Yuk Mampir ke Sarinah, Lihat Pameran Arsip Kepresidenan Era Soekarno

Oleh Winda Nelfira pada 13 Agu 2022, 13:21 WIB
Diperbarui 13 Agu 2022, 13:21 WIB
Pameran arsip dan mobil kepresidenan RIdi Sarinah
Perbesar
Pameran arsip dan mobil kepresidenan RI di Sarinah (Foto:Winda Nelfira/Liputan6)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi membuka pameran arsip dan mobil kepresidenan RI hari ini, Sabtu (13/8/2022) di Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat. Pameran Arsip ini adalah rangakaian untuk memperingati HUT RI ke-77.

Arsip kepresidenan era Soekarno ini dipajang di dalam gedung Sarinah lantai dasar. Arsip yang dipamerkan berbentuk dokumen, foto, video dokumenter, dan memorabilia kegiatan Presiden RI pertama Soekarno.

Beberapa contoh arsip yang dipamerkan adalah foto Presiden Soekarno pada awal 1950-an dalam suatu ruang, mengajar rakyat dalam program pemberantasan buta huruf yang dicanangkan sejak 1948.

Lalu, ada juga arsip mengenai amanat Presiden Soekarno pada Upacara Proklamasi Bebas Buta Huruf seluruh Indonesia, pada tanggal 31 Desember 1964 di Istora Bung Karno, Senayan.

Selain itu, ada pula vitrin arsip dan koleksi dokumen teks pidato Soekarno di depan Sidang PBB tentang To Build The World a New, September 1960 danpidato Presiden Soekarno pada proklamasi bebas buta huruf Jawa Tengah di Semarang pada tanggal 6 Agus-tus 1962.

Tak hanya itu, sebanyak tujuh mobil kepresidenan era Soekarno hingga Joko Widodo turut dipamerkan di bagian luar Sarinah.

Adapun spesifikasi mobil yang dipamerkan antara lain Buick Tahun 1939, Mercedes Benz S600 Guard Tahun 2008, Mercedes Benz-Class E140 Tahun 1998, Mercedes Benz S280 Tahun 1980, Mercedes Benz S-Class W126, dan dua unit sedan Cadillac Fleetwood Brougham Tahun 1980.

Pameran arsip dan mobil kepresidenan ini menjadi rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-77.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tema dan Logo HUT RI ke-77

Ilustrasi logo HUT ke-77 RI
Perbesar
Ilustrasi logo HUT ke-77 RI. (Dok. Setneg)

Indonesia akan merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-77 pada 17 Agustus 2022. Peringatan HUT ini merupakan salah satu bentuk syukur Indonesia telah bebas dari belenggu penjajah.

Panitia Nasional Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 telah merancang tema sekaligus logo HUT RI tahun ini. Mengutip Pedoman Identitas Visual 77 Tahun Kemerdekaan Indonesia, tema HUT RI ke-77  adalah “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”.

Dari tema tersebut diturunkan menjadi tujuh gambaran besar, di antaranya semangat bangkit, bersinergi, harapan baik, pulih bersama, kuat, persatuan bangsa, dan percepatan.

Sementara itu, logo HUT ke-77 RI mencerminkan rasa optimis dari bangsa yang dinamis, bersinergi, tegas, dan lugas. Hal tersebut merupakan refleksi dari nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Logo HUT ke-77 RI memiliki tujuh filosofi. Berikut penjabarannya.

1. Bentuk angka 77 menyerupai dua panah ke atas melambangkan gerak percepatan dalam memperbaiki kondisi Indonesia untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

2. Dua garis mendatar membentuk tangga yang mengarah ke atas Filosofi Kedua melambangkan progress dan pembangunan segala sektor di Indonesia.

3. Bagian atas terpotong melambangkan keterbukaan bangsa Indonesia dalam perannya di tingkat global untuk bergerak secara bebas aktif bersama dalam pemulihan kondisi dunia.

4. Garis miring dan sudut runcing, yang terinspirasi dari bambu runcing dan kepala Garuda Pancasila, melambangkan semangat pejuang untuk bangkit lebih kuat dan tangguh.

5. Dua garis melengkung melambangkan sinergi pemerintah dan masyarakat dalam bergotong royong dan bergerak berdampingan secara fleksibel dan dinamis menuju satu arah, menuju Indonesia Maju.

6. Sudut penghubung melambangkan peran Indonesia pada forum G20 dalam mempersatukan suara negara-negara maju untuk berkontribusi menyelesaikan berbagai isu dan tantangan yang dihadapi dunia.

7. Siluet angka satu melambangkan semangat persatuan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia yang besar, kuat, dan bersatu.  

 


Istana Undang 77 Ribu Warga di HUT ke-77 RI

Momen Peringatan HUT ke-76 RI di Istana Merdeka
Perbesar
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bersiap mengibarkan Bendera Merah Putih saat saat upacara peringatan HUT ke-76 RI di Istana Merdeka, Selasa (17/8/2021). (Foto:Muchlis Jr-Biro Pres Sekretariat Presiden)

Sekretariat Presiden atau Istana mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih pada 17 Agustus 2022 mendatang atau HUT RI ke-77.

Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, pada tahun ini upacara tersebut akan dihadiri tamu undangan secara fisik (luring) dalam jumlah terbatas dan secara virtual (daring).

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, masyarakat yang ingin berpatisipasi dalam upacara tersebut, Sekretariat Presiden secara resmi membuka pendaftaran melalui laman Pandang Istana yang beralamat di https://www.pandang.istanapresiden.go.id. Pendaftaran mulai dibuka Selasa 2 Agustus 2022 pukul 13.00 WIB.

"Mari bergabung bersama kami dalam memperingati detik-detik proklamasi yang ke-77 di pandang.istanapresiden.go.id," ujar Heru Budi Hartono dikutip dari siaran pers, Selasa.

Heru menjelaskan bahwa pihaknya akan membuka 77 ribu undangan bagi masyarakat untuk mengikuti upacara secara virtual. Selain itu, Sekretariat Presiden juga membuka 2.500 undangan upacara fisik pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi ke-77 Republik Indonesia di Istana Merdeka Jakarta.

Kemudian, pihak Istana juga membuka sebanyak 2.500 undangan untuk menghadrir langsung Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih.

"Di tahun ini harapan kami bisa diikuti oleh 77 ribu undangan virtual dan wajib mengikuti di situ ada hiburan dan di luar itu juga masyarakat bisa berinteraksi sesama, kita berikan kesempatan berinteraksi, berdiskusi, dan berbicara satu sama lain," jelasnya.

"Mungkin ada yang dari Aceh, dari Ambon, itu bisa bertemu walaupun dari kejauhan, tapi kita mempersatukan di dalam sebuah acara virtual memperingati 17 Agustus," sambung Heru. 

Infografis HUT ke-75 RI, Pandemi dan Momentum Kebangkitan Bangsa. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis HUT ke-75 RI, Pandemi dan Momentum Kebangkitan Bangsa. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya