Gerindra Puji Niatan Jokowi Bawa Misi Perdamaian untuk Atasi Krisis Energi dan Pangan

Oleh Liputan6.com pada 29 Jun 2022, 12:33 WIB
Diperbarui 29 Jun 2022, 12:46 WIB
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bertolak menuju Kyiv menggunakan kereta api luar biasa, Selasa (28/06/2022). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Perbesar
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bertolak menuju Kyiv menggunakan kereta api luar biasa, Selasa (28/06/2022). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ibu Negara Iriana berangkat menuju Kyiv Ukraina, Selasa 28 Juni 2022.

Jokowi berharap misi perdamaian yang dibawanya dapat berjalan dengan baik saat bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Terkait hal tersebut, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang menurutnya sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia bertanggung jawab untuk turut serta dalam upaya menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia.

"Kami sangat mengapresiasi tindakan Presiden Jokowi dalam melakukan misi perdamaian ke Ukrainan dan Rusia guna mencegah perang yang berkelanjutan. Langkah ini untuk mendorong perdamian dunia sesuai amanat UUD 1945. Langkah presiden ini strategis untuk menghindari ancaman krisis pangan dan energi akibat perang tersebut," kata Muzani dalam keterangannya, Rabu (29/6/2022).

Perang Ukraina-Rusia telah memicu krisis pangan dan energi yang menimbulkan peningkatan harga-harga komoditas dunia. Dampak tersebut secara langsung dirasakan oleh negara-negara di dunia. Maka penting bagi Indonesia sebagai Presidensi G20 untuk menggunakan pengaruhnya guna meredam perang Ukraina-Rusia.

"Sebagai presidensi G20, keputusan Presiden Jokowi melaksanakan misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia merupakan langkah penting dan strategis untuk meredam perang yang berkepanjangan. Karena itu menjadi harapan bagi masyarakat dunia untuk kembali meringankan krisis pangan dan energi yang saat ini menjadi ancaman dan tantangan nyata bagi negara-negara dunia," ujar Muzani.

"Krisis pangan dan energi ini telah menghambat distribusi bagi aktivitas ekonomi, industri, serta tranaportasi dunia. Dan itu menyebabkan berbagai komoditas mengalami kelangkaan dan kenaikan harga yang sangat signifikan. Masalah ini harus segera di atasi oleh negara-negara yang memiliki pengaruh kuat seperti Indonesia dan negara yang tergabung dalam G7 maupum G20," tambah Wakil Ketua MPR itu.

Muzani juga berharap agar negara-negara G7 dan G20 ikut serta dalam upaya membuka kembali keran kerjasama ekonomi dengan Ukraina dan Rusia.

"Ancaman krisis pangan ekstrim semakin nyata apabila negara-negara yang tergabung dalam G7 dan G20 tidak membuka keran kerjasama ekonomi dengan Rusia dan Ukraina. Itu sebabnya seruan Presiden Jokowi untuk tidak membaned atau embargo produk-produk unggulan Ukraina dan Rusia harus diikuti oleh negara-negara lainnya,"kata Muzani.

 


Semoga Dimudahkan

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ibu Negara Iriana berangkat menuju Kyiv Ukraina, Selasa 28 Juni 2022. Dia berharap misi perdamaian yang dibawanya dapat berjalan dengan baik saat bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

"Kami memulai misi perdamaian ini dengan niat baik. Semoga dimudahkan," kata Jokowi melalui akun Instagramnya @jokowi, Rabu (29/6/2022).

Adapun Jokowi berangkat ke Ukraina dengan menggunakan kereta luar biasa dari peron 4 Stasiun Przemysl Glowny di kota Przemysl, Polandia, pukul 21.15 waktu setempat. Dia didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Perjalanan dari Polandia ke Ukraina diperkirakan akan memakan waktu sekitar 12 jam. Jokowi dan rombongan diprediksi akan tiba di Ukraina pada Rabu hari ini.

Sebelumnya, Jokowi dan rombongan akan berangkat ke Ukraina untuk menemui presiden negara itu yakni Volodymyr Zelenskyy. Di sana, ia akan mengajak Zelenskyy untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian.

"Akan bertemu dengan Presiden Zelensky misinya adalah mengajak presiden Ukraina untuk membuka ruang dialog, dalam rangka perdamaian untuk membangun perdamaian. Karena perang memang harus dihentikan dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali," ujar Jokowi, Minggu 26 Juni 2022.

 


Ke Rusia

Setelah dari Ukraina, Jokowi akan lanjut melakukan kunker ke negara lain yaitu Rusia.

Nantinya, ia akan menemui Presiden Vladimir Putin dengan misi yang sama dibawanya ke negara sebelumnya.

"Dari Ukraina saya akan menuju ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin, sekali lagi dengan misi yang sama. Saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," jelasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya