Menkes: 100 Persen Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Adalah Varian BA.4 dan BA.5

Oleh Lizsa Egeham pada 04 Jul 2022, 12:28 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 12:28 WIB
FOTO: Jumlah Kasus Aktif COVID-19 di Indonesia Melonjak
Perbesar
Para pekerja yang mengenakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (2/2/2022). Satgas Penanganan COVID-19 turut mencatat sebanyak 25 orang meninggal dunia, membuat total angka kematian mencapai 144.373 orang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus varian Covid-19BA.4 dan BA.5 sudah mulai mendominasi di Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan genome sequencing, hampir seluruh Covid-19 di DKI Jakarta adalah varian BA.4 dan BA.5.

"Sekarang di Indonesia BA.4 BA.5 sudah lebih dari 80 persen dari varian yang kita genome sequencing. Bahkan, untuk di DKI Jakarta sudah 100 persen itu adalah varian BA.4 dan BA,5," kata Budi Gunadi di Kantor Presiden, Senin (4/7/2022).

Menurut dia, puncak varian BA.4 dan BA.5 umumnya terjadi dalam 30 sampai 40 hari sejak kasus ditemukan. Adapun varian BA.4 dan BA.5 pertama kali ditemukan di Indonesia pada 30 hari lalu.

"Jadi kita mungkin masih ada waktu satu atau dua minggu ke depan. Kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain seharusnya puncaknya sudah tercapai," jelasnya.

"Data yang kami miliki menunjang memang karena hal tersebut. Jadi, biasanya itu puncak tercapai kalau dominasi satu varian sudah tinggi," sambung Budi.

Dia mengakui saat ini kasus Covid-19 di Indonesia tengah melonjak naik. Namun, Budi menuturkan kasus virus corona di Indonesia maupun Jakarta mulai melandai.

Pasalnya, kata Budi, kasus akan mulai menurun apabila sudah didominasi hampir 100 persen oleh satu varian. Hal ini bisa terlihat saat gelombang Covid-19 varian Delta dan Omicron.

"Jadi sekarang kita juga melihat walaupun kasus yang naik, tapi pelandaian mulai terjadi baik di Jakarta maupun di Indonesia," jelas Budi Gunadi.

Sebelumnya, masih terus dilaporkan di Indonesia adanya penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Terdapat penambahan 1.614 orang pada hari ini, Minggu (3/7/2022) positif Corona dilaporkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penananganan Covid-19.

Dengan begitu total akumulatif ada 6.093.917 orang di Indonesia terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19 hingga saat ini.


Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Akan Umumkan Aturan Baru soal PPKM

Pemerintah akan mengumumkan aturan baru terkait kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada hari ini, Senin (4/7/2022).

Nantinya, aturan tersebut akan diumumkan oleh Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan atau Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali Airlangga Hartarto.

"Benar, akan diumumkan hari ini oleh Koordinator Jawa-Bali atau Koordinator Luar Jawa-Bali," kata Dirjen Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal kepada wartawan, Senin.

Adapun Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga menggelar rapat soal PPKM pada Senin hari ini. Sejumlah menteri kabinet terpantau telah hadir di Istana Kepresidenan Jakarta pada pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa saat ini kasus Covid-19 sedang naik di semua negara. Kenaikan ini diakibatkan subvarian BA.4 dan BA.5.

Ia pun menyampaikan perkiraan puncak BA.4 dan BA.5 merujuk pada kasus-kasus yang terjadi di negara lain.

Menurutnya, ada beberapa negara seperti Australia, Afrika Selatan, dan Portugal yang sudah melampaui puncak BA.4 dan BA.5.

"Berapa tinggi sih mereka puncaknya? Rata-rata mereka berkisar antara 30 sampai 40 persen dari puncak Omicron sebelumnya. Jadi kalau Indonesia kan sebelumnya 58 ribu ya 30 persennya mungkin di bawah 20 ribu, itu puncak kasus per harinya," kata Budi usai memberi sambutan dalam acara Simposium Asosiasi Dokter Medis Sedunia (World Medical Association) tahun 2022 di Jakarta, Minggu (3/7/2022).


Kasus Covid-19 Naik Akibat Subvarian BA.4 dan BA.5

Perkiraan angka itu jika mengikuti pola kasus yang terjadi di negara-negara lain yang sudah melampaui puncak.

"Yang kedua yang kita amati juga, berapa cepat sih mencapai puncaknya? Itu rata-rata antara 28 sampai 34 hari sejak ditemukan BA.4 dan BA.5 di negara tersebut."

"Karena di Indonesia ditemukannya sesudah lebaran, kalau kita mengikuti pola di negara lain maka puncaknya kira-kira di minggu kedua atau minggu ketiga Juli," ujar Budi.

Infografis Gejala dan Pencegahan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Gejala dan Pencegahan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya