Gunung Ibu Kembali Erupsi, Hembuskan Kolom Abu Setinggi 600 Meter

Oleh Arie Nugraha pada 20 Agu 2022, 10:23 WIB
Diperbarui 20 Agu 2022, 10:23 WIB
Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara meletus, Sabtu (12/1/2019) sore
Perbesar
Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara meletus, Sabtu (12/1/2019) sore. (Dok BNPB)

Liputan6.com, Jakarta Kolom abu setinggi 600 meter dari puncak kawah atau 1.925 meter di atas permukaan laut (m dpl) dihembuskan oleh Gunung Ibu, Maluku Utara, hasil dari erupsi pukul 09.17 WIT.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Alam (ESDM) Eko Budi Lelono, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 26 mm dan durasi kurang lebih 1 menit," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/8/2022).

Meski singkat durasi letusannya, dia meminta masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km.

Radius aman itu termasuk radius perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas diluar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata)." kata Eko.

Eko menegaskan status Gunung Ibu saat ini yaitu Level II (Waspada).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Cuaca di Gunung Ibu

Berdasarkan laporan yang ditulis oleh petugas pengamatan Pos Gunung Api (PGA) Gunung Ibu Ridwan Djalil di situs Magma, pada periode 00.00 - 24.00 WIT, Gunung api Ibu terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Ridwan melaporkan teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 200-800 meter dari puncak.

"Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara dan timur laut," tulis Ridwan.

Sementara untuk kejadian kegempaan, disebutkan Ridwan tercatat 59 kali gempa letusan (erupsi) dengan amplitudo 15-30 mm, dan lama gempa 20-65 detik.

Ditambah dengan 41 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-14 mm dan lama gempa 25-60 detik. 26 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-14 mm, dan lama gempa 10-35 detik.

"11 kali harmonik dengan amplitudo 6-26 mm, dan lama gempa 100-140 detik. 8 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 8-14 mm, dan lama gempa 10-15 detik," terang Ridwan.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Akhir Juli 2022

Sebelumnya pada akhir Juli 2022, kolom abu dikeluarkan setinggi 3.000 m di atas puncak atau 4.325 m di atas permukaan laut (m dpl) saat Gunung Ibu, Maluku Utara erupsi (meletus).

Letusan itu teramati pada pukul 19.36 WIT dengan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 2 menit 19 detik," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Alam (ESDM) Eko Budi Lelono, Sabtu 30 Juli 2022 dalam keterangan tertulisnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya