Pembangunan Kampung Susun Produktif Cakung Habiskan Dana Rp52 Miliar

Oleh Winda Nelfira pada 25 Agu 2022, 15:29 WIB
Diperbarui 25 Agu 2022, 15:29 WIB
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Sarjoko
Perbesar
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Sarjoko mengungkapkan pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Jakarta Timur menelan dana sekitar Rp 52 miliar. (Dok. Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Sarjoko mengungkapkan pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Jakarta Timur menelan dana sekitar Rp 52 miliar. Adapun Kampung Susun itu, dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi.

"kurang lebih sekitar 52 miliar kalau tidak salah. Waktu pengerjaan selama 10 bulan," kata Sarjoko di Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Jakarta Timur, Kamis (25/8/2022).

Sarjoko menjelaskan bahwa anggaran pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung sendiri memanfaatkan Surat Persetujuan Penunjukan Penggunaan Lokasi atau Lahan (SP3L) dari PT Duta Pertiwi.

"Bukan KLB, tapi SP3L dari PT Duta Pertiwi," ujar Sarjono.

Menurut Sarjoko, konstruksi Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung sudah selesai 100 persen. Hanya, kata dia tinggal penyempurnaan dan merapikan bangunan kampung susun itu. Selain itu, Sarjono menerangkan bahwa Kampung Susun yang diperuntukkan bagi warga eks Bukit Duri yang terkena dampak program normalisasi Sungai Ciliwung itu rencananya bakal ditempati dengan skema sewa jangka panjang.

Namun, Sarjoko mengatakan penetapan biaya sewa masih dalam proses pembahasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dia menjelaskan kebijakan itu menunggu keputusan Gubernur.

"Oh belum, sepanjang itu belum ada keputusan dari Gubernur terkait dengan penghuniannya itu belum ada," ucap Sarjoko.

Diketahui, Kampung Susun ini direncanakan secara kolaboratif bersama warga melalui Community Action Plan (CAP).

Bangunan ini, berlokasi di lahan hak pengelola (HPL) nomor empat milik Unit Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah serta Permukiman (UPK PPUKMP), dengan jumlah tiga blok, lima lantai, dan 75 unit hunian.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Anies Baswedan Resmikan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Kampung Susun Produktif Tumbuh  Cakung, Jakarta Timur
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Jakarta Timur. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung (Eks Bukit Duri), Jakarta Timur, Kamis (25/8/2022). Peresmian ini juga bertepatan dengan Hari Perumahan Nasional yang jatuh hari ini.

Pantauan Liputan6.com, Anies tiba pukul 07.45 WIB. Dalam kegiatan ini Anies juga melakukan serah terima kunci kepada perwakilan warga permukiman Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung eks Bukit Duri pada hari ini, Kamis, 25 Agustus 2022 resmi digunakan," kata Anies.

Adapun Kampung Susun ini terdiri dari tiga blok sebanyak 75 unit dengan sistem Mezanin. Hunian ini, diperuntukkan bagi warga Kampung eks Bukit Duri yang terdampak program normalisasi sungai Ciliwung pada 2016.

Kampung Susun ini terdiri dari 36 meter persegi dan terdiri dari kamar timur, ruang keluarga, dapur, balkon, hingga ruang usaha atau produksi.

Infografis: Megaproyek Anies di Jakarta (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
Infografis: Megaproyek Anies di Jakarta (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya