Unggul Berbagai Survei, Ganjar: Biasa Saja, Enggak Ada Gede Rasa di PDIP

Oleh Delvira Hutabarat pada 22 Jun 2022, 21:30 WIB
Diperbarui 22 Jun 2022, 21:30 WIB
Ganjar Pranowo Sowan ke Surya Paloh
Perbesar
Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers usai menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Jakarta, Rabu (10/1). Pertemuan tersebut untuk menjalin silaturahmi antara Ganjar dan Surya Paloh. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo angkat bicara mengenai elektabilitas dirinya sebagai capres 2024, yang tinggi di berbagai survei. 

Menurut Ganjar, survei tidak akan berpengaruh pada keputusan PDIP. Sebab, keputusan capres PDIP berada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. 

"Biarkan saja (survei), kalau partai kan keputusannya hasil kongres di Bu Mega. Semua pasti diminta sudah satu tegak lurus pada satu keputusan Bu Mega. Di PDIP nggak ada diskusinya itu, karena mandat kongres sudah diberikan,” kata Ganjar di Sekolah Partai PDIP, Rabu (22/6/2022). 

Ganjar mengaku tidak perlu gede rasa (GR) dengan hasil berbagai survei yang menyebutkan elektabilitasnya tinggi. Ia mencontohkan dirinya yang mempunyai hasil survei rendah saat akan maju Pilgub Jateng, namun buktinya PDIP tidak memandang hasil survei kala itu.

"Biasa saja masuk survei, enggak ada di PDIP GR-GRan dan survei bukan satu-satunya yang dipakai. Kalau survei yang dipakai, 2013 saya enggak bisa direkomendasikan (Pilgub Jateng)," ujar dia. 

Ganjar mengaku tingginya survei tidak serta merta menjadi modal dirinya untuk bisa menjadi capres 2024. Ia menyebut yang memiliki modal untuk mengusung hanya partai. 

"Mungkin yang punya modal partai kali, lebih pada partai," kata dia. 

Sebelumnya, Litbang Kompas melakukan survei tertutup dengan menyajikan 25 nama tokoh sebagai calon presiden (capres). Hasilnya, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengalahkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

 


Elektabilitas Ganjar Pranowo Ungguli Prabowo

Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil
Perbesar
Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil (dok. Instagram @ganjar_pranowo/https://www.instagram.com/p/B8ycM2bBt2j/Putu Elmira)

Ganjar yang merupakan kader PDIP mendapat elektabilitas sebesar 25,2 persen sedangkan Prabowo 24,9 persen atau selisih 1,7 persen. 

Pada survei tertutup dengan 10 nama pun, Ganjar mampu mengungguli Prabowo. Ganjar memperoleh suara 26,6 persen dan Prabowo 25,2 persen. 

Hal yang sama terjadi ketika survei tertutup ini diturunkan menjadi lima nama, Prabowo mendapatkan 28,1 persen, dan Ganjar 30,2 persen.

Berlanjut pada survei tertutup tiga nama, Ganjar mendapat 33,6 persen sedangkan Prabowo 32,8 persen. 

Pada survei yang sama, elektabilitas Ganjar Pranowo mengalami peningkatan yang cukup tajam. Elektabilitasnya naik, dari 20,5 persen pada Januari, menjadi 22 persen pada Juni. 

Sementara, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak banyak mengalami perubahan, malah cenderung turun, meskipun menempati posisi teratas dengan tingkat elektabilitas 25,3 persen dan pada Januari elektabilitasnya mencapai 26,5 persen. 

Adapun survei dilaksanakan pada 26 Mei hingga 4 Juni 2022 melalui tatap muka dan melibatkan 1.200 responden.


PKS Lirik Anies, Ganjar, AHY hingga Prabowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri Rakor Kepala/Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Merdeka.com/Ahda Bayhaqi)
Perbesar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri Rakor Kepala/Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Merdeka.com/Ahda Bayhaqi)

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Al Habsyi menyebut, ada enam nama yang selama ini diperbicangkan khalayak termasuk figur pontesial yang juga dilirik oleh Partai PKS.

Ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto serta Ketua Umum Partai Demokrat (Ketum PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Semua calon yang ada masuk semua di radar PKS. Jadi jangan khawatir semua anak bangsa yang sudah diyakini masyarakat si A, si B, si C itu ada semua," kata Aboe Bakar Al Habsyi di Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2022).

Aboe Bakar Al Habsyi menyinggung kedekatan PKS dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang telah terbangun sejak lama.  

"Apalagi dengan Prabowo kita punya jam terbang pengalaman tinggal lanjutkan saja tidak ada hambatan," ujar dia.

Kendati, Aboe Bakar Al Habsyi menyampaikan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Majelis Syuro untuk memutuskan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang akan diusung PKS pada Pilpres 2024.

"Cuman kesepakatan ini bukan kewenangan kami, kecuali anggota Majelis Syuro PKS nanti. Kami menyiapkan dapurnya, bumbunya, siapa orang-orangnya. Nanti pada waktu yang sama, kita yang sudah bekerja begitu masuk di Majelis Syuro baru masuk," ujar dia.

Yang jelas, kata Aboe Bakar Al Habsyi semua calon potensial tidak akan tereleminasi, hanya saja PKS mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memutuskan capres dan cawapres 2024 yang diusung.

Infografis 3 Bakal Capres Partai NasDem untuk Pilpres 2024
Perbesar
Infografis 3 Bakal Capres Partai NasDem untuk Pilpres 2024 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya