Puan Maharani Diberi Tugas Jalin Komunikasi PDIP dengan Parpol Lain

Oleh Liputan6.com pada 03 Jul 2022, 18:06 WIB
Diperbarui 03 Jul 2022, 18:06 WIB
Tok, Puan Maharani Resmi Jadi Ketua DPR 2019-2024
Perbesar
Ketua DPR RI 2019-2024 Puan Maharani mengetuk palu saat memimpin sidang paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Sesuai hasil rapat konsultasi dan perwakilan parpol pimpinan DPR Puan Maharani dari PDIP resmi sebagai Ketua DPR RI. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengemban tugas untuk membangun kerja sama politik dengan partai lain untuk menyongsong Pemilu 2024. Komunikasi itu juga dikerjakan sekaligus dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR RI.

"Tentunya beliau juga punya agenda. Di sela-sela itu tentu beliau akan memprioritaskan untuk berkerja sama berkomunikasi dengan seluruh partai," ujar Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (3/7/2022).

Djarot mengatakan, Puan terus melakukan komunikasi politik dengan partai yang memiliki fraksi-fraksi di DPR.

"Dan sampai sekarang pun juga dilakukan kan. Di DPR juga ketemu dengan fraksi-fraksi itu. Itu kan juga berkomunikasi," kata Djarot.

Menurut Djarot, Puan memiliki kapasitas yang layak menjadi jembatan penghubung PDIP dengan partai-partai lain. Di DPP, lanjut dia, Puan juga memegang jabatan Ketua Bidang Politik.

"Mbak Puan itu ditugaskan kan beliau sebagai Ketua DPR. Tentunya lebih luas dan semua fraksi-fraksi itu ada di DPR. 9 fraksi. Kemudian ingat bahwa Mbak Puan juga Ketua DPP bidang Politik. Dan Mbak Puan juga putrinya Ibu Mega," ucap Djarot.

"Ini cukup layak kalau Mbak Puan ditugaskan untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan partai-partai pendukung pemerintah," tegas anggota DPR RI ini.

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memimpin konsolidasi kader partai se-Sumatera Barat, Kota Padang, Sabtu 2 Juli 2022.

Hasto menyampaikan salam dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri serta membakar semangat juang kader demi memenangkan pemilu ketiga kalinya di tahun 2024.

“Sebelum berangkat ke sini, saya tadi menghadap ke Bu Mega. Bu Mega sampaikan salam kepada saudara sekalian, seluruh kader PDI Perjuangan di Sumatera Barat, dari pengurus DPD, DPC, ranting, hingga satgas partai,” kata Hasto, Sabtu 2 Juli 2022.

 


Pesan Megawati Soekarnoputri

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di KPK, Senin (27/6/2022)
Perbesar
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di KPK, Senin (27/6/2022). (Liputan6.com/Fachrur Rozie)

Kata Hasto, Megawati menyampaikan bahwa semua kader pasti mengalami banyak tantangan di Sumatera Barat ini.

“Tapi Ibu Mega bilang anda tak sendiri. Karena kita adalah kesatuan kekuatan kebangsaan yang menyatu dari Aceh hingga Papua, menyatu di bawah panji-panji Nasionalis Soekarnois yang menjadikan rakyat sebagai inti kekuatan Partai,” ujarnya.

Hasto lalu mengatakan bahwa semua pemimpin lahir dari proses ujian. Termasuk para kader partai. Bahkan sebagai bangsa, Indonesia mengalami gemblengan dan ditempa oleh revolusi.

“Bung Karno dan Bung Hatta saja dibuang di masa penjajahan. Namun ketika mengalami hambatan, pemimpin takkan pernah hilang api perjuangannya,” kata Hasto.

Hasto lalu memberi teladan dari Bung Karno, bagaimana saat pembuangan di Bengkulu ia mengalami susahnya kultur yang ada. Namun, Bung Karno tak berhenti dan akhirnya memenangkan hati rakyat.

“Apa yang dilakukan Bung Karno dan Bung Hatta adalah kualitas seorang pemimpin yang tak berhenti bergerak di tengah kondisi apa pun,” kata Hasto.

Hasto juga menceritakan teladan kerja keras dari Ketua Umum Megawati. Di zaman Orde Baru, Megawati bergerak ke rakyat di bawah intaian mata-mata rezim.

“Layaknya tower telepon, apa yang dilakukan Bu Mega dengan keliling Indonesia melantik koordinator kecamatan, bagaikan memasang banyak tower signal. Hampir di seluruh Indonesia. Sehingga akhirnya di 1999 menjadi parpol pemenang pemilu,” kata Hasto.

Dia mengatakan, sama seperti yang dilakukan Soekarno dan Megawati, berpolitik adalah bergerak ke rakyat bukan ke elite. Kader PDIP harus mencari ide-ide baru untuk menembus batas untuk semakin dekat dengan rakyat.

"Idea over opinion. Itu yang pertama,” kata Hasto.

 


Spirit Lahirkan Tekad

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto
Perbesar
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat Seminar Peringatan Hari Lahir Pancasila di Universitas Pertahanan (Unhan). (Foto: Dokumentasi PDIP).

Selain itu, adalah imajinasi yang inheren dengan kepentingan partai. Ketiga adalah spirit juang. Kata Hasto, untuk mencapai ide dan imajinasi itu, harus dengan spirit juang untuk mencapai tahapan-tahapan yang menang harus dilewati.

“Spirit akan melahirkan tekad yang akan melahirkan tindakan strategis. Tanpa anda sadari, kalau itu anda lakukan, maka anda akan mencapainya,” ujarnya.

“Kenali kondisi masyarakat Sumatera Barat dengan tradisi Islam yang begitu kuat. Pahami itu dan bergerak ke bawah, dan selami kehidupan rakyat. Ketika semua dilakukan dengan niat baik, maka rakyat pasti akan menerima kita. Dengan pergerakan seperti itu, Partai meyakini bisa memenangkan pemilu tiga kali berturut-turut. Kekuatan kita kalau disatukan akan menjadi kekuatan dashyat," pungkas Hasto.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber : Merdeka.com

Infografis Kader PDIP Tidak Loyal dan Sentilan Megawati. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Kader PDIP Tidak Loyal dan Sentilan Megawati. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya