Soal Nama Capres 2024, Megawati: Perhitungan Saya Belum Selesai

Oleh Delvira Hutabarat pada 23 Jun 2022, 21:54 WIB
Diperbarui 23 Jun 2022, 21:54 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
Perbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP Tahun 2021 yang dilaksanakan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022). (Foto: Dokumentasi PDIP).

 

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkap alasannya yang memilih tidak mau mengumbar nama Capres 2024 dari PDIP sejak dini.

Megawati menyatakan bahwa ia sebagai Ketum memiliki banyak pertimbangan dan masih mengalkulasikan sosok capres-cawapres. Dan perhitungan itu belum selesai dilakukan saat ini.

"Saya sebagai ketua umum harus menghitung begitu, lho. Jadi, perhitungan saya belum selesai," kata Mega di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang mendampingi Mega lantas menimpali ucapan ibunya. "Masih pakai kalkulator, ya," ujar Puan.

Sebelumnya, Megawati mengaku banyak menerima pertanyaan soal kapan dirinya bisa mengumumkan nama Capres-Cawapres 2024 dari PDIP.

Ketua Dewan Pengarah BPIP itu meminta semua pihak bisa bersabar tentang pengumuman sosok capres-cawapres dari PDIP.

Megawati mengatakan itu ketika berpidato saat penutupan Rekernas II 2021 di Sekolah Partai, Jakarta Selatan, Kamis.

"Ya, sabar sedikit. Orang waktunya masih dua tahun, lah. Ya, boleh, dong, saya umpetin terus," kata dia

Presiden Kelima RI itu kemudian mengaku sudah dari 1986 terjun ke politik, menurutnya mencari sosok presiden lebih mudah namun mencari pemimpin lebih sulit.

"Namun, yang sering saya renungkan adalah mencari sosok pemimpin," kata Megawati.


Kriteria Capres

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menuturkan, dirinya tidak mencari calon presiden dan calon wakil presiden hanya berdasarkan tingginya elektabilitas.

Megawati mencari pemimpin yang dapat melihat tantangan ke depan. Menurutnya, mengutip Presiden Jokowi bahwa tantangan ke depan yang dihadapi Indonesia tidak ringan.

BACA JUGA:Penutupan Rakernas, Megawati Bakal Pidato dan Umumkan Rekomendasi "Nah apasih yang dicari itu pemimpin dengan melihat tantangan ke depan," ujarnya dalam pidato penutupan Rakernas II di Sekolah Partai, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

"Seperti yang telah dikatakan presiden kita, Pak Jokowi, waktu pembukaan, bahwa yang paling beliau sendiri sampai tingkat prihatin karena apa, tantangan ke depan yang tidak ringan seperti ketidakpstian global, ancaman resesi dunia, krisis pangan dan masih banyak lainnya," tegasnya.

Karena melihat tantangan itu, Megawati melihat calon pemimpin yang ia pilih tidak hanya mengandalkan elektoral. Tetapi sosok yang kuat secara ideologis dan memiliki kemampuan tata kelola pemerintahan.

"Maka pemimpin yang saya cari tidak hanya yang mengandalkan elektoral semata. Pemimpin yang didambakan rakyat adalah sosok yang kuat secara ideologis mumpuni yang memiliki kemampuan memimpin tata kelola pemerintahan untuk sebuah negara Indonesia yang begitu besar," ujar Megawati.

Ia juga mengaku banyak ditanya kapan akan mengumumkan calon presiden dan calon wakil presiden. Megawati meminta semua pihak bersabar, akan ada waktunya diumumkan.

"Tentu semua berpikir kenapa ya ibu, sudah banyak itu pertanyaan kapan mau mendeklarasikan calon presiden dan calon wakil presiden, ya sabarlah sedikit," kata Megawati.

Waktu untuk pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden masih lama. Sehingga Megawati merasa tidak terburu-buru untuk mengumumkan jagoan PDIP di Pilpres 2024.

"Orang waktunya masih dua tahun lah. Ya boleh dong saya umpetin terus," kata Megawati yang kemudian disambut tawa para peserta Rakernas.

 

Infografis Kader PDIP Tidak Loyal dan Sentilan Megawati. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Kader PDIP Tidak Loyal dan Sentilan Megawati. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya