Rakernas PDIP Hari Kedua, Risma Akan Bahas Pengorganisasian Wong Cilik

Oleh Delvira Hutabarat pada 22 Jun 2022, 07:48 WIB
Diperbarui 22 Jun 2022, 07:48 WIB
FOTO: Keakraban Presiden Jokowi dengan Para Kader PDIP
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (depan kelima kiri) foto bersama sejumlah kader PDIP usai hadir dalam pemembuka Rakernas II PDIP di Jakarta, Selasa (21/6/2022). Rakernas PDIP kali ini mengusung tema "Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat". (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan hari kedua pada Rabu (22/6/2022), akan membahas hal-hal strategis dalam menghadapi Pemilu 2024, khususnya terkait dengan strategi pemenangan pemilu.

Para peserta Rakernas II akan mengawali hari dengan Senam Indonesia Cita Tanah Air (Sicita), dilanjutkan dengan sarapan.

Rapat akan dimulai pukul 09.00 WIB. Diantaranya membahas tentang keadilan sosial dan pengorganisasian wong cilik. Untuk sesi ini akan disampaikan oleh Ketua DPP PDIP bidang Kebudayaan yang juga menteri sosial Tri Rismaharini.

Kemudian dilanjutkan dengan membahas strategi pemenangan pemilu 2024, terkait struktur dan kerangka operasional pemenangan. Sesi ini akan diisi oleh Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, dan Wakil Sekjen bidang Pemerintahan Arif Wibowo.

Rakernas II juga akan mengupas tentang pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan elektoral Partai di Pemilu 2024. Pemateri pada sesi ini akan disampaikan oleh Budiman Sudjatmiko, Putra Nababan, Bane Manalu.

Menurut Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, proses rakernas hari kedua adalah kelanjutan dari proses rakernas hari pertama. Di hari pertama, isi rakernas adalah laporan dan evaluasi dari semua jajaran pengurus partai. Dari tingkat bawah hingga organisasi sayap kepartaian.

“Nantinya di hari ketiga akan disimpulkan dan kita menyepakati sejumlah rekomendasi untuk dikerjakan,” kata Hasto, Selasa (21/6/2022) malam.


Puan Maharani Minta Kader PDIP Tidak Kerja Instan Hadapi Pemilu 2024

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani meminta kader PDIP untuk bekerja keras menyelesaikan persoalan rakyat. Dia mengatakan, dalam melakukan kerja politik tidak ada cara instan.

Hal itu disampaikan saat memberikan pengarahan kepada kader PDIP yang hadir dalam Rakernas II PDIP Menuju Pemilu 2024.

"Kerja kita itu memang tak boleh instan. Kalau kita bekerja mulai sekarang, Insya Allah akan diingat rakyat. Mungkin capek, tapi nanti akan menuai hasil di 2024," ujar Puan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Puan menyebut, dalam melaksanakan tugas tiga pilar partai di legislatif harus selaras dengan kebijakan partai.

"Misalnya di DPR, agenda Alat Kelengkapan harus selaras dengan kebijakan partai. Saya selalu menekankan anggota DPR dan DPRD agar senantiasa memperjuangkan tugas ideologis," kata Puan.

Ketua DPR RI ini bilang, perwujudan tugas ideologis dilakukan melalui politik legislasi yang mengutamakan kepentingan nasional. Politik anggaran yang berpihak kepada rakyat dan politik pembangunan yang inklusif.

Di DPR, Puan ingin membuka sebagai lembaga modern bisa menerima aspirasi rakyat dengan santun beretika.

"Misalnya menyampaikan aspirasi lewat demonstrasi ya boleh saja, asal jangan ganggu ketertiban umum. Lebih baik lagi sampaikan aspirasi secara sopan, silahkan datang ke DPR. Tapi tentu dengan perjanjian sehingga bisa diterima dengan baik," kata Puan.


Bukan ke Individu

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan tidak boleh ada kader PDIP melalukan manuver politik untuk kepentingan Pilpres 2024. Perintah itu disebut-sebut ditujukan untuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PDIP Puan Maharani membantah bahwa perintah itu untuk Ganjar seorang.

“Enggak ada, saat ini tidak. Kalau mungkin saya bisa mengatakan, ini tidak ditujukan untuk orang per orang atau oknum individu-individu. Ini disampaikan secara menyeluruh pada semua kader yang hadir saat ini luring ataupun daring,” kata Puan di sela Rakernas PDIP, Selasa (21/6/2022).

Puan menegaskan, perintah itu untuk semua kader termasuk dirinya. “Saya pun di situ sebagai kader.Jadi ya enggak ada tujuan kemana-kemana,” kata dia.


Membangun Soliditas

Menurut Ketua DPR itu, semua perintah Mega di Rakernas tidak hanya ditujukan untuk orang per orang kader. Ia juga memastikan tidak akan ada kader PDIP yang sakit hati karena pernyataan Mega.

“Enggak ada ini ditujukan untuk si A, si B si C, terus baper. Enggak ada ya, jadi kita seperti inilah PDIP dalam membangun soliditas,” kata dia.

“Kalau kemudian ketum agak marah misalnya, itu membangun semangat dalam arti seorang ibu kepada anak-anaknya,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya