Prabowo Sebut Amerika Bingung dengan Gaya Politik di Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 07 Jul 2022, 01:01 WIB
Diperbarui 07 Jul 2022, 05:12 WIB
Pernyataan Prabowo Subianto dan AHY Usai Gelar Pertemuan
Perbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di Kertanegara, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Pertemuan selama dua jam itu pun belum ada kesepakatan antara Gerindra dan Demokrat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan alasanya menjadi anak buah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Kabinet Indonesia Maju.

Padahal dirinya adalah rival Jokowi di Pilpres 2019 silam, meski mengalami kekalahan.

Adapun saat ini Prabowo Subianto dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk menduduki posisi Menteri Pertahanan (Menhan) RI.

"Politik kita dianggap stabil sekarang, bayangkan saya keliling di dunia ke mana-ke mana mereka bingung kok bisa Anda (Prabowo Subianto-Red) rivalnya Pak Jokowi dan Anda mau sekarang jadi anak buahnya Pak Jokowi," kata Prabowo, dalam potongan video yang diunggah di akun instagram @fraksigerindra, Rabu (6/7/2022).

Kebingungan sejumlah negara, kata Prabowo, lantaran di Amerika Serikat (AS) saja antara dua partai politik yakni Demokrat dan Republik tidak mau duduk satu meja. Bahkan, hingga kini mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mau mengakui kekalahannya pada Pilpers AS 2020 silam.

"Mereka bingung kok di Indonesia bisa? Loh di Indonesia kita filosofi lain, filosofi kita adalah bahwa kalau kita berbeda pendapat tidak berarti kita harus bermusuhan," ucapnya.

Mantan Danjen Kopassus ini mencontohkan, di dalam keluarga perbedaan pendapat antara istri, anak bahkan orang tua sangatlah wajar terjadi. Namun, perbedaan itu tidak menjadi penghalang untuk mereka tetap rukun karena di dalam sebuah keluarga.

"Di situlah budaya Indonesia, budaya yang kekeluargaan. Kita boleh bersaing, kita boleh berbeda pendapat, tapi ingat kita semua adalah satu keluarga besar jadi kita bisa selesaikan perbedaan pendapat," ungkap Prabowo.

Prabowo mengaku tidak bisa marah atas kekalahan yang ia alami pada saat Pilpres 2019 silam. Namun demikian Prabowo bersyukur dan menjalankan tugas sebaik-baiknya sebagai Menhan RI.

"Saya ingin jadi presiden, tapi nggak jadi nah mau marah-marah? mau marah sama Tuhan? ya nggak bisa. Tapi lumayan, saya Menteri Pertahanan sekarang," ujar Prabowo.

 

 


Prabowo Sebut Gerindra Jadi Partai Penentu di Indonesia

Selain sebagai Menhan, ia juga sebagai Ketua Umum Partai Gerindra yang kader-kader terbaiknya saat ini menduduki sebagai anggota dewan. Yang mana, saat ini terdapat sembilan partai politik berada di 'Senayan'.

Menurut Prabowo, Partai Gerindra menjadi salah satu penentu di Indonesia, karena proses pembuatan undang-undang harus berdasarkan persetujuan sembilan partai politik di DPR RI.

"Saudara-saudara, saya tidak hanya Menteri Pertahanan, saya ketua umum partai. Anda tahu, di DPR sekarang hanya ada sembilan partai. Jadi, sorry aja ya, aku termasuk satu dari sembilan ketua umum," tutur Prabowo.

"Jadi negara ini ditentukan oleh sembilan ketua umum itu, benar enggak? Presiden ya presiden, wapres ya wapres. Tapi, sembilan partai, UU harus disetujui oleh parpol, lumayan dong gue," sambungnya.

Oleh karena itu, Prabowo meminta kader Gerindra untuk tidak sakit hati atas kekalahannya terdahulu dan tidak meminta-minta jabatan. Menurutnya, jabatan bisa membuat pusing.

"Nggak usah sakit hati dan jangan minta-minta jabatan, nanti pusing kalian, dikasih jabatan baru bingung," imbunya.

 

Reporter: Alma Fikhasari

Sumber: Merdeka.com

Infografis Safari Lebaran Prabowo Subianto Jelang Pemilu 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Safari Lebaran Prabowo Subianto Jelang Pemilu 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya