Soal Koalisi PDIP, Puan: Hanya Masalah Waktu, Bukannya Enggak Mau

Oleh Liputan6.com pada 06 Jul 2022, 05:29 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 05:29 WIB
Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Tahlil dan Gema Sholawat Cinta Tanah Air, Haul Bung Karno ke 52
Perbesar
Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Tahlil dan Gema Sholawat Cinta Tanah Air, Haul Bung Karno ke 52. (Dokumentasi PDIP).

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menyebut, koalisi PDIP dengan partai politik lain hanya tinggal menunggu waktu. Namun, ia tidak mengungkap parpol mana yang sudah beri lampu hijau akan bertemu dengan PDIP.

Puan hanya menyebut, dirinya dekat dengan semua pimpinan partai politik. Sehingga, mengenai koalisi cuma menunggu waktu yang tepat.

"Saya kan dekat dengan semuanya, dengan pimpinan partai dan ketum ketumnya. Jadi hanya masalah waktu saja, saya rasa semuanya akan pasti akan gembira dan menerima bersilaturahmi," kata Puan di DPC PDIP Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022)

Puan mengatakan, dirinya diminta Ketum Megawati Soekarnoputri untuk bisa bersilaturahmi dengan semua parpol hingga menjajaki kerja sama pilpres 2024. Tetapi, semua parpol punya mekanisme dan aturan masing-masing.

"Kapan bisa bersilahturami, kapan akan waktu yang tepat, dan bukannya enggak mau," ujar Ketua DPR ini.

Menurutnya, semua partai politik punya kesibukan masing-masing. Sehingga, persoalan koalisi hanya masalah teknis.

"Tapi Insya Allah silaturahmi dalam bergotong royong untuk membangun bangsa dan negara akan dilakukan oleh PDIP," kata Puan.

"Dan salah satunya akan dilakukan oleh saya dengan ketum atau pimpinan partai politik," pungkasnya.

 

 

 


Ojo Grusa Grusu

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menegaskan partainya tidak akan tergesa-gesa melakukan silaturahmi atau safari politik dengan parpol lain untuk keperluan Pilpres 2024. Djarot menyebut semua kader PDIP juga tegak lurus pada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Kalau pemilu kan masih 2024 ya jadi kalau hal-hal yang sifatnya teknis itu, kalau partai kan tetap tegak lurus ya pada hasil keputusan kongres apalagi soal pencapresan, makanya saya sampaikan ojo grusa grusu (terburu-buru)," kata Djarot di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (4/7/2022).

Djarot menyebut PDIP tidak akan menuruti napsu politik dengan terburu-buru melakukan manuver untuk Pilpres 2024.

"Ojo kesusu, apalagi terlalu emosi ojo apa ya grusa grusu, ojo keburu napsu. Kata orang tua saya kalau ada suatu apa pun itu jangan keburu nafsu tetapi tetap harus eling, waspodo," kata dia.

Apalagi, kata Djarot, Indonesia adalah negara yang sangat besar, sehingga membutuhkan pemimpin yang juga besar.

"Kan Indonesia negara besar banget dan tantangan ke depan sangat besar. Makanya ojo grusa grusu, ojo keburu napsu, ya tetap eling waspodo dengan keyakinan bahwa kita itu bangsa yang kaya kita itu bangsa yang besar, yang mampu membangun Indonsia bener-bener punya kedaulatan kemandirian punya kepribadian karakter," tuturnya.

Selain itu, Djarot menyebut Indonesia tidak menganut koalisi antar parpol melainkan kerjasama politik antar Parpol.

"Kita tidak mengenal koalisi dan oposisi tapi yang ada itu kerja sama. Kerja sana antar partai kerja sama antar masyarakat. Kalau kerja sama kita bangun apalagi untuk membawa indonesia ke depan kam tidak bisa sendiri-sendiri ya," pungkas Djarot.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra/Merdeka.com

Infografis Kader PDIP Tidak Loyal dan Sentilan Megawati. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Kader PDIP Tidak Loyal dan Sentilan Megawati. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya