Istri Tjahjo Kumolo: Bapak Ingin Meninggal dalam Tugas

Oleh Liputan6.com pada 02 Jul 2022, 06:52 WIB
Diperbarui 02 Jul 2022, 09:49 WIB
FOTO: Pemakaman Menpan RB Tjahjo Kumolo Dihadiri Sejumlah Tokoh
Perbesar
Anggota TNI mengiringi jenazah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menuju lokasi pemakaman di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta, Jumat (1/7/2022). Menpan RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7) sekitar pukul 11.10 WIB. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Erni Guntarti, istri dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, ikut mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir suaminya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Diketahui, Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7), sekitar pukul 11.10 Wib.

Selama mengikuti prosesi pemakaman, Erni terus didampingi oleh anak, menantu serta cucunya. Saat itu, ia tampak mengenakan pakaian pakaian berwarna hitam, penutup kepala (kerudung) cokelat serta selendang berwarna ungu.

Masih di lokasi pemakaman Tjahjo Kumolo, Erni sempat menceritakan pertemuan antara dirinya dengan almarhum Tjahjo Kumolo kepada awak media. Ibu tiga anak itu mengaku, perkenalan dengan suaminya sejak semasa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Saya dengan bapak sudah kenal lama sekali, soalnya kami teman sejak sekolah, sejak SMP, SMA, Kuliah dan bersama dan sudah dekat sekali, sudah lama kenal. Pokoknya ketika itu ya hidup apa adanya," kata Erni di lokasi, Jumat (1/7/2022).

Saking dekatnya antara Erni dengan Tjahjo, ia dulu bahkan sempat mengganggap Tjahjo sudah seperti saudara sendiri. Karena, perkenalan keduanya sudah sempat lama.

"Kenangan ya banyak sekali. Sudah lama, malah seperti sudah saudara banget karena sudah dari kecil," ujarnya.

Di mata dirinya, sosok Tjahjo merupakan orang yang tak pernah melarang yang dikerjakan oleh Erni. Apalagi, melarang profesinya yang merupakan sebagai dokter di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Bapak sih selalu mendukung apa pun yang saya kerjakan. Karena saat saya kerja, apa yang saya kerjakan sebagai dokter waktu itu di klinik DPR, bapak enggak pernah melarang saya yang saya kerjakan. Jadi enggak harus di rumah," ungkapnya.

Sebelum wafat, ternyata Tjahjo sempat bilang kepadanya ingin meninggal dunia dalam keadaan sedang bertugas. Tak hanya itu, setiap tidur Tjahjo juga selalu mendengarkan lantunan ayat suci Al-quran.

"(Terakhir sampaikann apa?) Enggak ada sih, cuma yang saya ingat bapak ingin meninggal dalam tugas. Itu aja sih. Saya belum tahu apa itu firasat-firasat apa. Kita enggak tahu berapa bulan bapak kalau tidur selalu mendengarkan alunan ayat suci, yang biasanya enggak begitu, itu sudah sebulan itu pas mau tidur sampe tertidur sampe pagi," ungkapnya.

"Kebiasaan baru bapak maksud saya. Kalau bangun tahajud dan mendengarkan alunan ayat suci sampe pagi. Itu terakhir yang saya ingat," tutupnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Meninggal di RS Abdi Waluyo

Diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal hari ini Kamis (1/7) sekitar pukul 11.10 WIB. Hal itu disampaikan oleh politisi PDIP Junimart Girsang.

"Ya, tadi jam 11.10 di RS Abdi Waluyo," ujar Junimart saat dihubungi merdeka.com.

Sebelumnya, Tjahjo sempat mendapat perawatan intensif sejak beberapa hari yang lalu di RS Abdi Waluyo.

Sekretaris Kementerian PAN-RB Rini Widyantini menjelaskan, kondisi politikus PDI Perjuangan itu tidak koma. Tapi harus menjalani perawatan intensif.

"Bapak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo sedang sakit dan dirawat di rumah sakit," kata Rini dalam keterangannya, Jumat (24/6).

Dia menegaskan, Menteri Tjahjo masih sadarkan diri. Namun memang harus dirawat intensif. Namun, Kemenpan-RB belum dapat menjelaskan penyakit yang dialami oleh Tjahjo.

"Beliau tidak koma, namun harus menjalani perawatan secara intensif sampai kondisi keseluruhan stabil dan membaik," jelasnya.

Rini meminta didoakan agar Tjahjo bisa segera sembuh.

"Kami mohon doa dari Bapak dan Ibu sekalian, teman-teman media dan seluruh masyarakat Indonesia terkait kondisi kesehatan Bapak Tjahjo Kumolo. Semoga beliau segera membaik. Berikut yang dapat kami sampaikan hingga saat ini," katanya.

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya