Profil Hermanto Dardak, Ayah Emil Dardak yang Tewas dalam Kecelakaan di Pekalongan

Oleh Rita Ayuningtyas pada 20 Agu 2022, 09:16 WIB
Diperbarui 20 Agu 2022, 09:16 WIB
Jokowi Ajak Paspampres Berbecek Ria
Perbesar
Presiden terpilih Joko Widodo tampak didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak serta beberapa staf PT Wika selaku penanggung jawab proyek tersebut, Jakarta, Senin (25/8/14). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Kabar duka datang dari keluarga Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. Sang ayah, Hermanto Dardak meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan di Pekalongan, Jawa Tengah.

Pria bernama lengkap Achmad Hermanto Dardak itu lahir di Trenggalek, Jawa Timur, pada 6 Januari 1957.

Dia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum Kabinet Indonesia Bersatu II mendampingi Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto. Dia dilantik pada 11 November 2011 dan mengakhiri masa jabatan pada 2014.

Selama menjadi Wakil Menteri PU, dia mampu mengukir prestasi. International Road Federation (IRF) menganugerahi Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak sebuah penghargaan tertinggi dan paling bergengsi federasi tersebut yakni IRF Professional of the Year 2014. Hal itu dilansir dalam laman Kementerian Pekerjaan Umum, seperti dikutip Liputan6.com, Sabtu (20/8/2022).

Sebelum menjadi Wakil Menteri PU, dia menduduki kursi Kepala Biro Perencanaan Pekerjaan Umum, Kepala Pusat Kebijakan Pekerjaan Umum, Dirjen Penataan Ruang Pekerjaan Umum, serta Dirjen Bina Marga Pekerjaan Umum.

Usai tak menjabat sebagai wakil menteri, dia masih aktif sebagai insinyur. Tak ayal, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melantiknya sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) beserta pengurus lainnya, di Auditorium PUPR, Selasa 16 Februari 2016 malam. Padahal, saat itu, dia menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW).

Selain itu, Hermanto Dardak terpilih menjadi anggota Dewan Penyantun Yayasan Alumni Undip (YAU) bersama eks Dirut BNI Sigit Pramono.

Sejak di bangku pendidikan, dia tertarik menjadi insinyur sipil. Dia pun memilih Institut Teknologi Bandung (ITB) ketika berkuliah.

Hermanto Dardak menyelesaikan pendidikannya sebagai insinyur sipil dari ITB pada 1980. Dia lalu melanjutkan pendidikan ke Universitas New South Wales pada 1985. Dia juga menyelesaikan pendidikan S3 sebagai Doktor Transport Economy di Universitas New South Wales, Australia pada 1990.

Dia menikah dengan Sri Widayanti, dan dikaruniai empat orang anak. 

 

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Rincian Pendidikan hingga Penghargaan

Pendidikan

- Teknik Sipil ITB (1975-1980)

- Master Teknik Sipil dari Universitas New South Wales, Australia (lulus 1985)

- Doktor Transport Economy dari Universitas New South Wales, Australia (lulus 1990)

Karier

- Kepala Biro Perencanaan Pekerjaan Umum

- Kepala Pusat Kebijakan Pekerjaan Umum

- Dirjen Penataan Ruang Pekerjaan Umum

- Dirjen Bina Marga Pekerjaan Umum

- Wakil Menteri Pekerjaan Umum

- Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah

Organisasi

- Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (2015-2018)

- President Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements (EAROPH)

- President Road Engineering Association for Asia and Australasia (REAAA)

- Ketua Umum HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)

- Ketua MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia)

- Ketua Umum PPI-Australia

- Ketua Umum IKAMA (Ikatan Alumni Australia)

- Ketua Hubungan Almamater IA-ITB

Penghargaan

- International Road Federation (IRF) Professional of the Year 2014

- Ketua Tim UU jalan, UU tata ruang

- Implementor Jembatan Suramadu, Tol Trans-Jawa dan Jembatan Selat Sunda

- Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia

- Honorary Fellow dari Institution of Engineer Asia

- Distinguish Alumni Award Australia

- Insinyur Profesional Utama dari Persatuan Insinyur Indonesia (PPI)

- Legacy Award dari Ikatan Ahli Perencana (IAP)


Meninggal karena Kecelakaan

Sebelumnya, kabar duka datang dari pasangan Arumi Bachsin dan Emil Dardak. Ayahanda Emil yaitu Achmad Hermanto Dardak, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (20/8/2022).

Kabar tersebut semula diterima redaksi Liputan6.com melalui pesan yang beredar di kalangan pewarta. Dari pesan yang beredar, disebutkan bahwa ayah mertua Arumi Bachsin itu meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Pekalongan, Jawa Tengah.

Saat ini jenazah ayah Emil Dardak berada di salah satu rumah sakit di Pekalongan.

"Kabar duka Innalillahi wa innailaihi roji'uun. Allahumaghfirlahu warhamhu waafihi wafuanhuTelah meninggal dunia Bpk A.Hermanto Dardak, karena kecelakaan lalulintas di Pekalongan tadi pagi 20 Agustus 2022. Mohon dimaafkan segala khilafnya Saat ini berada di RS Poso Pekalongan," begitu isi pesan tersebut.

 


Khofifah Ucapkan Belasungkawa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya ayahanda Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Hermanto Dardak yang meninggal dunia.

Disebut, Hermanto Dardak meninggal dunia pada sabtu (20/8/2022).

"Turut berduka cita atas berpulangnya, Bapak Ir. A. Hermanto Dardak, ayahanda Bapak Emil Dardak Wakil Gubernur Jatim," kata Khofifah kepada Liputan6.com saat dikonfirmasi.

Dia pun mendoakan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Semoga amal ibadah, pengabdian, dan perjuangan beliau diterima oleh Allah SWT," tutur Khofifah.

Dia pun tak menjelaskan secara rinci soal penyebab meninggalnya ayahanda Emil Dardak.

"Persisnya langsung ke keluarga. Posisi jenazah saat ini masih di RS di Pekalongan," kata Khofifah.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya