Dekati Pemilih Muda, PDIP Diminta Mulai Giat di Media Sosial

Oleh Liputan6.com pada 23 Jun 2022, 01:21 WIB
Diperbarui 23 Jun 2022, 01:31 WIB
Rapat Kerja Nasional II PDI Perjuangan
Perbesar
Rapat Kerja Nasional II PDI Perjuangan tahun 2021, di Sekolah Partai PDI Perjuangan. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta Politikus muda PDIP, Bane Raja Manalu, mengatakan, pentingnya memanfaatkan media sosial untuk menggaet pemilih muda pada Pemilu 2024.

Hal itu dia sampaikan saat menjadi nara sumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan tahun 2021, di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (22/6/2022).

“Penting menyampaikan value kita pada para pemilih, khususnya pemilih muda," kata dia.

Menurutnya, para kader PDIP bisa memanfaatkan platform yang anak muda suka, untuk menyampaikan program dan pencapaian partai berlambang banteng bermoncong putih itu.

"Kita sampaikan program dan capaian PDI Perjuangan melalui platform yang mereka suka," ungkap Bane.

Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI itu melanjutkan, angka pemilih muda pada Pemilu 2024 mencapai sekitar 54 persen dari total jumlah pemilih.

Menurutnya, hal itu adalah peluang yang harus dimanfaatkan agar PDIP mencetak hattrick kemenangan pada Pemilu 2024.

"Ada banyak cerita di PDI Perjuangan yang bisa kita bagikan. Enggak selalu hal yang serius dan berat-berat, tapi bisa juga cerita yang menghibur, informatif, atau mengedukasi," kata Bane.

Dia juga menyampaikan, selain menyebarkan nilai-nilai positif, kader-kader PDI Perjuangan juga harus cepat dan tepat dalam merespons hoaks.

"Jangan biarkan hoaks seolah menjadi sebuah kebenaran, maka hoaks harus cepat direspons agar publik tahu cerita sebenarnya," kata Bane.

"Berkolaborasi dengan local hero atau bantu promosikan UMKM, bisa juga menjadi cara lain yang dilakukan dan menjadi konten di media sosial," tambahnya.

 

 


Bahas Strategi Pemenangan

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Arif Wibowo mengatakan, dalam Rakernas II PDIP 2021, partainya akan memantapkan mekanisme terkait pemenangan Pemilu 2024.

Dia menuturkan, salah satu elemen yang sudah disiapkan untuk menghadapi Pemilu 2024 adalah perekrutan sejumlah saksi.

“Kalau regu pemilih saksi sudah mulai rekrutmennya kurang lebih perintah partai 3 bulan yang lalu. Karena kita harus mencukupi satu kebutuhan personel untuk menjadi ujung tombak kita di setiap TPS yang total jumlahnya kurang lebih 3,5 juta saksi dan Guraklih (regu penggerak pemilih) dan itu semua anggota dan kader partai,” kata Arif.

Dia mengungkapkan, tahapan ini dimulai sejak awal untuk melatih para pelatihnya sampai akhir tahun, targetnya paling lambat sampai akhir tahun harus selesai pada 12 gelombang. dan pelatihannya sudah masuk lima gelombang.

Bukan hanya itu saja, di Rakernas II PDIP pihaknya juga membahas, untuk memperbaiki rekrutmen dan seleksi sebagaimana perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Satu tentang calon anggota DPR, DPRD dan DPD RI. Yang kedua calon kepala daerah, sehingga jauh-jauh hari kita sudah menyiapkan satu mekanisme yang lebih baik ketimbang di masa lalu untuk rekrutmen dan seleksi calon anggota DPR, DPRD, DPD dan kepala daerah kita supaya nanti hasilnya melahirkan bibit-bibit, wakil-wakil rakyat yang mumpuni, yang dipercaya rakyat, yang bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya kepada rakyat,” jelas Arif.

 


Tahapannya

Adapun yang akan diperbaiki diantaranya tracking terhadap track record. Kemudian, tes psikologinya dipertajam serta wawancaranya diperdalam.

“Kemudian popularitas dan elektabilitasnya juga dipastikan. Maka kita pasti akan membuat satu riset atau survei secara berkala, reguler untuk ngecek. Dan juga loyalitas, dedikasi, dan kesetiaannya kepada partai,” tutur Arif.

“Mekanismenya dipastikan di Rakernas ini,setelah disetujui di rakernas maka itulah yang akan kita tempuh dan kita jalankan,” sambungnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya