Komnas HAM soal Dugaan Pelecehan Brigadir J: Hanya Ibu Putri yang Bisa Beri Keterangan

Oleh Liputan6.com pada 03 Agu 2022, 06:44 WIB
Diperbarui 03 Agu 2022, 06:44 WIB
FOTO: Komnas HAM Uraikan Rancangan Perpres TNI Tangani Terorisme
Perbesar
Komisioner Pemantau dan Penyelidik Komnas HAM RI M. Choirul Anam saat konferensi pers terkait Rancangan Perpres tentang tugas TNI dalam mengatasi terorisme di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Rancangan Perpres itu dinilai berlandas criminal justice system. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut jika Putri Candrawathi istri Irjen Pol Ferdy Sambo menjadi salah satu saksi kunci dalam mengungkap kasus dugaan pelecehan yang diduga dilakukan Brigadir J.

"Dugaan pelecehan seksual yang ada siapa? Hanya ibu Putri yang bisa memberikan keterangan," ucap Taufan kepada wartawan, Selasa (2/8/2022).

Alasan itu, lanjut Taufan, cukup logis apabila ingin mengungkap adanya dugaan tindakan pelecehan sebagaimana laporan yang saat ini telah naik penyidikan dan ditangani Bareskrim Polri.

Menurutnya, kejadian pelecehan yang menjadi pemicu terjadi baku tembak berujung tewasnya Brigadir J, tidak disaksikan dua ajudan Ferdy Sambo yakni Bripka Ricky dan Bharada E. Alhasil, satu-satunya orang yang dapat dimintai keterangan terkait kejadian itu hanya Putri.

"Kan Ricky dan Bharada E tidak menyaksikan. Dia hanya mendengar teriakan dari ibu itu. Tidak tahu kenapa teriakan terjadi. Berarti saksi hidup yang ada hanyalah Ibu Putri," kata dia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Belum Dijadwalkan

Namun demikian, Taufan mengatakan bila proses pemeriksaan terhadap Istri Irjen Ferdy Sambo itu belum dijadwalkan.

Mengingat kondisi psikisnya masih trauma.

"Itu pun kita belum ketemu dia. Karena masalah psikologis. Dengan LPSK juga belum menyelesaikan prosedurnya. Maka bagaimana kita menyimpulkannya. Belum bisa. Apakah itu benar terjadi atau tidak," ungkap Taufan.

 


Salah Satu Kunci

Atas hal tersebut, Taufan mengatakan jika Putri adalah salah satu kunci sebagai saksi mata yang melihat rentetan peristiwa mulai dari pelecehan sampai insiden baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E di rumah dinas, Komplek Perumahan Polri Duren Tiga, Jaksel.

"Padahal, seluruh peristiwa ini titik krusialnya tumpunya ada di Bu Putri menjawab apakah tembak menembak, siapa yang melakukannya, pelecehan seksual ini benar ada atau tidak. Saya kira itu," ucapnya.

"Jadi kita gak perlu berspekulasi macam-macam. Komnas tidak mau berspekulasi sebelum semua fakta-fakta itu bisa kami kumpulkan," tambah dia.

 

 

Reporter: Bachtiarudin Alam/Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya