Modus Ruqyah, Marbot Masjid di Depok Cabuli Anak 13 Tahun

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 25 Jun 2022, 06:36 WIB
Diperbarui 25 Jun 2022, 06:36 WIB
Ilustrasi – Tersangka pencabulan balita di Kebumen diborgol. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi pencabulan (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - AS (47) harus berurusan dengan Polres Metro Depok. Musababnya pelaku yang merupakan oknum marbot masjid melakukan pencabulan anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, Polres Metro Depok telah mengamankan AS yang sebelumnya diserahkan warga. Diketahui AS melakukan pencabulan terhadap korban berinisial NF (13).

“Ya kami sudah menerima penyerahan terlapor dari warga dan sudah kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Yogen kepada Liputan6.com, Jumat (24/6/2022).

Yogen mengungkapkan, pencabulan tersebut berawal dari korban yang diajak pelaku ke sebuah mess di masjid tersebut. Di lokasi tersebut disediakan sebuah ruangan untuk tempat beristirahat marbot masjid.

“Jadi korban dibawa dengan alasan ingin diruqyah oleh pelaku,” ungkap Yogen.

Yogen menjelaskan, sesampainya di ruangan tersebut pelaku membuka celana korban dan selanjutnya terjadi tindakan pencabulan. Korban yang mendapat perbuatan pencabulan mengadukan perlakuan pelaku terhadap orang tuanya.

“Mendengar pengakuan korban pelaku diamankan dan dilaporkan ke Polres Metro Depok,” jelas Yogen.


Diamankan

Pelaku yang telah diamankan Polres Metro Depok dilakukan pemeriksaan dari unit PPA Polres Metro Depok.

Dari pemeriksaan sementara pelaku merupakan warga Sukabumi dan sudah bekerja sebagai marbot selama tujuh bulan. Pelaku melakukan aksinya pada 21 Juni 2022, pukul 21.00 WIB.

“Pelaku sudah bekerja tujuh bulan di sana, sekarang masih kita dalami apakah ada korban lainnya,” terang Yogen.


Ancaman Penjara

Yogen menuturkan, atas tindakan pelaku Polres Metro Depok menjerat pelaku dengan undang undang perlindungan anak. Pelaku dijerat pasal 82 UU perlindungan anak dan diancam hukuman penjara.

“Pelaku terancam hukuman 5 hingga 15 tahun penjara,” pungkas Yogen.

Infografis Respons Komnas HAM dan Polisi Terkait Temuan Kerangkeng Manusia. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Respons Komnas HAM dan Polisi Terkait Temuan Kerangkeng Manusia. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya