Bertambah 111.559, Penerima Vaksin Booster Covid-19 Capai 50.027.651 Orang

Oleh Liputan6.com pada 26 Jun 2022, 22:29 WIB
Diperbarui 26 Jun 2022, 22:29 WIB
Vaksinasi Booster Lansia di GOR Ciracas
Perbesar
Petugas medis menyuntikkan vaksin kepada warga di Gor Ciracas, Jakarta, Sabtu (19/3/2022). Vaksin booster diberikan kepada warga lanjut usia dan masyarakat berisiko tinggi tertular Covid-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat penerima vaksin dosis penguat (vaksin booster) di Indonesia bertambah 111.559 orang pada Minggu (26/6/2022).

Sehingga, total penerima vaksin booster Covid-19 sampai saat ini mencapai 50.027.651 orang.

"Sebanyak 39.601 orang mendapatkan vaksin dosis lengkap pada hari ini sehingga total hingga kini menjadi 168.823.775 orang," terang data Satgas Penanganan Covid-19, mengutip dari Antara, Minggu (26/6/2022).

Sementara, total vaksinasi Covid-19 dengan dosis pertama mencapai 201.366.276 orang atau mengalami tambahan sebanyak 16.044 orang.

Masyarakat diimbau terus melaksanakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sebelumnya, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 terus melaporkan di Indonesia masih ada penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona.

Per data hari ini, Minggu (26/6/2022), penambahan kasus ada 1.726 orang dinyatakan positif Covid-19.

Total akumulatifnya hingga kini terdapat 6.080.451 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Untuk kasus sembuh bertambah 1.175 orang pada hari ini. Jadi di Indonesia total akumulatif 5.909.218 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 sampai saat ini.

Sementara itu, kasus meninggal dunia pada hari ini ada penambahan 3 orang. Dengan begitu total akumulatif sebanyak 156.717 orang di Indonesia sampai kini meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Data update pasien Covid-19 tersebut tercatat sejak Sabtu 25 Juni 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Minggu (26/6/2022) pada jam yang sama.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Harapan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers terkait Perkembangan COVID-19 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/1/2022) sore. (Dok Sekretariat Kabinet RI)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya mengatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster kini kesulitan mencari peserta. Padahal, Jokowi menegaskan, hal itu dianjurkan terlebih belakangan kasus di Indonesia juga kembali menemui kurva peningkatan.

Jokowi berharap peningkatan itu tidak terus berlangsung secara signifikan dan ia mengingatkan masyarakat yang belum menerima vaksinasi booster segera melakukannya.

"Antisipasi kita sudah saya sampaikan juga satu dua bulan yang lalu booster. Semuanya booster," kata Presiden kepada wartawan seusai menghadiri Temu Raya #KitaPrakerja di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 17 Juni 2022.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril meminta masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi dosis ketiga atau penguat dalam rangka meningkatkan sel memori sistem kekebalan tubuh terhadap Covid-19.

"Diperlukan penambahan booster untuk meningkatkan daya memori sistem kekebalan untuk mengenali bentuk varian baru, sehingga nanti akan lebih mudah mengendalikan itu," ujar Syahril dalam bincang-bincang bertema "Perkembangan Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia" yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin 13 Juni 2022.

 


Masa Isolasi Omicron BA.4 dan BA.5

FOTO: Lokasi Tes COVID-19 Mulai Ramai Akibat Varian Omicron
Perbesar
Petugas melakukan tes usap PCR kepada warga di Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), Kamis (3/2/2022). Merebaknya varian Omicron membuat sejumlah lokasi tes COVID-19 ramai didatangi warga. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Diketahui, BA.4 dan BA.5 memiliki tingkat keparahan yang lebih rendah namun memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dari varian Omicron sebelumnya.

Lalu, bagaimana soal masa isolasinya? Apakah terdapat perbedaan antara subvarian Omicron sebelumnya dengan yang satu ini?

Wiku pun mengungkapkan bahwa masa isolasi untuk Covid-19 yang berlaku hingga saat ini masih sama dengan varian-varian sebelumnya.

"Sejauh ini pemerintah masih menerapkan prosedur isolasi sebagaimana yang diatur sebelumnya yaitu 10 hari jika sudah bebas gejala, dengan 3 hari tambahan untuk pemantauan," kata Wiku.

secara berkala jikalau memang terdapat perubahan tatalaksana Covid-19, termasuk soal masa isolasi.

"Pemerintah akan terus memberikan update jika terdapat perubahan termasuk soal tatalaksana pasien Covid-19," kata Wiku.

Sebelumnya, Wiku pun sempat menyebutkan bahwa kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi seminggu belakangan ini dapat dijadikan alarm untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selama enam hari berturut-turut, kasus terus berada di atas angka seribu. Meskipun angka ini terbilang tidak tinggi dibandingkan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan.

"Namun dengan jumlah kasus yang selalu kita pertahankan dibawah angka seribu selama dua bulan terakhir, ini merupakan alarm yang perlu kita waspadai," ujar Wiku.

Infografis Gejala dan Pencegahan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Gejala dan Pencegahan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya