Airlangga dan Zulkifli Hasan Dinilai Punya Kans Paling Besar di Usung Capres oleh KIB

Oleh Liputan6.com pada 28 Jun 2022, 19:36 WIB
Diperbarui 28 Jun 2022, 21:18 WIB
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto didampingi Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa mengumumkan koalisi parpol untuk Pemilu 2024
Perbesar
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto didampingi Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa mengumumkan koalisi parpol untuk Pemilu 2024. Kesepakatan politik ini disampaikan di Rumah Heritage Jakarta, Kamis (12/5/2022) malam. (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memberikan isyarat menolak mengusung Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. KIB diprediksi akan mengusung ketum tiga parpolnya yakni Golkar, PAN dan PPP untuk menjadi capres atau cawapres.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, melihat peta politik di Internal KIB. Menurut dia, besar peluang Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan untuk diusung oleh KIB.

"Kalau capres-cawapres internal terus didengungkan, maka saya melihat dari kalkulasi politik dan matematis, kan hanya Golkar yang secara resmi dalam Munas dan Rapimnas Golkar di tahun-tahun lalu, yang sudah resmi mengusung Airlangga sebagai capres," kata Ujang, Selasa (28/6/2022).

Ujang menambahkan, secara matematis, kekuatan Golkar dibandingkan dengan PAN dan PPP di KIB, lebih banyak. "Kalau tidak salah 85 kursi Golkar, 44 kursi PAN dan 19 kursi PPP," ucap Ujang.

"Artinya kalau dari internal ingin dicapreskan ya tentu Airlangga dalam konteks kalkulasi politik dan matematik," tambahnya.

Sementara, terkait cawapres KIB, tentu antara Zulkifli Hasan atau Zulhas dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

"Kelihatannya ke Zulhas, secara bergaining politik lebih baik dibandingkan PPP hanya 19 kursi dibandingkan PAN 44 kursi," kata Ujang.

Ujang juga menyoroti soal kemungkinan KIB melakukan 'transfer' tokoh untuk diusung KIB. Namun, peluang itu dinilai akan merugikan KIB. Sebab, ia melihat bahwa soliditas KIB dan tokoh dari internal itu sangat bagus dan luar biasa.

"Karena di situ ada marwah partai yang terjaga. Suka tidak suka, senang-tidak senang, ya mereka harus berjuang mati-matian agar capres dari internal. Buat apa mereka berkarierbdi parpol lalu berkoalisi dan tau-tau capres-cawapres dari ekternal, kan lucu," jelasnya.

KIB menegaskan jika pihaknya akan mengusung calon presiden (capres) di Pemilu 2024 hanya dari pihak internal partai yang tergabung dalam KIB.

 


Coret Nama Ganjar dan Prabowo

KIB pun mencoret nama-nama eksternal yang selama ini beredar di publik. Di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dari daftar tokoh yang akan diusung sebagai bakal capres untuk bertarung di Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP PPP Syarifah Amelia. Sebab, Prabowo dan Ganjar keduanya tidak bergabung dengan KIB.

"Tentu tidak (diusung) karena itu di luar koalisi. Jadi seperti yang kita sampaikan kalau PPP sendiri terkait KIB kami berharap kader terbaik yang ada di dalam KIB (untuk diusung)," kata Amelia saat diwawancarai di Jakarta Selatan, Jumat (24/6).

Lebih lanjut, Amelia menyampaikan bahwa KIB akan fokus mempersiapkan kader internal dari PPP, PAN dan Golkar sebelum melirik tokoh eksternal. "Tentu tidak benar (mengusung Ganjar). Karena yang pertama, marwah kita adalah mendukung kader-kader internal," kata Amelia.

Lebih lanjut, Amelia mengatakan, KIB memiliki sosok terbaik yang siap diusung untuk menjadi capres. Di antaranya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua PPP Suharso Monoarfa.

"Kemudian juga beberapa waktu lalu PDIP menegaskan bahwa kader-kadernya itu tidak membukakan pintu untuk diusung oleh koalisi atau partai lain. Sehingga ini jawaban dari kedua belah pihak sudah menutup pintu untuk itu," ungkapnya.

 

Infografis Manuver Koalisi Indonesia Bersatu, Konsolidasi Jelang Pemilu 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Manuver Koalisi Indonesia Bersatu, Konsolidasi Jelang Pemilu 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya