Update Jumat 19 Agustus 2022: 6.306.686 Positif Covid-19, Sembuh 6.097.334, Meninggal 157.343

Oleh Devira Prastiwi pada 19 Agu 2022, 16:33 WIB
Diperbarui 19 Agu 2022, 16:54 WIB
Sudah Berlaku, Masuk Mal Wajib Vaksin Booster COVID-19
Perbesar
Pengunjung berbelanja dalam Mall Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Rabu (21/7/2022). Pemerintah Indonesia mulai mewajibkan vaksinasi lanjutan atau booster Covid-19 sebagai syarat bepergian dan masuk ke tempat umum, salah satunya mal sejak 17 Jui 2022. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Masih terus dilaporkan adanya penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia di Indonesia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan data Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, bertambah 5.163 orang pada hari ini, Jumat (19/8/2022) positif Corona.

Sehingga sampai kini total akumulatif ada 6.306.686 orang di Indonesia terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Kasus sembuh ada penambahan 5.028 orang pada hari ini. Di Indonesia total akumulatifnya terdapat 6.097.334 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 sampai saat ini.

Sementara itu, kasus meninggal dunia pada hari ini bertambah 26 orang. Total akumulatifnya hingga saat ini ada 157.343 orang meninggal dunia di Indonesia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Data update pasien Covid-19 tersebut tercatat sejak Kamis 18 Agustus 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Jumat (19/8/2022) pada jam yang sama.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa dalam menuju endemi Covid-19 semua pihak perlu terus mengasah kemampuan mengelola risiko penularan masing-masing secara kolektif.

"Tugas kita bersama saat ini khususnya menuju endemi Covid-19 yaitu terus mengasah kemampuan mengelola risiko penularan masing-masing secara kolektif," ujar Wiku dalam konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kamis 18 Agustus 2022.

Hal tersebut, menurut dia, bertujuan untuk mempertebal lapisan proteksi dari berbagai ancaman penularan.

"Kita sepatutnya banyak melakukan refleksi dari beberapa fenomena seperti kembali terinfeksinya seseorang setelah divaksinasi atau setelah sembuh. Hal ini karena semakin kompleksnya karakteristik virus penyebab Covid-19 yang terus berubah," terang Wiku.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Modalitas untuk Sembuh Lebih Cepat

Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Kamis, 28 Juli 2022. (Dok Satgas Penanganan COVID-19)

Perubahan karakteristik virus yang kompleks menunjukkan bahwa proteksi yang dibutuhkan juga semakin besar.

Wiku pun mengumpamakan, untuk terhindar dari hujan secara sempurna maka memakai payung saja tidak cukup. Begitu pula untuk menjamin tak terpapar sedikit pun dari virus yang masih menyebar di komunitas maka proteksi yang lebih lengkap amat diperlukan.

Di sisi lain, modalitas untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat di masa Covid-19 dapat dibagi menjadi 2 yakni modalitas kolektif dan individu.

Modalitas kolektif meliputi:

-Kekebalan komunitas dari vaksinasi dan infeksi alamiah.

-Ketersediaan vaksin.

-Ketersediaan pengobatan.

-Kebijakan sektoral di masa pandemi yang spesifik.

Sedangkan modalitas individu meliputi:

-Budaya perilaku hidup bersih dan sehat dalam berbagai aktivitas.

-Proteksi maksimal oleh populasi berisiko khususnya yang tidak bisa divaksinasi.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Pentingnya Vaksinasi

Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwa kebijakan PPKM leveling akan terus berlanjut hingga kondisi COVID-19 di tingkat internasional dan nasional terkendali dengan baik saat konferensi pers di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (10/5/2022). (Dok Satgas Penanganan COVID-19)

Wiku juga menyinggung soal hasil sero survei pada Juli 2022 yang menunjukkan bahwa 98,7 persen masyarakat sudah memiliki antibodi. Namun, perlu digarisbawahi bahwa antibodi pun memiliki jangka waktu.

"Sehingga diperlukan penguat agar keduanya tetap cukup dalam tubuh sehingga vaksinasi booster menjadi penting untuk setiap orang yang memenuhi kriteria yang ditetapkan," kata Wiku.

Vaksinasi tetap dibutuhkan lantaran sejauh ini Indonesia masih menjadi negara dengan penambahan kasus yang cukup tinggi di Asia Tenggara.

Mengutip Weekly Epidemiological Update on Covid-19 Edition 105, jumlah kasus baru tertinggi di Wilayah Asia Tenggara dilaporkan dari:

- India melaporkan 107.732 kasus baru atau 7,8 kasus baru per 100.000 penduduk. Berkurang 14 persen dari minggu lalu.

- Indonesia 37.796 kasus baru atau 13,8 kasus baru per 100.000 atau mirip dengan minggu sebelumnya.

- Thailand 14.816 kasus baru atau 21,2 kasus baru per 100.000 penduduk, berkurang 4 persen dari pekan sebelumnya.

Wilayah Asia Tenggara melaporkan kasus kematian di bawah 800, artinya ada peningkatan 12 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Jumlah kematian baru tertinggi dilaporkan dari:

- India 348 kematian baru atau kurang dari 1 kematian baru per 100.000 penduduk, penambahan 5 persen.

- Thailand 232 kematian baru atau kurang dari 1 kematian baru per 100.000 penduduk, penambahan 10 persen.

-Indonesia 131 kematian baru atau kurang dari 1 kematian baru per 100.000 penduduk, penambahan 28 persen.

 


Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Warga DKI yang Tolak Tes Covid-19 Didenda Rp5 Juta
Perbesar
Warga mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Senin (19/10/2020). Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta berencana mengatur sanksi denda Rp 5juta bagi warga yang menolak rapid test maupun swab test atau tes PCR (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya