Anies Pastikan JIS Akan Diresmikan Akhir Juli 2022

Oleh Winda Nelfira pada 11 Jul 2022, 10:14 WIB
Diperbarui 11 Jul 2022, 12:33 WIB
Jakarta International Stadium di Malam Hari
Perbesar
Foto udara yang diambil pada 17 April 2022 ini menunjukkan Jakarta International Stadium (JIS) yang baru didirikan untuk pertandingan sepak bola dan konser musik, di Jakarta. Stadion termegah di Indonesia tersebut mampu menampung 82.000 penonton. (ADEK BERRY/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan peresmian atau grand launching Jakarta Internasional Stadium (JIS) bakal dilakukan pada akhir Juli 2022 ini.

Namun, dia enggan menyebut tanggal pasti kapan grand launching JIS yang sempat tertunda itu akan dilangsungkan.

"Nanti diumumkan, yang jelas akhir bulan ini," ujar Anies di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu, 10 Juli 2022.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini juga menolak merespons soal usulan perubahan nama JIS menjadi Stadion MH Thamrin.

Pasalnya, sejarawan JJ Rizal diketahui menyerahkan petisi ganti nama JIS kepada Anies usai Upacara Perayaan Jakarta Hajatan di Monas pada Rabu, 22 Juni 2022 lalu.

JIS awalnya dijadwalkan bakal grand launching bersamaan dengan perayaan malam puncak HUT DKI atau Jakarta Hajatan ke-495. Namun, peresmian atau grand launching stadion yang menjadi kandang klub sepak bola Persija itu batal digelar.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Widi Amanasto juga mengatakan hal yang sama. Sayangnya, Widi juga tidak menjelaskan alasan mengapa peresmian JIS tersebut dibatalkan.

"Enggak. Puncaknya (Jakarta Hajatan) kan tanggal 25 ya," kata Widi di DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis 21 Juni 2022.

Widi sebelumnya mengungkapkan biaya perawatan dan operasional JIS per tahun mencapai kisaran Rp 50 hingga Rp 60 miliar. Angka ini juga mencakup biaya asuransi bangunan JIS.

"Per tahunnya sekitar Rp 50-60 (miliar) itu biaya untuk house keeping, security, mechanical plumbing, ada lampu itu per tahun termasuk utilitas juga asuransi bangunan, itu masuk biaya operasional rutin," ucap Widi, Selasa (28/6/2022).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Biaya Perawatan JIS

Widi juga mengungkapkan, ada biaya Depresiasi untuk bangunan senilai Rp 150 miliar. Angka tersebut muncul berdasarkan dari nilai bangunan Rp 4,6 triliun dan angka menyusut dari sebuah bangunan selama 30 tahun.

"Depresiasi itu kalau kita beli satu kendaraan atau elektronik. Elektronik itu kalau sudah 5 tahun dianggap menyusut nanti pasti 0 karena harus diperbarui lagi. Itulah biaya-biaya yang dalam pembukuan itu lazim dipakai karena depresiasi ada kewajiban amortisasi," katanya menjelaskan.

Dia berujar, sumber pendapatan untuk mendapatkan target tersebut berasal dari agenda olahraga, hiburan seperti konser, dan acara lain yang melibatkan banyak massa.

Lebih lanjut, Widi juga mengungkapkan adanya perjanjian antara PT Jakpro dengan manajemen klub sepak bola Persija tentang pemanfaatan Stadion JIS. Perjanjian yang dimaksud, yaitu jika pertandingan dengan kapasitas penonton sedikit, Persija lebih memilih Stadion Patriot, Kota Bekasi.

Atas dasar ini pula yang membuat Persija kerap bertanding di Stadion Patriot, meski Jakarta International Stadium (JIS) telah dibangun. 

"Karena mereka dengan kita ada agreement, kalau pertandingan yang jumlah penontonnya lebih sedikit dilakukan di stadion yang lebih kecil. Karena itu (JIS) kapasitas 82 ribu, kalau yang nonton 5 ribu, itu kan terlalu kecil dan mahal. Nantinya bagi mereka juga enggak worth it untuk di situ," ujar Widi saat rapat bersama Komisi E, Selasa (28/6/2022).

Infografis Kiprah Persija di 18
Perbesar
Infografis Kiprah Persija di 18
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya