Pemerintah Akan Jadikan Vaksinasi Booster Syarat Berbagai Kegiatan dan Perjalanan

Oleh Lizsa Egeham pada 04 Jul 2022, 14:55 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 14:55 WIB
Vaksinasi Booster Lansia di GOR Ciracas
Perbesar
Petugas medis menyuntikkan vaksin kepada warga di Gor Ciracas, Jakarta, Sabtu (19/3/2022). Vaksin booster diberikan kepada warga lanjut usia dan masyarakat berisiko tinggi tertular Covid-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akan menjadikan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau penguat (booster) sebagai syarat untuk berbagai kegiatan dan perjalanan. Nantinya, pemerintah akan menyiapkan vaksinasi booster di bandara.

"Tentunya dosis ketiga ini akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak dan juga untuk berbagai perjalanan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Senin (4/7/2022).

"Jadi tadi arahan Bapak Presiden untuk airport disiapkan vaksinasi dosis ketiga," sambungnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui saat ini capaian vaksinasi booster di Indonesia masih sedikit. Menurut dia, banyak masyarakat yang menganggap telah memiliki imun kuat karena sudah divaksin dua kali.

Padahal, kata Budi, khasiat vaksinasi akan mulai menurun usai enam bulan setelah penyuntikan. Untuk itu, masyarakat diminta segera mendapatkan vaksinasi booster agar kembali mendapatkan perlindungan dan tercegah dari penyebaran Covid-19.

"Hati-hati itu (booster) tidak ada buruknya. Disuntik itu apa sih, kalau saya sih mending disuntik daripada dicolok PCR karena hidungnya kan enggak enak sekali. Suntik ini kan sekali dalam enam bulan. Kita lakukan ini untuk kehati-hatian dan sangat bermanfaat," kata Budi.

Dia menyadari bahwa dibutuhkan cara-cara khusus agar masyarakat Indonesia mau divaksin booster. Budi menuturkan Presiden Jokowi memerintahkan agar dilakukan suatu pendekatan khusus agar masyarakat mau vaksinasi booster.

 


Arahan Jokowi untuk Tingkatkan Vaksinasi Booster

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi COVID-19 massal Tahap I bagi 6.000 Tenaga Kesehatan Wilayah DKI Jakarta di Istora Senayan Jakarta pada Kamis, 4 Februari 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

"Bapak presiden juga sadar bahwa orang Indonesia juga ada cara-cara khususlah untuk bisa terpacu agar mau booster. Sama seperti dulu, mau divaksinasi orang tua susah sekali. Tapi begitu masuk mal mesti divaksinasi, orang tua mau semua," ucap Menkes Budi.

"Orang Indonesia kan perlu pendekatan-pendekatan sosial yang inovatif seperti itu. Jadi mungkin arahan beliau cari pendekatan-pendekatan sosial yang inovatif agar msyarakat Indonesia jadi semangat dibooster kembali," sambung dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajarannya untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster Covid-19, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat interaksi tinggi. Pasalnya, kata Jokowi, capaian vaksinasi booster di Indonesia saat ini baru 24,5 persen.

"Saya kira ini terus kita dorong, saya minta Kapolri, Panglima TNI, dan juga Kemenkes, dan BNPB untuk mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antarmasyarakatnya tinggi," ujar Jokowi Jokowi dalam rapat terbatas Evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Infografis Kriteria Pemberian Vaksin Booster untuk Umum. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Kriteria Pemberian Vaksin Booster untuk Umum. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya