Anies Resmikan 33 Tower Rusunawa JakHabitat, Ini Syarat Permohonan Sewanya

Oleh Winda Nelfira pada 18 Agu 2022, 14:10 WIB
Diperbarui 18 Agu 2022, 14:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan  33 tower rusunawa tersebut tersebar di empat wilayah kota administrasi Jakarta. (Liputan6.com/Winda Nelfira)
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan 33 tower rusunawa tersebut tersebar di empat wilayah kota administrasi Jakarta. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko memaparkan sejumlah persyaratan permohonan sewa Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) 33 tower yang hari ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Adapun ke-33 tower rusunawa tersebut tersebar di empat wilayah kota administrasi Jakarta. Syarat pertama, kata Sarjoko terkait untuk layanan rusunawa ini adalah warga DKI Jakarta.

"Jadi syarat pertama adalah warga DKI Jakarta memilili KTP elektronik," kata Sarjoko di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (18/8/2022).

Kemudian, persyaratan yang kedua bagi pemohon rusunawa ialah sudah berkeluarga. Sarjoko menjelaskan rusunawa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memang diperuntukkan bagi keluarga, namun bagi yang lajang dapat mengakses Rusunawa Rawabebek.

"Jadi yang belum berkeluarga bisa mengakses di Rusunawa Bebek. Di sana tersedia khusus untuk lajang," jelas Sarjoko.

Kemudian, syarat selanjutnya yaitu belum memiliki rumah tinggal. Dan syarat terakhir, ialah bagi masyarakat yang berpenghasilan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

Sarjoko menyatakan nantinya perbulannya masyarakat penyewa akan membayar biaya sewa sebesar Rp 765 ribu, untuk warga umum yang ber-KTP DKI. Sementara itu, untuk warga terprogram atau terdampak penataan kota, hingga bencana akan hanya dikenai biaya sewa sebesar Rp505 ribu.

"Warga terprogram itu adalah warga yang terdampak penataan kota atau bencana, seperti pasar gembrong, mereka sementara aja disitu, karena mereka disiapkan hunian sendiri," ujar dia," ujar Sarjoko.

Sebelumnya, Anies meresmikan 33 tower dan 7.421 unit rusunawa yang berada di 12 lokasi yang tersebar di empat wilayah administrasi Jakarta. 

"Bismillahirrahmanirrahim, ke-10 lokasi Rusunawa secara resmi dinyatakan digunakan," kata Anies.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Gunakan APBD

Rusunawa Rawa Bebek
Perbesar
Kementerian PUPR Ditjen Perumahan melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa 1 dan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan (Satker PP) DKI Jakarta telah melaksanakan kegiatan Serah Terima Aset Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Rawa Bebek kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Diketahui, 10 rusunawa dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tiga diantaranya merupakan bangunan rusunawa yang direvitalisasi, yaitu Cipinang besar utara, Karang Anyar, dan Penjaringan. 

Sementara itu, tujuh rusunawa yang baru dibangun, yaitu PIK 1, PIK 2, Pulo Jahe, Padat Karya, Kepala Gading, Ujung Menteng, dan Cakung Barat.

Kemudian, ada dua rusunawa yang dijalankan menggunakan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB), yaitu rusunawa Daan Mogot terdiri dari empat tower, dan rusunawa di Pulo Gebang Penggilingan tiga tower.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya