3 Pernyataan Menkes Budi Gunadi soal Vaksin Cacar Monyet di Indonesia

Oleh Devira Prastiwi pada 25 Agu 2022, 19:25 WIB
Diperbarui 25 Agu 2022, 19:25 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam acara 'Pembukaan 1st Ministerial Meetings and 1st Joint Financial' di Yogyakarta pada 20 Juni 2022. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sejumlah hal terkait vaksin cacar monyet atau monkeypox. Sebab seperti diketahui, saat ini kasus cacar monyet sudah ditemukan di Indonesia.

Menurut Menkes Budi, pemerintah sudah membeli vaksin cacar monyet atau monkeypox. Namun, kata dia, tak semua masyarakat akan mendapatkan vaksin cacar monyet.

Pasalnya, Budi menjelaskan penularan cacar monyet lebih sulit dibandingkan Covid-19. Sehingga, nantinya vaksin cacar monyet akan diberikan kepada masyarakat yang memiliki imunitas rendah dan mudah terpapar.

"Ini karena lebih segmennya khusus, kita keep untuk diberikan ke yang mungkin lebih memiliki kans kena lebih besar, terutama yang imunitasnya rendah," kata Budi Gunadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 23 Agustus 2022.

"Karena itu tadi menularnya susah sekali ini jauh lebih susah dibandingkan covid. Jadi nggak worth it untuk semua orang dikasih vaksin cacar monyet, yang benar-benar punya imunitas rendah saja yang dikasih," sambung dia.

Selain itu, Budi mengatakan pemerintah sudah mulai memproses pengadaan vaksin cacar monyet atau monkeypox itu. Dia menargetkan vaksin cacar monyet tersebut akan mulai didistribusikan pada akhir 2022.

"Sudah diadakan (vaksin), kita tinggal menunggu. Akhir-akhir tahun ini (didistribusikan)," kata Budi Gunadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Berikut sederet pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin terkait vaksin cacar monyet atau monkeypox dihimpun Liputan6.com:

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


1. Sebut Tak Semua Dapat Vaksin Cacar Monyet

Menkes Budi Gunadi Sadikin update Omicron dari Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 3 Januari 2022. (Tangkapan Layar YouTube Perekonomian RI)
Perbesar
Menkes Budi Gunadi Sadikin update Omicron dari Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 3 Januari 2022. (Tangkapan Layar YouTube Perekonomian RI)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah sudah membeli vaksin cacar monyet atau monkeypox. Namun, kata dia, tak semua masyarakat akan mendapatkan vaksin cacar monyet.

Pasalnya, Budi menjelaskan penularan cacar monyet lebih sulit dibandingkan Covid-19. Sehingga, nantinya vaksin akan diberikan kepada masyarakat yang memiliki imunitas rendah dan mudah terpapar.

"Ini karena lebih segmennya khusus, kita keep untuk diberikan ke yang mungkin lebih memiliki kans kena lebih besar, terutama yang imunitasnya rendah," kata Budi Gunadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 23 Agustus 2022.

"Karena itu tadi menularnya susah sekali ini jauh lebih susah dibandingkan covid. Jadi nggak worth it untuk semua orang dikasih vaksin cacar monyet, yang benar-benar punya imunitas rendahs aja yang dikasih," sambung dia.

 


2. Sebut Vaksinasi Cacar Monyet Hanya Dilakukan Sekali Seumur Hidup

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam seminar bertajuk, “Health for All dan Tata Kelola Kesehatan Pascapandemi” di Ruang Senat, Balairung, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada Kamis, 17 Maret 2022. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Menkes Budi mengatakan, vaksin monkeypox berbeda dengan Covid-19 yang diberikan setiap enam bulan sekali. Adapun vaksin cacar monyet hanya diberi sekali dan berlaku seumur hidup.

"Jadi kalau yang lahir kayak saya sebenarnya masih terproteksi karena dulu kita pernah di cacar smallpox," ujarnya.

Budi menjelaskan bahwa total ada 39.000 kasus cacar monyet di dunia. Namun, dia menuturkan tingkat fatality rate dari cacar monyet sangat rendah yakni, hanya 0,03 persen dari jumlah kasus yang ada.

"Yang (varian) Afrika Barat itu lebih rendah fatality rate-nya dari yang Afrika Tengah. Nah, Alhamdulillah yang beredar sekarang itu banyak yang Afrika Barat," ucap Budi.

Menurut dia, cacar monyet menular melalui kontak fisik dengan cairannya. Sehingga, penularan akan terjadi apabila berkontak fisik langsung dengan penderita cacar monyet.

"Dia hanya bisa menular secara fisik sudah kelihatan bintik-bintik cacarnya dan cairannya. Kalau covid-19 kan masih sehat pun bisa menular jadi lebih berbahaya, kalau cacar monyet kita lihat nih kalau teman kita sudah cacar monyet baru dia bisa menular," tutur Budi.

 


3. Vaksin Cacar Monyet Mulai Didistribusikan Akhir Tahun

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin hadir dalam peluncuran 'Buku Vaksinasi COVID-19 di Indonesia' di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jakarta pada Kamis, 11 Agustus 2022. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Menkes Budi mengatakan, pemerintah sudah mulai memproses pengadaan vaksin cacar monyet atau monkeypox. Dia menargetkan vaksin cacar monyet mulai didistribusikan pada akhir 2022.

"Sudah diadakan (vaksin), kita tinggal menunggu. Akhir-akhir tahun ini (didistribusikan)," kata Budi Gunadi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Kendati begitu, dia mengatakan vaksin cacar monyet sangat terbatas. Untuk itu, vaksin akan diberikan kepada kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terinfeksi.

"Itu sangat terbatas, karena itu akan diberikan secara terbatas kepada masyarakat yang immunocompromised. Jadi tidak semuanya dan sebagian besar masyarakat di tahun 1980 kan sebenarnya sudah ada (mendapat vaksin cacar)," jelas Budi.

Infografis Mengenal Cacar Monyet yang Menginfeksi Manusia
Perbesar
Infografis Mengenal Cacar Monyet yang Menginfeksi Manusia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya