Seorang Polisi Kena Tembak Rekannya di Jakarta Pusat, Adu Tembak?

Oleh Ady Anugrahadi pada 04 Agu 2022, 11:51 WIB
Diperbarui 04 Agu 2022, 11:55 WIB
Ilustrasi Penembakan Polisi
Perbesar
Ilustrasi Penembakan Polisi (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta Seorang polisi terluka akibat terkena tembakan rekannya. Insiden terjadi di Jakarta Pusat, pada Rabu 3 Agustus 2022. Namun bukan karena ada adu tembak sesama anggota Korps Bhayangkara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan membenarkan adanya insiden itu. Tetapi, dia memastikan bahwa luka yang dialami kedua korban bukan akibat saling baku tembak.

"Bukan penembakan sesama anggota Polri," kata kepada wartawan Kamis (4/8/2022).

Zulpan menerangkan, kejadian ini akibat adanya ketelodoran atau kelalaian salah seorang anggota polisi saja. 

"Tapi benar yang meletuskan senjata adalah anggota Polda Metro Jaya. Nanti siang saya jelaskan," ujar dia.

Sebelumnya, pada 8 Juli 2022, pernah terjadi polisi yang meninggal dunia akibat terkena luka tembak. Itu adalah Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Kasus kematian Brigadir J pun mendapat perhatian publik, sehingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pengungkapan misteri kematian anggota polisi itu dibuka secara transparan.

Adapun baku tembak itu ditengarai adanya dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir Yoshua kepada Putri Chandrawathi istri Irjen Pol Ferdy Sambo. Untuk saat ini kasus yang ditangani Polda Metro Jaya berkaitan dugaan pelecehan, dan pengancaman serta percobaan pembunuhan terhadap istri Ferdy Sambo telah ditarik ke Bareskrim Polri.

Dari kasus tersebut, Bharada E juga telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Brigadir J. Penetapan tersebut sebagaimana pasal Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP yang terancam maksimal hukuman 15 tahun penjara.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kasus Polisi Ditembak

Ilustrasi Oknum Polisi
Perbesar
(Ilustrasi)

Sementara selain Brigadir J atau Brigadir Yoshua, ada juga anggota Korps Bhayangkara yang meninggal dunia. itu terjadi kepada satu orang aparat kepolisian di Sumatera Selatan (Sumsel).

Petugas kepolisian yang meningga dunia tersebut saat sedang menangkap pelaku kriminal yang meresahkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel.

Polisi muda tersebut bernama Bripda Mohammad Syahril Maulana Harahap (22), yang gugur saat menggerebek pelaku pecah kaca, pada hari Kamis 24 Maet 2022 silam  sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Sebelum kejadian, korban bersama anggota polisi lainnya melakukan pengrebekan terhadap pelaku pecah kaca yang beraksi di minimarket waralaba, di Desa Gumawang, Kecamatan Belitang I Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumatera Selatan.

Pelaku sendiri telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan oleh pihak kepolisian di Kabupaten OKI Sumsel. Saat melakukan penggerebekan, diduga terjadi baku tembak antara petugas kepolisian dengan pelaku.

Dalam insiden tersebut, Bripda Mohammad Syahril Maulana Harahap tertembak di bagian dada kiri dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sayangnya, nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk divisum.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, timnya sedang dalami apakah penembakan tersebut dilakukan para pelaku, saat ditangkap atau tertembak oleh anggota lain saat hendak menangkap pelaku.


Polisi Jambi Tewas Ditembak Pencuri

Ilustrasi Polisi
Perbesar
Ilustrasi Polisi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Jelutung, Kota Jambi, Selasa 13 Februari 2018 dini hari, pukul 01.30 WIB tewas ditembak pencuri sepeda motor saat menggerebek rumah pelaku. Lokasinya berada di kawasan Mendalo, Kabupaten Muarojambi yang berbatasan dengan Kota Jambi.

Kapolresta Jambi, Kombes Ahmad Fauzi Dalimunthe membenarkan kejadian tersebut. Korban yang merupakan anggota Polsek Jelutung itu sudah dibawa ke rumah duka untuk persiapan pemakaman oleh pihak keluarga.

Anggota polisi yang meninggal dunia akibat terkena tembakan saat menangkap pencuri tersebut bernama Brigadir Fajar Junjungan. Ia merupakan anggota Polsek Jelutung.

Korban meninggal dunia akibat luka tembak pada bagian dada sebelah kiri. Pencuri melepaskan tembakan saat berupaya kabur dari pengejaran polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni salah satu perumahan di kawasan Mendalo, Kabupaten Muarojambi.

"Brigadir Fajar Junjungan meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Raden Mataher Jambi untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat terselamatkan," kata Kapolresta Dalimunthe.

Peristiwa ini bermula dari penyelidikan kasus pencurian sepeda motor yang masuk wilayah hukum Polsek Jelutung, Kota Jambi. Informasi yang didapat aparat itu kemudian ditindaklanjuti oleh tim yang sudah mengidentifikasi pelaku. Penggerebekan pun berlangsung di salah satu perumahan di kawasan Mendalo.

Nahas, saat penggerebekan itu, Brigadir Fajar Junjungan tertembus timah panas di bagian dada kiri yang ditembakkan oleh pencuri. Tubuh sang brigadir langsung ambruk. Rekan-rekannya berusaha melarikannya ke rumah sakit Raden Mattaher Jambi. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Kini, anggota kepolisian lainnya masih berada di lapangan untuk mengejar pencuri yang memegang senjata api itu. 

Infografis Kronologi Baku Tembak Anak Buah Irjen Ferdy Sambo Versi Polisi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Kronologi Baku Tembak Anak Buah Irjen Ferdy Sambo Versi Polisi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya