Infografis Menanti Hasil Autopsi Ulang Jasad Brigadir Yoshua dan Pemeriksaan Komnas HAM

Oleh Anri SyaifulTriyasni pada 28 Jul 2022, 09:03 WIB
Diperbarui 28 Jul 2022, 09:03 WIB
Banner Infografis Menanti Hasil Autopsi Ulang Jasad Brigadir Yoshua dan Pemeriksaan Komnas HAM. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Perbesar
Banner Infografis Menanti Hasil Autopsi Ulang Jasad Brigadir Yoshua dan Pemeriksaan Komnas HAM. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Polri menggelar ekshumasi sekaligus autopsi ulang terhadap jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yoshua. Autopsi ulang atas permintaan keluarga demi pengungkapan kematian Brigadir Yoshua atau Brigadir J yang sebenarnya.

Sebelumnya, Brigadir Yoshua diduga tewas akibat baku tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022. Namun pihak keluarga menemukan sejumlah kejanggalan, terutama adanya luka sayatan dan lebam di jasad Brigadir J.

Proses autopsi ulang digelar pada Rabu 27 Juli 2022. Tepat pukul 06.50 WIB sebelum dibongkar makamnya, kalangan keluarga Brigadir Yosua berdoa terlebih dahulu di pekuburan umum Sungai Bahar Unit 1, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Usai digali, jasad Brigadir Yoshua kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Sungai Bahar, Muaro Jambi. Ada 7 anggota tim forensik gabungan, termasuk dari TNI AD. Tim Dokter Forensik Autopsi Ulang Brigadir Yoshua itu dipimpin Ade Firmansyah Sugiharto.

Setelah enam jam atau sekitar pukul 15.00 WIB, autopsi ulang selesai. Jasad Brigadir Yosua dimakamkan kembali dengan upacara kedinasan Polri.

Hanya saja, hasil autopsi ulang Brigadir Yoshua bisa memakan waktu hingga delapan pekan lamanya. Hal itu merujuk pada sejumlah tahapan yang ada.

"Jadi dua hingga empat minggu itu proses sampel jaringannya, setelah itu tentunya kami akan periksa lagi dan kami interpretasikan," ucap Ketua Tim Dokter Forensik Autopsi Ulang Brigadir Yoshua, Ade Firmansyah Sugiharto, di RSUD Sungai Bahar, Muaro Jambi, Rabu 27 Juli 2022.

Hasil autopsi ulang jasad Brigadir J tentunya dinantikan publik. Terutama penyidik Polri dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM. Komnas HAM memang membentuk tim independen untuk menguak penyebab kematian Brigadir Yoshua.

Bagaimana serangkaian pemeriksaan Komnas HAM untuk mengungkap kematian Brigadir Yoshua? Bagaimana pula ragam tanggapan autopsi ulang jasad Brigadir J dan pemeriksaan Komnas HAM? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Infografis Menanti Hasil Autopsi Ulang Jasad Brigadir Yoshua

Infografis Menanti Hasil Autopsi Ulang Jasad Brigadir Yoshua. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Menanti Hasil Autopsi Ulang Jasad Brigadir Yoshua. (Liputan6.com/Trieyasni)

Infografis Serangkaian Pemeriksaan Komnas HAM untuk Ungkap Kematian Brigadir Yoshua

Infografis Serangkaian Pemeriksaan Komnas HAM untuk Ungkap Kematian Brigadir Yoshua. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Serangkaian Pemeriksaan Komnas HAM untuk Ungkap Kematian Brigadir Yoshua. (Liputan6.com/Trieyasni)

Infografis Ragam Tanggapan Autopsi Ulang Jasad Brigadir J dan Pemeriksaan Komnas HAM

Infografis Ragam Tanggapan Autopsi Ulang Jasad Brigadir J dan Pemeriksaan Komnas HAM. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Ragam Tanggapan Autopsi Ulang Jasad Brigadir J dan Pemeriksaan Komnas HAM. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya