saat ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan 13 KRI, 1 KAL,1 Tim Kopaska, dan 1 Tim Penyelam dan dipimpin langsung Pangkoarmada II dan Komandan Guspurla Koarmada II.

Infografis Menguak Tabir Misteri Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370
Perbesar
Infografis Menguak Tabir Misteri Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya