Konsolidasi Partai di Sumbar, Sekjen Hasto Bakar Semangat Kader PDIP

Oleh Liputan6.com pada 03 Jul 2022, 01:03 WIB
Diperbarui 03 Jul 2022, 01:03 WIB
PDIP
Perbesar
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memimpin konsolidasi kader partai se-Sumatera Barat, Kota Padang, Sabtu 2 Juli 2022. (Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memimpin konsolidasi kader partai se-Sumatera Barat, Kota Padang, Sabtu 2 Juli 2022. Hasto menyampaikan salam dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri serta membakar semangat juang kader demi memenangkan pemilu ketiga kalinya di tahun 2024.

“Sebelum berangkat ke sini, saya tadi menghadap ke Bu Mega. Bu Mega sampaikan salam kepada saudara sekalian, seluruh kader PDI Perjuangan di Sumatera Barat, dari pengurus DPD, DPC, ranting, hingga satgas partai,” kata Hasto, Sabtu (2/6/2022).

Kata Hasto, Megawati menyampaikan bahwa semua kader pasti mengalami banyak tantangan di Sumatera Barat ini.

“Tapi Ibu Mega bilang anda tak sendiri. Karena kita adalah kesatuan kekuatan kebangsaan yang menyatu dari Aceh hingga Papua, menyatu di bawah panji-panji Nasionalis Soekarnois yang menjadikan rakyat sebagai inti kekuatan Partai,” ujarnya.

Hasto lalu mengatakan bahwa semua pemimpin lahir dari proses ujian. Termasuk para kader partai. Bahkan sebagai bangsa, Indonesia mengalami gemblengan dan ditempa oleh revolusi.

“Bung Karno dan Bung Hatta saja dibuang di masa penjajahan. Namun ketika mengalami hambatan, pemimpin takkan pernah hilang api perjuangannya,” kata Hasto.

Hasto lalu memberi teladan dari Bung Karno, bagaimana saat pembuangan di Bengkulu ia mengalami susahnya kultur yang ada. Namun, Bung Karno tak berhenti dan akhirnya memenangkan hati rakyat.

“Apa yang dilakukan Bung Karno dan Bung Hatta adalah kualitas seorang pemimpin yang tak berhenti bergerak di tengah kondisi apa pun,” kata Hasto.

Hasto juga menceritakan teladan kerja keras dari Ketua Umum Megawati. Di zaman Orde Baru, Megawati bergerak ke rakyat di bawah intaian mata-mata rezim.

“Layaknya tower telepon, apa yang dilakukan Bu Mega dengan keliling Indonesia melantik koordinator kecamatan, bagaikan memasang banyak tower signal. Hampir di seluruh Indonesia. Sehingga akhirnya di 1999 menjadi parpol pemenang pemilu,” kata Hasto.

Dia mengatakan, sama seperti yang dilakukan Soekarno dan Megawati, berpolitik adalah bergerak ke rakyat bukan ke elite. Kader PDIP harus mencari ide-ide baru untuk menembus batas untuk semakin dekat dengan rakyat.

"Idea over opinion. Itu yang pertama,” kata Hasto.

 


Spirit Lahirkan Tekad

Selain itu, adalah imajinasi yang inheren dengan kepentingan partai. Ketiga adalah spirit juang. Kata Hasto, untuk mencapai ide dan imajinasi itu, harus dengan spirit juang untuk mencapai tahapan-tahapan yang menang harus dilewati.

“Spirit akan melahirkan tekad yang akan melahirkan tindakan strategis. Tanpa anda sadari, kalau itu anda lakukan, maka anda akan mencapainya,” ujarnya.

“Kenali kondisi masyarakat Sumatera Barat dengan tradisi Islam yang begitu kuat. Pahami itu dan bergerak ke bawah, dan selami kehidupan rakyat. Ketika semua dilakukan dengan niat baik, maka rakyat pasti akan menerima kita. Dengan pergerakan seperti itu, Partai meyakini bisa memenangkan pemilu tiga kali berturut-turut. Kekuatan kita kalau disatukan akan menjadi kekuatan dashyat," pungkas Hasto.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra/Merdeka.com

Infografis Kader PDIP Tidak Loyal dan Sentilan Megawati. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Kader PDIP Tidak Loyal dan Sentilan Megawati. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya