Gandeng Sejumlah Negara Muslim Sahabat, JK Suarakan Perdamaian dari Masjid

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 22 Jun 2022, 14:41 WIB
Diperbarui 22 Jun 2022, 14:41 WIB
JK
Perbesar
Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla atau JK memberikan pidato dalam pertemuan dengan kepala perwakilan duta besar negara-negara muslim. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) menggelar pertemuan dengan kepala perwakilan duta besar negara-negara muslim. Pertemuan ini mengangkat tema tentang "Peace Message From Indonesian Mosque to The World".

Melalui pidatonya, Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla (JK) berharap akan terjalin kerja sama yang baik antara Indonesia dengan negara-negara muslim di dunia. Menurut JK, hal itu diperlukan mengingat arus globalisasi bukan hanya berdampak pada ekonomi semata, tapi juga sosial.

"Dari pertemuan ini kita berharap ada hubungan kerja sama yang lebih baik dengan negara-negara muslim. Sehingga kita perlu bekerja sama dalam bidang sosial,” kata JK di Gedung DMI, Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers diterima, Rabu (22/6/2022).

JK lalu bercerita soal trend sejumlah warga negara Indonesia yang saat ini menjadi imam di luar negeri, seperti Mesir, Arab Saudi, Yaman, Qatar dan negara muslim lainnya. Dia pun menambahkan, di Amerika Serikat sekalipun terdapat warga Indonesia yang menjadi imam di tanah Paman Sam.

“Itu adalah perkembangan positif dan menjadi bagian dari proses yang bisa menjadi visi dalam bekerja sama antar negara-negara Islam,” pandang JK.

Selain soal imam masjid asal Indonesia yang berkiprah di luar negeri, JK juga menuturkan, bahwa Indonesia memiliki ratusan ribu masjid. Dia meyakini, hal itu wajar sebab penduduk Indonesia memang terbanyak memeluk Islam.

“Tak heran jika masjid dan mushalla tersebar di banyak tempat. Seperti di perkantoran, pusat perbelanjaan bahkan di setiap SPBU milik pertamina, pasti ada mushalla-mushalla kecil,” urai JK.

Menurut catatannya, dari 800 ribu masjid tersebut, 90 persennya dikelola oleh organisasi dan tidak dalam kontrol pemerintah. Meski begitu, JK meyakini masjid-masjid terkelola dengan baik sebab sejatinya kemakmuran sebuah masjid dihadirkan oleh masyarakat sekitarnya.

“DMI juga ingin melihat masjid berfungsi sebagai pusat-pusat pendidikan. Sudah mulai megarah ke sana, seperti Masjid Al-Azhar di Kemayoran yang lengkap dengan fasilitas pendidikannya," tambah JK.

 

 


Museum Rasulullah dan Kampus Islam Internasional

Kepada para tamu yang hadir, JK membagikan informasi bahwa DMI tengah membangun museum Rasulullah. JK mengatakan, bangunan museum Rasulullah tersebut merupakan yang pertama di luar Arab Saudi.

Selain itu, JK juga memamerkan pembangunan Univesitas Islam Internasional (UII) yang didirikan untuk meningkatkan pengakuan masyarakat akademik internasional atas peran Islam di Indonesia.

“Pembangunan itu juga untuk menjadikan Indonesia menjadi salah satu pusat peradaban Islam di dunia melalui jalur dan jenjang pendidikan tinggi yang memenuhi standar internasional,” tutur JK.

Sebagai informasi, DMI memiliki peran dalam mengelola masjid-masjid di Indonesia. Mulai dari perbaikan akustik masjid (sound system), penerapan aplikasi masjid dan media digital, masjid bersih dan sehat, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

Lebih dari itu, DMI juga membuat manajemen kemasjidan, sertifikasi tanah/ waqaf, arsitektur masjid, pendidikan dan dakwah, wisata religi berbasis masjid, pembangunan gedung DMI serta berupaya memberdayakan para dai dan mubaligh.

DMI juga memberdayakan dai dan muballigh akan memberikan pencerahan kepada umat demi keberlangsungan perdaban Islam di Indonesia dan dunia.

Infografis: Masjid Indah dan Ikonik di Indonesia
Perbesar
Infografis: Masjid Indah dan Ikonik di Indonesia. (Triyasni/Liputan6.com)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya