Pemerintah Dorong Kejaksaan Punya Semangat Sama dengan Polri Tangani Kasus Brigadir J

Oleh Liputan6.com pada 10 Agu 2022, 06:03 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 06:03 WIB
Ferdy Sambo Diperiksa Bareskrim Selama 7 Jam Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J
Perbesar
Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022) (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akan terus mengawal kasus pembunuhan Brigadir J hingga kejaksaan dan pengadilan. Menko Polhukam Mahfud MD berharap, pelimpahan kasus ini kepada Kejaksaan tidak terlalu lama.

"Pemerintah melalui Kemenkopolhukam akan terus mengawal terus kasus ini hingga nanti oleh kejaksaan dikonstruksikan lagi hukumnya mudah mudahan tidak terlalu lama," kata Mahfud saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (9/8).

Selanjutnya, Mahfud berharap para tersangka pembunuhan Brigadir J diberi tuntutan hukum yang serius. Pemerintah akan mengawasi dan mendorong Kejaksaan agar punya semangat yang sama dengan Polri dalam menangani kasus ini.

"Dan dibawa ke pengadilan dengan pendakwaan dan penuntutan yang sungguh -sungguh kita akan mengawasi kejaksaan sekarang dan mendorong agar punya semangat yang sama dengan Polri," ucapnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Harap Profesional

Mahfud meminta kejaksaan benar-benar profesional menangani kasus Brigadir J dengan konstruksi hukum yang kuat. Dia ingin publik dan pengadilan memahami kasus ini betul-betul upaya penegakan hukum.

"Kejaksaan harus benar benar profesional menangani kasus ini dengan konstruksi hukum yang kuat agar mudah nanti bagi pengadilan dan masyarakat memahami kasus ini sebagai upaya penegakan hukum dan pengadilan," pungkasnya.


Rumit Karena Internal

Mahfud menyebut, kasus ini menjadi rumit lantaran diduga melibatkan pihak internal Polri. Makanya harus diselesaikan dengan hati-hati.

"Karena terjadi di internal Polri gitu ya, ini harus hati-hati agar Polri-nya selamat. Kemudian di situ yang sering saya katakan ada fenomena psychopolitics juga, ada psychohierarkis juga, sehingga kemudian ada kelompok-kelompok juga. Nah itu agak sulit kalau tidak melalui operasi sesar," tuturnya.

Sumber: Muhammad Genantan Saputra/Merdeka.com

Infografis Irjen Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir J. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Irjen Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir J. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya