Sukses

ASN Dishub DKI Wajib Gowes Tiap Jumat, Wagub Riza: Agar Jalur Sepeda Digunakan

Riza juga menambahkan bahwa anggaran tahunan Pemprov DKI selalu digunakan untuk mengembangkan dan memperluas jalur sepeda.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza menanggapi aturan baru Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terkait kewajiban menggunakan sepeda setiap Jumat. Menurut Riza, aturan tersebut sebagai upaya untuk memastikan jalur sepeda digunakan oleh banyak orang.

"Itu kan upaya kami untuk memastikan agar jalur sepeda dapat kita gunakan dan upaya kami (untuk) mensosialisasikan jalur sepeda yang kami buat," kata Wagub DKI Riza kepada wartawan Jumat (26/8/2022).

Riza juga menambahkan bahwa anggaran tahunan Pemprov DKI selalu digunakan untuk mengembangkan dan memperluas jalur sepeda.

'Setiap anggaran tahunan kami selalu menganggarkan untuk pengembangan, memperpanjang, dan memperluas jalur sepeda," kata Riza.

"Semua juga akan kami upayakan. Semua untuk menyemarakkan dan melaksanakan kemudahan jalur sepeda," tambah Riza.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sebelumnya mewajibkan seluruh pegawainya untuk menggunakan sepeda ke kantor. Penggunaan sepeda tersebut hanya wajib untuk hari Jumat.

Perarturan tersebut berlaku sesuai dengan Instruksi Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo dengan Nomor e-3001 tahun 2022. Aturan ini berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun Penyedia Jasa Lapangan Perorangan (PJLP).

"Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Bapak Syafrin Liputo dalam Instruksi Nomor e-3001 Tahun 2022, mewajibkan seluruh Pegawai Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) untuk menggunakan Sepeda sebagai moda utama atau moda lanjutan ke tempat kerja," tulis Dishub DKI Jakarta melalui Inatagram resminya @dishubdkijakarta, Rabu (24/8) kemarin.

Syafrin juga meminta para pegawai untuk mengunggah perjalanan mereka dengan sepeda guna mengajak masyarakat untik menggunakan sepeda.

"Seluruh Pegawai Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta diinstruksikan juga agar mengunggah aktivitas bersepeda di media sosial masing-masing untuk mengajak masyarakat turut serta menggunakan Sepeda dalam beraktivitas," tulis Dishub.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Targetkan 500 Km

 

 

 

Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Bike to Work (B2W) Indonesia mengadakan kegiatan bersepeda sambil piknik bersama para duta besar negara-negara G20. Hal ini dalam rangka merayakan Hari Bersepeda Sedunia yang jatuh pada Jumat (3/6/2022).

Kegiatan ini juga merupakan salah satu forum pilar pra agenda Presidensi G-20, dengan kepemimpinan bersama Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat untuk agenda U20.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin sekaligus menjadi tuan rumah pertemuan para wali kota sedunia U20 menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini. Menurut Anies bersepeda menjadi salah satu action yang dapat dilakukan untuk ikut mengurangi masalah lingkungan seperti polusi udara.

“Hari ini adalah World Bicycle Day, tanggal 3 Juni kita merayakan, memperingati hari ini dengan groundbreaking Bicycle Lounge di Dukuh Atas. Kemudian kita bersepeda bersama-sama dengan para duta besar dan juga komunitas pesepeda," kata Anies melalui keterangan tertulis, Jumat (3/6/2022).

"Kita di Jakarta menghadapi efek dari global warming dan salah satu penyebabnya adalah polusi udara yang masif. Karena itu kita perlu bersama-sama mengurangi problem lingkungan itu dengan melakukan action di tingkat lokal,” lanjut Anies.

Dia juga mengatakan bahwa Pemprov DKI terus mendorong budaya bersepeda yang termasuk kendaraan bebas emisi. DKI Jakarta, kata Anies juga telah membangun sekitar 90 kilometer jalur sepeda untuk mencapai target 500 km jalur sepeda di seluruh Jakarta.

"Lalu kita ingin dengan cara seperti itu jumlah polutan berkurang, di sisi lain kita membangun dan merenovasi lebih dari 100 taman di Jakarta selama 4 tahun ini. Di situ akan produksi oksigen, udara yang bersih. Jadi satu sisi mengurangi polusinya, sisi lain menambah kualitas udara baiknya,” jelas dia.

Reporter: Lydia Fransisca/Merdeka.com

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.