Jaga Beras Tak Rusak, Ini Sejumlah Cara Penyimpanan Agar Awet

Oleh Ika Defianti pada 13 Agu 2022, 21:55 WIB
Diperbarui 13 Agu 2022, 21:55 WIB
Mimpi Beli Beras
Perbesar
Ilustrasi mimpi beli beras/credit: Freepik.com

 

Liputan6.com, Jakarta - Sekitar 3,4 ton beras bansos presiden harus dikubur PT JNE di Jalan Raya Tugu, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, beberapa waktu lalu. Beras tersebut dikubur karena sudah tidak layak dikomsumsi masyarakat lantaran rusak.

Peristiwa ini sempat mencuri perhatian masyarakat. Namun, polisi menyatakan tidak ada unsur pidana dalam hal ini. Sebab, tidak ditemukan adanya unsur pidana dalam kasus penemuan beras ini. Pihak JNE pun telah bertanggung jawab dan telah mengganti beras yang rusak tersebut.

Bagaimana sebenarnya beras bisa sampai rusak? Bagaimana kita menyimpan beras agar bisa tetap aman dikonsumsi?

Dekan Fakultas Teknik Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Slamet Budijanto menilai beras yang dibungkus plastik dinilai relatif lebih aman dibandingkan dengan karung goni. Tapi kata dia hal tersebut tidak menjadi jaminan beras tetap awet.

"Cara menjaganya itu ya menggunakan kemasan yang kedap udara, kalau kemasannya hanya plastik, orang awam melihatnya kemasan plastik ini kan dianggapnya sudah tidak berhubungan dengan dunia luar, padahal itu masih ada pori-porinya. Jadi, udara pasti bisa masuk. Tentunya (udara) yang masuk juga sedikit. Intinya, udara masih bisa masuk," kata Slamet kepada Liputan6.com.

Lalu kondisi penyimpanan yang kering juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebab Indonesia memiliki kondisi yang lembab. Idealnya, kata dia, kadar air dalam beras adalah 14 persen.

Kondisi lembab lanjut Slamet dapat berdampak pada meningkatnya kadar air yang menyebabkan munculnya jamur hingga bau apek pada beras. Saat beras sudah berjamur dan kutuan tentunya kualitasnya sudah jelek dan nilai gizinya sudah berkurang.

"Kalaupun enggak kehujanan tapi gudangnya jelek atau dia bersinggungan dengan lantai, makanya gudang beras di manapun, gudang Bulog sekalipun kan ada palet-palet gitu, ada jarak dari dinding ada palet, nah itu untuk menghindari bersinggungan dengan itu yang menyebabkan lembab," papar dia.

Sementara itu, Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber tentang cara menyimpan beras:

1. Simpan Beras di Tempat dan Wadah yang Kering

Cara menyimpan beras agar awet dan bebas kutu yang pertama adalah menyimpannya di tempat dan wadah yang kering. Karena itu harus menghindari menyimpan beras dalam wadah terbuka, dan jangan letakkan tempat penyimpanan di area yang lembab dan basah.

Sebaiknya menyimpan beras di wadah khusus menyimpan beras dan terbuat dari plastik atau atom. Jauhkan dari air atau apapun yang membuat sekitar tempat penyimpanan beras lembab.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Simpan di Wadah Tertutup

Pasokan Beras Bulog Aman Hingga Akhir Tahun
Perbesar
Pekerja melintas di depan tumpukan beras milik Perum Bulog di kawasan Pulo Mas, Jakarta, Kamis (26/11/2020). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

2. Simpan di Wadah Tertutup

Menutup wadah beras akan menjaga kualitas beras agar tetap bagus dan tahan lama. Pastikan menyimpan beras dengan menutup rapat, tak ada yang bocor. Jangan sampai lupa menutupnya, apalagi sampai dibuka semalaman.

Dengan menutup rapat tempat penyimpanan beras, beras tak menjadi lembap. Jika tidak ditutup, beras akan menyerap air yang menimbulkan jamur yang ditandai dengan beras menggumpal. Idealnya kadar air dalam beras adalah 14 persen. Jika beras disimpan dalam kondisi terbuka dan daerahnya lembap, memicu kadar air dalam beras meningkat. Hal tersebutlah yang menyebabkan jamur datang.

3. Bersihkan Wadah Secara Berkala

Memastikan wadah yang akan dipakai untuk menyimpan beras telah dibersihkan. Bila perlu, bersihkan menggunakan disinfektan agar kuman dan bakteri yang menempel hilang.

Selain itu, jangan pernah menyisakan beras sisa yang sudah lama dalam wadah dan mencampurnya bersama beras baru. Sisa beras lama yang tidak dibersihkan bisa mengundang kutu dan jamur.

4. Simpan di Freezer Sebelum Menyimpannya ke Wadah

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan beras yang kamu beli bebas dari telur kutu. Kamu bisa membekukan beras selama empat hari.

Cara ini akan membunuh larva dan telur yang kemungkinan terselip di dalam beras dan mencegah perkembangiakannya. Setelah itu, kamu bisa memindahkannya ke wadah biasa.

5. Tambahkan Daun Jeruk Purut

Daun yang punya wangi khas ini sangat efektif dalam mengusir kutu beras. Caranya adalah tumbuk kurang lebih 50 gram daun jeruk purut. Setelah itu masukkan ke dalam tempat penyimpanan beras.

Sebab aroma dari daun jeruk dinilai akan membuat kutu tak betah berlama-lama di dalamnya. Nilai plusnya, berasa akan mengeluarkan aroma harum saat dimasak.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya