Bogor Dilanda Bencana Alam, 69 Rumah Rusak, 4 Jembatan Putus dan 1 Tewas

Oleh Achmad Sudarno pada 23 Jun 2022, 22:06 WIB
Diperbarui 23 Jun 2022, 22:06 WIB
Penampakan kampung di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang porak-poranda diterjang banjir bandang pada Rabu (22/6/2022) malam. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Perbesar
Penampakan kampung di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang porak-poranda diterjang banjir bandang pada Rabu (22/6/2022) malam. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

 

Liputan6.com, Bogor - Bencana banjir bandang, longsor dan angin puting beliung menerjang tiga desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu malam (22/6/2022).

Akibat kejadian tersebut satu orang meninggal, satu lainnya dinyatakan hilang tertimbun lumpur dan enam orang luka. Puluhan rumah rusak dan sejumlah jembatan putus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, bencana banjir bandang terjadi di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang menyebabkan lima unit rumah rusak berat dan satu pondok pesantren terdampak. Kejadian ini juga mengakibatkan tiga orang luka.

Korban atas nama Suhami (28). Dia mengalami luka lebam pada bagian pelipis mata, Ahmad Apandi (33) menderita luka sobek ringan pada bagian tangan, dan Repra (12) mengalami luka ringan pada bagian kaki kanan.

"Daerah yang paling parah terdampak banjir bandang dari aliran Sungai Ciaul dan Cisarua itu yakni Kampung Cisarua," terang Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Budi Pranowo, Kamis (23/6/2022).

Kemudian, banjir dan longsor menerjang Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan. Bencana alam ini menewaskan satu orang, satu dinyatakan hilang dan tiga orang luka.

Jasad Aam (42) ditemukan dibawah lumpur dan bangunan rumahnya yang ambruk akibat diterjang banjir bandang. Sedang korban hilang diketahui bernama Umar.

"Sampai saat ini korban hilang belum ditemukan. Korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan," kata Budi.

Tak hanya menimbulkan jatuhnya korban jiwa, banjir dan longsor di wilayah itu menimbulkan kerusakan cukup parah. 20 unit rumah rusak dan empat jembatan putus. Lahan pertanian dan peternakan milik warga juga hancur diterjang air bah.

 


Satu kampung di Desa Cibunian Terisolir

Satu kampung di Desa Cibunian juga masih terisolir lantaran akses tertutup material longsor.

"Saat ini petugas di lapangan masih kesulitan untuk menjangkau Kampung Pondok Gomong dikarenakan medannya tidak dapat dilalui akibat tertutup longsor," terangnya.

Selanjutnya, angin puting beliung menerjang Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan. Tercatat, 44 rumah mengalami rusak berat hingga ringan.

"Empat jiwa kini mengungsi ke saudaranya karena rumah mereka rusak berat sehingga sudah tidak layak ditempati," ujar Budi.

Budi menerangkan, banjir bandang, longsor dan puting beliung di tiga desa di Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan terjadi dalam waktu bersamaan, yakni sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu 22 Juni 2022. Bencana alam ini terjadi ketika wilayah itu diguyur hujan deras lebih dari satu jam. 

Infografis Gempa Malang Alarm Bencana Besar Berikutnya? (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Gempa Malang Alarm Bencana Besar Berikutnya? (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya