Top 3 News: Gempa Getarkan Nagan Raya, Aceh Bermagnitudo 5,1

Oleh Mevi LinawatiDevira PrastiwiPutu Merta Surya Putra pada 04 Jul 2022, 07:30 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 07:30 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi Gempa Bumi (Liputan6.com/Sangaji)

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait gempa bumi yang terjadi pada Minggu 3 Juli 2022 di wilayah Kabupaten Nagan Raya, Aceh dengan magnitudo 5,1.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lindu di Nagan Raya tersebut terjadi pada pukul 07:10:37 WIB.

Sementara, BMKG menyebut pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Meski demikian, disebutkan tak berpotensi tsunami. Ada pun lokasi gempa terletak pada koordinat 4.46 Lintang Utara (LU) dan 96.55 Bujur Timur (BT).

Kemudian, Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan 46 jemaah calon haji furoda yang sempat tertahan di bandara Jeddah, Arab Saudi dipulangkan ke Tanah Air. Saat tiba di Jeddah mereka sudah menggunakan pakaian ihram.

Disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief, 46 orang tersebut datang untuk berhaji tidak melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Travel yang dipakai pun bukan travel yang biasa memberangkatkan jemaah calon haji khusus.

Hilman lantas meminta kepada masyarakat hati hati memilih organisasi atau perusahaan yang akan memberangkatkan jemaah haji khusus atau umrah atau muzamalah atau furoda --Haji furoda itu haji mandiri, munfarid dan tidak di bawah Kementerian Agama--. Masyarakat harus mengecek apakah perusahaan tersebut terdata resmi.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah soal kondisi terkini Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kembali menunjukan aktivitas aktifnya.

Dalam tiga hari terakhir, Gunung Anak Krakatau meletus tiga kali dengan ketinggian abu vulkaniknya bervariasi, mulai dari 500 meter hingga 2.000 meter dari atas puncak.

Letusan terbaru gunung berapi di perairan Selat Sunda itu terjadi sekitar pukul 06.50 WIB pada Jumat pagi, 1 Juli 2022 dengan ketinggian 500 meter dari puncak gunung.

Meski begitu, berdasarkan laporan pegawai pos pantau Gunung Anak Krakatau Pasauran Fahrul Roji, status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Minggu 3 Juli 2022:

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


1. Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Nagan Raya Aceh

Bencana Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi Bencana Gempa Bumi Credit: pexels.com/Jose

Gempa bumi kembali getarkan Indonesia hari ini, Minggu 3 Juli 2022.

Gempa tersebut terjadi di Kabupaten Nagan Raya, Aceh dengan magnitudo 5,1.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa di Nagan Raya tersebut terjadi pada pukul 07:10:37 WIB.

Ada pun lokasi gempa terletak pada koordinat 4.46 lintang utara dan 96.55 bujur timur.

"36 km Timur Laut Kabupaten Nagan Raya, Aceh," tulis BKMG.

Sementara, BMKG menyebut pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Meski demikian, disebutkan tak berpotensi tsunami.

"Tidak berpotensi tsunami," jelas BMKG.

 

Selengkapnya...


2. Terdampar di Jeddah, 46 Jemaah Calon Haji Furoda Dipulangkan ke Indonesia

PT Angkasa Pura I  telah memberangkatkan sebanyak 39.296 calon jemaah haji selama periode 4-28 Juni 2022. (Dok Angkasa Pura I)
Perbesar
PT Angkasa Pura I telah memberangkatkan sebanyak 39.296 calon jemaah haji selama periode 4-28 Juni 2022. (Dok Angkasa Pura I)

Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan 46 jemaah calon haji furoda yang sempat tertahan di bandara Jeddah, Arab Saudi dipulangkan ke Tanah Air.

Saat tiba di Jeddah mereka sudah menggunakan pakaian ihram.

"Beberapa jemaah yang kemarin sempat terdampar di Jeddah dan alhamdulillah sehat-sehat dan sudah bisa kembali ke Indonesia," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief di Kantor Daker Makkah, Sabtu malam 2 Juli 2022.

Dia mengatakan, 46 orang tersebut datang untuk berhaji tidak melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Travel yang dipakai pun bukan travel yang biasa memberangkatkan jemaah calon haji khusus .

"Tapi ini travel biasa, kemudian dokumen yang digunakan juga tidak sesuai yang dipersyaratkan oleh Kerajaan Saudi Arabia, karena itu sempat terdampar di bandara. Jadi, visanya diperoleh dari negara lain, menggunakan kuota dari negara lain negara tapi berangkat dari Indonesia, tidak menggunakan juga travel dan tentu saja karena tidak menggunakan travel atau PIHK resmi maka mereka juga tidak laporan. Kalau sudah begitu ini sayang sekali," terang Hilman.

Dia menerangkan, pernah juga ada kasus serupa di kasus umrah. Ada sejumlah orang terdampar sebelum pelaksanaan ibadah haji ini dan akhirnya menimbulkan masalah karena harus tinggal di Arab Saudi menambah waktu dua hingga tiga hari yang semuanya memerlukan biaya.

 

Selengkapnya...


3. Tiga Fakta Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Begini Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau
Perbesar
Aktivitas Gunung Anak Krakatau dari udara yang terus mengalami erupsi, Minggu (23/12). Dari ketinggian Gunung Anak Krakatau terus mengalami erupsi dengan mengeluarkan kolom abu tebal. (Liputan6.com/Pool/Susi Air)

Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali memperlihatkan keaktifannya. Dalam tiga hari terakhir, Gunung Anak Krakatau meletus tiga kali dengan ketinggian abu vulkaniknya bervariasi, mulai dari 500 meter hingga 2.000 meter dari atas puncak.

Letusan terbaru gunung berapi di perairan Selat Sunda itu terjadi sekitar pukul 06.50 WIB pada Jumat pagi, 1 Juli 2022 dengan ketinggian 500 meter dari puncak gunung.

"Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam ke arah timur laut," tulis laporan petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) Pasauran, Kabupaten Serang, Banten Deny Mardioni, mengutip Magma Indonesia, aplikasi resmi milik Kementrian ESDM, Jumat 1 Juli 2022.

Dijelaskan Deny, erupsi tersebut terekam di alat seismogram dengan amplitudo maksimum 42 mm, berdurasi 1 menit 17 detik dan tidak terdengar suara dentuman.

"Kemudian erupsi terjadi di tanggal 30 Juni 2022 pukul 18.17 WIB dengan ketinggian 1.000 meter dari atas puncak," terang Deny.

Menurut Deny, kolom abu berwarna kelabu hingga hitam ke arah timur laut mengikuti embusan angin.

 

Selengkapnya...

Infografis Rentetan Gempa di Cincin Api Pasifik
Perbesar
Infografis Rentetan Gempa di Cincin Api Pasifik. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya