Cek Lonjakan Harga Cabai di Purwokerto, Ganjar Gerak Cepat Lakukan Evaluasi

Oleh Liputan6.com pada 09 Agu 2022, 13:02 WIB
Diperbarui 09 Agu 2022, 22:03 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengecek lonjakan harga cabai di Kota Purwokerto, Banyumas, Jateng.(Istimewa)
Perbesar
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengecek lonjakan harga cabai di Kota Purwokerto, Banyumas, Jateng.(Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengecek lonjakan harga cabai di Kota Purwokerto, Banyumas, Jateng. Ganjar melakukannya sambil jalan pagi. 

Dalam aktivitasnya, Ganjar melipir sejenak ke Pasar Wage Purwokerto di Jalan Vihara, Purwokerto Wetan. Di sana, Ganjar menyapa para warga dan berinteraksi dengan salah satu pedagang cabai. 

Kepada pedagang tersebut, Ganjar bertanya soal harga cabai di pasaran. Ganjar mendapati harga cabai rawit masih melonjak sekitar Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram.  Kemudian Ganjar berjalan lagi menuju Pasar Pembimbing di Jalan Pertebaran, Purwokerto Selatan. Di pasar tersebut, Ganjar mengecek harga ayam berkisar Rp 33 ribu hingga Rp 34 ribu per kilogram. 

Terkait cabai, Ganjar menjelaskan bahwa harganya di Purwokerto masih tinggi. Ganjar mengatakan, kenaikan tetap terjadi meskipun telah diintervensi oleh pemerintah dan stake holder terkait. 

"Ternyata harga cabainya masih lumayan tinggi. Meskipun kita coba untuk melakukan intervensi terus," kata Ganjar di Gedung Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Selasa (9/8/2022). 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Jadi Bahan Evaluasi

FOTO: Inflasi Indonesia Diklaim Terendah di Dunia
Perbesar
Pedagangan menata cabai di Pasar Senin, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Inflasi Indonesia disebut masih termasuk paling rendah di dunia, karena ada 20 negara lebih yang memboikot, tidak boleh jual pangannya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ganjar mengatakan, temuan ini akan menjadi bahan evaluasi ke depannya.

Menurut Ganjar, evaluasi tersebut dilakukan untuk mencegah dan meningkatnya angka inflasi ekonomi di Jateng. 

"Jadi ini menjadi catatan kami untuk melakukan evaluasi lah karena kalau enggak inflasinya akan bergerak lagi," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya