Wagub soal Pernyataan Jakarta Bisa Tenggelam: Tak Gunakan Air Berlebihan

Oleh Liputan6.com pada 09 Agu 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 09 Agu 2022, 16:00 WIB
Jakarta Diprediksi Tenggelam
Perbesar
Aktivitas masyarakat di kawasan Cilincing, Jakarta, Selasa (2/8/2021). Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan wilayah Jakarta bagian Utara akan tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut imbas pemanasan global dan pencairan lapisan es. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat untuk tidak menggunakan air berlebihan. Dia juga berharap agar masyarakat dan industri mendapatkan air bersih hanya dari PAM Jaya.

Hal ini disampaikannya menanggapi pernyataan Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin yang mengatakan, 90 persen wilayah Jakarta, khususnya di bagian utara, akan tenggelam. Hal itu disebabkan oleh tingginya pengambilan air tanah di DKI Jakarta.

"Yang paling penting juga bagi seluruh warga khususnya di masyarakat kita agar tidak menggunakan air secara berlebihan," kata Riza kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta tengah berupaya menyediakan air bersih melalui PAM Jaya agar tidak ada penyedotan melalui pompa-pompa di rumah-rumah warga, yang dapat membuat penurunan permukaan tanah.

"Tentu DKI Jakarta melalui PAM Jaya ingin melakukan upaya percepatan bersama pemerintah pusat dan PUPR terhadap penyediaan air bersih supaya tidak ada lagi penyedotan air tanah melalui pompa-pompa di rumah-rumah, kita upayakan air bersih itu didapatkan melalui PAM Jaya," tutur Riza.

Politikus Gerindra ini juga meminta hal yang sama kepada industri, yaitu agar memperoleh air bersih dari saluran PAM yang ada.

"Bagi industri, perkantoran, hotel, apartemen juga kita minta tidak menggunakan pompa untuk mendapatkan air bersih tapi (mendapatkan) air bersih melalui saluran PAM yang ada. Ini juga dilakukan monitor dan evaluasi karena (pompa) juga salah satu sebab penggunaan air tanah berlebihan," ungkap dia. 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kurangi Beban

Selain itu, pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur juga disebut Riza sebagai upaya mengurangi beban penurunan air tanah.

"Pergesaran jumlah warga yang ada di Jakarta ke Ibu Kota Negara (membuat) terjadinya pengurangan. Perkantoran pusat kan berpindah. Perkantoran pusat kan membutuhkan air yang tidak sedikit selama ini," kata dia.

"Warga yang selama ini tinggal di DKI Jakarta, yang PNS, yang berkantor di Jakarta selama ini, tinggal di Jakarta, tentu punya pengaruh yang cukup baik," sambungnya.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Pernyataan PAM Jaya

Sebelumnya, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, 90 persen dari wilayah Jakarta, khususnya di bagian utara akan tenggelam akibat tingginya pengambilan air tanah untuk air minum di DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikannya pada acara konsultasi publik rencana kerja sama pengembangan SPAM di Provinsi DKI Jakarta, Senin (8/8/2022).

“Salah satu hal yang saat ini menjadi tantangan kita bersama di provinsi DKI Jakarta adalah isu tentang air minum yang memang masih tingginya pengambilan penggunaan dari air tanah,” kata Arief.

Penggunaan air tanah tersebut menimbulkan banyak efek ekologi, misalnya water seaking dan land seaking. Selain itu, ada juga penurunan permukaan tanah.

“(Jakarta) bisa tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi ketika memang ini (pengambilan air tanah) terus berlangsung dan prediksinya di tahun 2050. Diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam karena budaya atau kemudian penggunaan air,” jelas Arief.

PAM juga menyoroti penyediaan air minum bagi warga Jakarta. Menurut Arief, cakupan penyediaan air minum yang ada belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Harapannya kita bisa melakukan supply cakupan mencapai 100 persen nantinya. Target itu juga pernah kita sampaikan di publik bahwa 2030 menjadi target kita,” tambah Arief.

 

Reporter: Lydia Fransisca/Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya