Saling Sindir Demokrat dan PPP soal KIB di Rapat DPR

Oleh Liputan6.com pada 06 Jul 2022, 14:40 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 14:40 WIB
Panja Karhutla Terima Masukan Pansus DPRD dan LSM Riau
Perbesar
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saling sindir saat rapat kerja di Komisi III DPR yang tengah membahas kelanjutan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Rabu (6/7/2022). Dalam rapat kerja tersebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) ikut diungkit-ungkit.

Adapun, KIB itu sendiri terdiri dari Partai Golkar, PPP dan Partai Amanat Nasional (PAN). Tiga partai politik tersebut membentuk koalisi untuk perhelatan Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang.

Perdebatan itu muncul saat pengambilan kesimpulan rapat kerja bersama pemerintah. Adalah Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman yang membawa-bawa nama KIB. Wakil Ketua Umum Demokrat ini menyinggung penggunaan kata membahas dan menyelesaikan dalam poin kedua mengenai RKUHP.

Benny meminta kata membahas dimasukkan. Benny yang berdebat dengan anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani dan Wakil Ketua Komisi III Fraksi Golkar Adies Kadir menyindir KIB. Ia bilang, kata membahas perlu dimasukkan kecuali malah mengganggu 'KIB'.

"Saya kira Pak Benny, biarkan menyelesaikan, apakah kata menyelesaikan itu akan ada pembahasan itu akan diselesaikan dalam rapat internal. Makna kata menyelesaikan apakah akan membuka pada pembahasan atau pada makna tertentu karena logicnya," kata Arsul.

"Tidak salah juga kalau kata 'membahas' itu dimasukkan, ya kan enggak salah. Kecuali kalau menganggu KIB, lain soal," balas Benny.

"Bukan, (KIB) Koalisi Indonesia Bahagia maksudnya," sambung Benny mengelak.

Setelah perdebatan panjang, ujungnya pada poin kedua, tetap kata membahas tidak digunakan. Sehingga kesimpulan nomer kedua itu menjadi 'Komisi III dan Pemerintah untuk menyelesaikan RUU tentang KUHP khususnya terkait dengan 14 isu krusial RUU KUHP sebelum diserahkan ke pembicaraan tingkat selanjutnya'.

 


PPP Balik Sindir Demokrat soal KIB

Kapolri Diminta Atensi Insiden Meninggalnya Taruna Akpol
Perbesar
Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani meminta Kapolri Tito Karnavian memberi atensi terhadap insiden tewasnya salah satu Taruna Akpol.

Lantas, pada poin ketiga Benny kembali protes. Partai Demokrat tidak sepakat RUU Pemasyarakatan dilanjutkan untuk dibahas ke tingkat selanjutnya.

"Poin ketiga ini kan beda, kalau KUHP okelah, tapi yang ketiga ini kami punya sikap seperti semula kami menolak ini. Jadi kalau bisa jangan dimasukkan lah jangan tiba-tiba diusulkan diserahkan gimana kok tiba-tiba diserahkan jangan begini caranya, kita bahas baik-baik dulu sesuai mekanisme UU yang berlaku," kata Benny.

Lebih lanjut, Arsul pun membalas sindiran Benny sebelumnya. Kata dia, Partai Demokrat pada DPR periode sebelumnya telah setuju RUU Pemasyarakatan di tingkat pertama.

Karena itu, Arsul menyindir Benny alasan Demokrat menolak RUU Pemasyarakatan karena partai yang dikomandoi oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut tidak diajak bergabung di dalam KIB.

"Izin pak ketua interupsi, kok sekarang Pak Benny menolak? ini apa karena belum diajak masuk KIB?" kata Wakil Ketua Umum PPP ini yang disambut gelak tawa seisi ruangan.

Lebih lanjut Arsul berkelakar, Partai Demokrat seharusnya perlu diajak bergabung ke dalam KIB.

"Karena apa, karena pada periode lalu fraksi Partai Demokrat tidak menolak seingat saya dalam pembahasan tingkat pertama, itu lho nah itu tadi. Sekarang menolak? oh gitu. Itu berarti persoalannya Pak Adies (Adies Kadir Fraksi Golkar) perlu ngajak Pak Benny ke KIB udah itu aja," ungkapnya.


KIB Ajak Parpol Lain Bergabung

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)
Perbesar
Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mengajak partai politik lain untuk bergabung dalam koalisi yang dibentuk oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP tersebut.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menyebut, KIB masih terbuka untuk parpol lain bergabung. Airlangga juga mengungkapkan alasan kenapa parpol lain masih diajak bergabung kendati sudah ada tiga parpol di dalam KIB.

"Koalisi ini sangat terbuka dengan bergabungnya parpol lain untuk bersama-sama di dalam perahu ini," ujar Airlangga Hartarto ketika berpidato dalam acara Silaturahmi Nasional KIB di Jakarta, Sabtu, (4/6/2022).

Dia menuturkan, ajakan kepada parpol lain untuk bergabung, karena kebutuhan menjalin kerjasama dan kolaborasi yang besar dalam rangka membangun Indonesia.

"Kami menyadari, membangun bangsa tidak dapat dilakukan oleh satu golongan atau sendiri-sendiri. Membangun bangsa memerlukan sinergi, kerjasama dan kolaborasi," ucap Airlangga.

Airlangga mengatakan bahwa membangun koalisi merupakan langkah yang baik untuk dimulainya komunikasi yang intens antara partai politik.

"Kita memiliki visi dan misi partai. Kami memiliki pengalaman dalam pemerintahan. lihat saja para senior yang hadir pada malam ini rata-rata sudah memakan asam garam di berbagai kabinet," katanya.

"Dan bila para senior ini bisa kita jalin kerja sama ke depan, saya yakin partai-partai lain pun akan tertarik untuk bergabung dengan KIB. Dari berbagai pandangan dan pengalaman, kita harus satukan untuk tujuan yang sama menuju Indonesia yang maju," imbuh pria yang juga menjabat sebagai Menko Perekonomian ini.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

Infografis Manuver Koalisi Indonesia Bersatu, Konsolidasi Jelang Pemilu 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Manuver Koalisi Indonesia Bersatu, Konsolidasi Jelang Pemilu 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya