Duta Tanahalisa 2022, Ajang Milenial Jadi Agen Perubahan Lingkungan Gunung Halimun Salak

Oleh Achmad Sudarno pada 03 Agu 2022, 09:11 WIB
Diperbarui 03 Agu 2022, 09:12 WIB
Halimun
Perbesar
Penobatan Duta Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Tanahalisa) Tahun 2022 menjadi penutup ajang pemilihan delegasi konservasi alam dari 23 Juli-2 Agustus 2022. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Penobatan Duta Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Tanahalisa) Tahun 2022 menjadi penutup ajang pemilihan delegasi konservasi alam dari 23 Juli-2 Agustus 2022. Vanggi Eka Riski dari Kabupaten Sukabumi (Tana Pinilih) dan Putri Intan Melina J. dari Kabupaten Lebak (Halisa Pinilih), terpilih sebagai juara.

Keduanya dinobatkan sebagai Duta Tanahalisa 2022 setelah melewati penilaian akhir di final, Selasa (2/8/2022). Di final, semua peserta tampil di atas panggung disaksikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pengurus DWP Ditjen KSDAE dan DWP Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) serta Kepala Balai TNGHS.

Kepala Balai TNGHS, Pairah, mengatakan bagi yang terpilih bisa menjadi agen perubahan masyarakat, berperan sebagai role mode, influencer serta terlibat langsung dalam upaya konservasi alam, khususnya Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

"Saya berharap duta yang terpilih bisa jadi motor penggerak dalam melakukan sosialisasi maupun konservasi lingkungan di kawasan TNGHS agar lebih lestari," ujar Pairah kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).

Menurutnya dalam kegiatan tersebut juga Balai TNGHS ingin menggandeng kaum milenial untuk ikut terlibat dalam pelestarian alam khususnya dikawasan hutan.

"Mereka ini bisa menyebarkan informasi ke komunitasnya maupun masyarakat sekitar kawasan TNGHS. Jadi keberadaan mereka tentu dapat membantu kami di tengah keterbatasan SDM," kata dia.

Kegiatan pemilihan Duta Tanahalisa Tahun 2022 dibuka pada 23 Juli 2022 sampai dengan puncak acara 2 Agustus 2022. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Road to HKAN (Hari Konservasi Alam Nasional) yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap karantina yang diselenggarakan pada 25-28 Juli 2022, dan tahap grand final pada 1-2 Agustus 2022.

Selama masa karantina, para peserta berjumlah 15 orang yang berasal dari Kabupaten Lebak, Bogor dan Sukabumi ini mendapatkan pembekalan materi terkait kegiatan konservasi alam yang dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pengembangan Wisata Alam

Selain itu mengikuti pembelajaran lapangan terkait pengembangan wisata alam dan pelepasliaran satwa Elang Jawa di Situ Gunung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Adapun pada tahap grand final, para peserta mengikuti question and answer test yang ditujukan untuk menguji hasil pembelajaran pada masa karantina. Selanjutnya unjuk bakat, mengapresiasi bakat seni dan budaya yang dimiliki oleh para peserta.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya