Terungkap, Mayat Terikat di Jembatan Arca Bogor Adalah Pengurus KONI di Kalbar

Oleh Achmad Sudarno pada 01 Agu 2022, 15:25 WIB
Diperbarui 01 Agu 2022, 15:26 WIB
Ilustrasi kantong jenazah. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Perbesar
Ilustrasi petugas DVI Polri membawa kantong jenazah. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Bogor - Mayat pria yang ditemukan di bawah Jembatan Cibereum, Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat telah diiidentifikasi. Korban merupakan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Kalimantan Barat (Kalbar).

"Iya, identitas korban sudah teridentifikasi," ujar Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, Senin (1/8/2022).

Korban berinisial AN usia 35 tahun, warga Kelurahan Null, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Namun begitu, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur terkait penyebab kematian AN yang ditemukan dalam kondisi tangan dan leher terikat serta wajah tertutup karung pada Sabtu pagi (30/7/2022) kemarin.

"Satreskrim sekarang sedang melakukan penyelidikan dugaan pembunuhan ini. Untuk luka terbuka dan hasil autopsi kami masih menunggu hasil autopsi," ujar Iman.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TPK), polisi menemukan tali ripet yang menjerat leher dan tangan korban. Namun tidak ditemukan telepon genggam maupun identitas AN.

Iman menduga korban dibunuh di lokasi lain kemudian mayatnya dibuang di wilayah Bogor tepatnya di bawah jembatan, Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Mungkin tempat pembuangannya di sana. Informasi awal dari saksi yang kami peroleh korban sedang mencari pinjaman uang. Namun kami sedang menelusuri orang yang berkomunikasi terakhir dengan korban," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan menambahkan, jenazah korban sudah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

"Bersamaan dengan itu, pihak keluarga, kerabat, dan rekannya pun sudah dimintai keterangan," ujar Siswo.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Korban Adalah Bendahara KONI Kayong Utara

20160331-Daud Yordan-Jakarta- Helmi Fithriansyah
Perbesar
Petinju Indonesia Daud "Cino" Yordan saat menggelar konferensi pers terkait pertarungannya di Uruguay melawan petinju Argentina, Cristian Rafael Cora, Jakarta, Kamis (30/3). (Liputan6.com/Helmi Fithriansy

Sementara itu, petinju nasional Daud Yordan mengatakan bahwa AN menjabat sebagai Bendahara KONI Kayong Utara, Kalimantan Barat. Ia mengaku mulai kehilangan kontak dengannya sejak korban berada di Pati, Jawa Tengah pada 28 Juli 2022.

"Korban ini bepergian ke daerah Pati dalam rangka mengurus sengketa tanah yang dialami oleh keluarga bersangkutan. Karena korban lahirnya di Pati," ujar Daud saat dihubungi Liputan6.com.

Daud yang menjabat Ketua KONI Kayong Utara ini mengaku tidak pernah mendengar keluhan maupun ancaman sebelum maupun pada saat korban berada di Pati.

"Saya belum atau tidak ada mendengar keluhan apapun terkait dengan urusan-urusan beliau," kata dia.

Daud berharap polisi segera mengungkap kasus kematian rekannya itu dan menangkap pelakunya.

"Kami harap kasus segera terungkap. Sekarang jenazah beliau sudah dikirimkan ke Kalimantan Barat dengan menggunakan pesawat Citilink," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya