Keselamatan Anak di Dunia Digital Perlu Diperhatikan, Cegah Pelecehan sampai Penipuan

Oleh Liputan6.com pada 10 Agu 2022, 20:30 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 21:02 WIB
WhatsApp, Facebook, Instagram, Hingga Google Terancam Diblokir, Ini Penjelasan Kominfo
Perbesar
Ilustrasi aplikasi media sosial. (Sumber foto: Pexels.com).

Liputan6.com, Jakarta Dengan perkembangan teknologi, generasi muda terlebih anak-anak harus menjadi perhatian terlebih di dunia atau media digital.

Sehingga keselamatan anak menjadi penting untuk mengantisipasi pencurian data pribadi, pelecehan seksual serta pornografi, cyber bullying, penipuan online hingga perdagangan orang.

Hal ini disampaikan perwakilan ICT Watch Habib Almaskaty dalam webinar Literasi Digital Makin Cakap Digital 2022 dengan Tema Pentingnya Personal Branding di Era Digital, Rabu (10/8/2022).

"Batasi informasi pribadi dan penggunaan gawai, kenali ancaman keselamatan, saring sebelum sharing," kata dia.

Di kesempatan yang sama, Anggota Relawan Edukasi Anti Hoax Indonesia (Redaxi) Wildan menyadari era digital berkembang pesat. Salah satunya, bisa kita lihat bahwa sudha menjadi bagian kehidupan sehari-hari.

"Contohnya pada media sosial yang sering digunakan sebagai sarana mengekspresikan diri," jelas dia.

Karena itu, perlu dibangun kesadaran sejak ini untuk bisa bersikap dalam dunia digital, sehingga tidak kebablasan. Dalam hal ini Wildan mengingatkan pentingnya tetap menjaga etika dan etiket di dunia maya.

"Jadi jauh-jauh dari hate speech, cyber bullying. Dengan berusaha mengembangkan personal branding di era digital, secara otomatis dapat menemukan jati diri yang sebenarnya," kata dia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


ASN Harus Cakap Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri (BPSDM Kemendagri) menggelar kegiatan literasi digital bagi aparatur sipil negara (ASN) diselengarakan di Jawa Timur (Jatim).

“Kegiatan literasi digital sektor pemerintahan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dunia digital di kalangan ASN,” Bonifasius Wahyu Pudjianto, Direktur Pemberdayaan Informatika Kemkominfo, menyebut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Ia juga menambahkan, pelatihan tersebut adalah bentuk kolaborasi antara BPSDM Kemendagri dan Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemkominfo. Dia menegaskan kegiatan ini sangat penting untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan ASN di Jatim guna menghadapi perkembangan digital yang sangat pesat.

Bonifasius mengungkapkan, pihaknya sangat berharap lewat kegiatan ini dapat memberikan pencerahan terkait pentingnya mengikuti digitalisasi, pemahaman aplikasi pemerintah dan lainnya. Dalam kegiatan ini juga disampaikan beberapa hal seperti hal teknisi dalam keamanan digital dan kecakapan digital.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Literasi Digital Diperlukan

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak mengatakan, paham tentang literasi digital ini sangat diperlukan di lingkungan ASN guna meningkatkan produktivitas dalam bekerja.

“Tentunya menjadi sangat penting bahwa literasi digital ini bisa kita matangkan di tangan ASN kita. Kita harus bisa menggunakan aplikasi pemerintah untuk bekerja secara paperless,menemukan balance untuk bisa lebih fleksibel dalam bekerja,” ujarnya.

Emil menambahkan, literasi digital ini bukan hanya sekedar rutinitas, tapi bagaimana ASN bisa lebih mengelolah pekerjaan yang mengunakan beberapa aplikasi berbasis digital dan hal ini sangat penting dalam membantu mempermudah pekerjaan ASN.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya