Tokoh Agama di Papua Kecam Penyerangan KKB ke Pendeta dan Ustad

Oleh Nanda Perdana Putra pada 26 Jul 2022, 07:34 WIB
Diperbarui 26 Jul 2022, 07:34 WIB
KKB
Perbesar
Korban penembakan KKB Papua dievakuasi ke Timika (Dok Polda Papua)

Liputan6.com, Jakarta - Aksi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua wilayah Nduga yang telah membunuh 13 warga sipil, termasuk Pendeta Elias Serbaye dan Ustad Daeng Marannu, menuai kecaman dari tokoh pemuka agama setempat. Salah satunya Ketua I Persekutuan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Pendeta Petrus Bonyadone yang sangat menyayangkan adanya peristiwa pilu tersebut.

"Kita sesali adanya korban berjatuhan, masyarakat sipil termasuk tokoh agama, yakni pendeta dan Ustadz, ini kasus kejahatan," tutur Petrus kepada wartawan, Senin (25/7/2022).

Menurut Petrus, pendeta bekerja dan melayani umat dengan berada di tengah-tengah masyarakat tanpa memiliki kepentingan tertentu. Sudah semestinya mereka dilindungi, bukan malah dijadikan korban, seperti sosok Pendeta Elias Serbaye yang merupakan warga asli Nduga.

"Dia membela warga sipil, dia membela saudara-saudara yang dari luar itu sehingga jadi korban. Kami, gereja, telah bersikap netral, kami merangkul semua pihak dan tidak punya kepentingan apapun. Namun yang kami sesali kenapa justru kami menjadi korban, kita sangat sesali itu. Almarhum Pendeta Elias Serbaye bukan orang lain sebetulnya, karena masih satu suku dan satu daerah," ujarnya.

"Yang jelas, kita berharap kasus ini menjadi perhatian serius. Ini adalah kasus kejahatan yang harus ditangani secara serius oleh pihak berwajib, agar kedepan tidak ada lagi kasus serupa," sambung Petrus.

Lebih lanjut, semua pihak diharapkan dapat bekerjasama menyelesaikan kasus tersebut. Mulai dari tokoh adat dan agama, hingga pemerintahan juga aparat TNI-Polri.

"Saya pribadi melihat hal ini mungkin perlu diberikan ruang khusus bagi pemerintah daerah setempat dengan aparat keamanan untuk menyelidiki secara baik. Dan menindak tegas para pelaku, karena peristiwa ini berdampak luas bagi masyarakat dan semua bisa terhambat," Petrus menandaskan.

Polisi menyebut bahwa Ustaz Daeng Marannu yang merupakan pendakwah di Masjid Kenyam, Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua, turut menjadi salah satu korban meninggal dunia atas penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 16 Juli 2022 pagi. Dia bersama sembilan orang lainnya tewas atas aksi penyerangan KKB pimpinan Egianus Kogoya.

"Selain Ustaz Daeng Marannu, pendeta Eliaser Banner juga menjadi korban penembakan. Ia ditembaki saat melerai penganiayaan yang dilakukan KKB," tutur Kamal dalam keterangannya, Minggu (17/7/2022).

Menurut Kamal, Ustaz Daeng Marannu terakhir melakukan pengabdiannya dengan mengisi khotbah Idul Adha pada Minggu, 10 Juli 2022 di Mesjid Kenyam. Aksi penyerangan KKB Papua itu pun mengundang keprihatinan sejumlah pihak, seperti para tokoh agama setempat yang mengutuk keras kekejaman tersebut.

Sejauh ini, situasi di Kampung Nogolait sudah berangsur kondusif. Aparat bersiaga di lokasi untuk berjaga, serta mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak di inginkan.

"Di sana sudah ada anggota yang berjaga, dan kasus ini masih dalam penyelidikan. Kita bersama pihak terkait akan berusaha semaksimal mungkin menangkap para pelaku agar bisa diadili sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Kamal.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pengejaran

Polri masih melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang melakukan penyerangan terhadap 12 warga sipil, dengan 10 di antaranya meninggal dunia yang salah satunya seorang pendeta atas nama Eliaser Baye.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyampaikan, penyerangan dan penembakan KKB terhadap pendeta dan warga sipil itu terjadi di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua.

"Kejadian penyerangan terjadi pada hari Sabtu tanggal 16 Juli sekitar pukul 09.15 WIT di Kampung Nogolait Kabupaten Nduga yang mengakibatkan 12 orang menjadi korban di antaranya 10 meninggal dunia salah satunya seorang pendeta dan dua orang mengalami luka- luka," tutur Kamal dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/7/2022).

Kamal menegaskan, anggota Polres Nduga dibantu Satgas Damai Cartenz dan TNI masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan mendalami latar belakang aksi penyerangan terebut.

"Sangat keji, tidak pandang bulu, seorang pendeta yang harusnya kita hargai dan kita hormati harus menjadi korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata," jelas dia.

Menurut Kamal, pendeta Eliaser sehari-hari sibuk sebagai pelayan gereja di Kampung Yereitma, Distrik Pija, Kabupaten Nduga. Pendeta Eliaser ke Nduga dalam rangka kegiatan konfrensi GKI di Wamena pada 26 Juli sampai dengan 28 Juli 2022.

"Pak pendeta meninggalkan seorang istri dan enam orang anak," katanya.


Evakuasi

Lebih lanjut, saat ini 11 korban dengan rincian sembilan orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika. Sementara jenazah pendeta Eliaser Baye diserahkan ke keluarganya di Kenyam.

"Jenazah Pendeta Eliaser Baye rencananya akan disemayamkan di Gereja GKI Kenyam," Kamal menandaskan.

Infografis Baku Tembak TNI Vs KKB Papua
Perbesar
Infografis Baku Tembak TNI Vs KKB Papua. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya