Selain Jokowi, Tak Ada Kepala Negara yang Bisa Bawa Ibu Negara ke Rusia-Ukraina

Oleh Liputan6.com pada 02 Jul 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 03 Jul 2022, 14:25 WIB
Jokowi dan Iriana di Rusia (instagram/jokowi)
Perbesar
Jokowi dan Iriana di Rusia (instagram/jokowi)

Liputan6.com, Jakarta - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Widodo ke Ukraina dan Rusia, bukan hanya menuai apresiasi di jagad nasional. Internasional pun menaruh pujian kepada Jokowi atas misi perdamaian yang dibawa.

Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, punya catatan khusus terkait kunjungan yang dilakukan Jokowi. Menurut Burhanuddin, kehadiran Jokowi ke Ukraina dan Rusia mencatatkan sejarah penting.

Musababnya, tidak ada pemimpin negara di dunia yang bisa diterima secara terbuka oleh Rusia dan Ukraina.

“Ini sejarah, di mana belum ada pemimpin negara di dunia yang bisa diterima secara terbuka oleh dua negara yang sedang berperang, yakni Rusia dan Ukraina, selain Jokowi,” kata Burhanuddin dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/7/2022).

Selain itu, Burhanuddin mengingatkan, ada catatan sejarah lain yang ditorehkan Jokowi selama menjalani misi perdamaian tersebut.

Menurut Burhanuddin, tidak ada pemimpin negara yang bisa masuk ke Ukraina dengan membawa Ibu Negara, termasuk turut memberikan sumbangan kemanusiaan.

“Hebatnya, ini dilakukan dengan tidak diam-diam, bahkan terbuka dan dipublikasi secara luas. Boris Johnson (Perdana Menteri Inggris) saja masuk ke Ukraina secara diam-diam dan tidak membawa keluarga,” kata Burhanuddin.


Perbedaan

Dalam penilaian Burhanuddin, ada yang membedakan Jokowi dengan kepala negara lain dalam kunjungannya ke negara konflik.

Bagi Burhanuddin, Jokowi datang dengan membawa motif kemanusiaan. “Kalau tidak ada yang mendamaikan, maka dunia terancam krisis pangan serius. Ini karena Ukraina itu produsen gandum, sementara Rusia pupuk,” jelas Burhanuddin.

Serupa Burhanuddin, Ketua MPR Bambang Soesatyo juga memuji misi perdamaian Jokowi dengan berkunjung langsung ke Ukraina dan Rusia.


Inisiatif

Menurut Bamsoet, Bambang Soesatyo karib disapa, eskalasi ketidakpastian global harus segera diakhiri. Hal tersebut, kata Bamsoet, sebelum rangkaian eksesnya memperluas bencana kemanusiaan akibat terganggunya rantai pasok bahan pangan dan mahalnya harga energi.

Indonesia, melalui Presiden Jokowi, telah mengambil inisiatif untuk upaya mengakhiri ketidakpastian tersebut.

“Inisiatif itu ditandai oleh pertemuan Presiden Joko Widodo dengan pemimpin Rusia dan pemimpin Ukraina, plus pertemuan dengan para pemimpin negara-negara anggota G-7,” jelas Bamsoet.

Infografis Rencana Kunjungan Jokowi ke Ukraina-Rusia di Tengah Konflik
Perbesar
Infografis Rencana Kunjungan Jokowi ke Ukraina-Rusia di Tengah Konflik (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya