Puan Merasa Kehilangan dengan Kepergian Tjahjo Kumolo: Seperti Keluarga Sendiri

Oleh Liputan6.com pada 01 Jul 2022, 13:22 WIB
Diperbarui 01 Jul 2022, 13:23 WIB
20170220-Menko PMK Puan Maharani Pimpin Rakor Persiapan Asian Games 2018-Jakarta
Perbesar
Menko PMK, Puan Maharani (kiri) bersalaman dengan Mendagri Tjahjo Kumolo jelang rakor tingkat menteri di Jakarta, Senin (20/2). Rapat membahas persiapan pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPR RI yang juga politikus PDIP Puan Maharani merasa kehilangan dengan meninggalnya Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Dia pun menyebut, almarhum seperti keluarga sendiri. Bahkan sering memanggil dengan sebutan om.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Saya sangat berduka. Pak Tjahjo sudah seperti keluarga sendiri. Saya memanggil beliau Om karena sudah kenal beliau sejak saya kecil sebagai teman orang tua saya. Bahkan anak-anak pun memanggil beliau dengan sebutan eyang," kata Puan, Jumat (1/7/2022).

"Saya kehilangan salah satu senior yang berpengaruh bagi perjalanan karier politik saya sampai hari ini. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk sanak keluarga yang ditinggalkan. Semoga beliau husnul khatimah," sambungnya.

Puan mengenang Tjahjo sebagai sosok senior di PDIP yang sederhana, tenang dan memiliki kecerdasan emosi serta spiritualitas yang tinggi.

"Saat PDI Perjuangan di luar pemerintahan, kebetulan Om Tjahjo Sekjen Partai sekaligus Ketua Fraksi di DPR. Sungguh ketenangan dan kematangan berpolitik Om Tjahjo sangat terlihat ketika kami yang kala itu berada di luar pemerintahan harus mengambil keputusan-keputusan penting," kata dia.

Puan juga mengenang bagaimana Tjahjo terus mendampinginya sewaktu dia menjabat Ketua Fraksi PDIP DPR pada 2012.

"Saat saya menggantikan tugas Om Tjahjo sebagai Ketua Fraksi, beliau tetap mendampingi saya di awal-awal. Bahkan ruangan beliau sengaja berhadap-hadapan dengan ruangan saya, agar selalu cepat koordinasi tentang sikap fraksi yang saat itu sangat krusial," kata dia.

 


Alami Infeksi Paru-paru

Sebelumnya, Tjahjo Kumolo meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif sejak beberapa hari yang lalu.

Tjahjo meninggal pada pukul WIB 11.10 WIB di RS Abdi Waluyo, Jakarta pada Jumat (1/7/2022).

Hal ini diungkapkan oleh putri Tjahjo Kumolo, Rahajeng Widyaswari, di RS Abdi Waluyo, Minggu (26/6/2022).

Rahajeng Widyasari mengatakan ayahnya mengalami infeksi yang menyebar sampai ke paru-paru.

"Ada infeksi yang menyebar sampai ke paru-parunya," ujar dia.

Ajeng menjelaskan nantinya jenazah Tjahjo Kumolo akan dibawa ke rumah dinas Menteri PANRB di Jl. Widya Chandra IV Nomor 22, Jakarta Selatan untuk dimandikan untuk selanjutnya disemayamkan di rumah pribadinya di Kalibata.

 


Djarot Minta Doa

Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo pada pukul 11.00 WIB.

Kabar tersebut dibenarkan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat. “Benar (meninggal dunia) sekitar jam 11.00 di RS Abdi Waluyo,” kata Djarot pada Liputan6.com, Jumat (1/7/2022).

Djarot mengaku belum mendapat detail informasi terkait penyebab kematian dan pemakaman rekan separtainya itu.

“Belum dapat informasi detail ya dari kelurga dan teman-teman,” kata Djarot.

Djarot meminta doa agar Tjahjo Kumolo diterima di sisi Allah. “Mohon doanya ya, semoga Almarhum diterima di sisinya,” katanya.

 

Reporter: Genantan Saputra/Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya