BNPT Cari Solusi Bagi Pelajar yang Sekolahnya Terhenti Akibat Terafiliasi Khilafatul Muslimin

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 20 Jun 2022, 12:49 WIB
Diperbarui 20 Jun 2022, 12:49 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli
Perbesar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli

Liputan6.com, Jakarta Polda Metro Jaya menyebut ada 30 sekolah yang terafiliasi kelompok Khilafatul Muslimin. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk menyelamatkan masa depan para muridnya.

“Kita akan terus koordinasi dengan lembaga terkait untuk terus melakukan langkah antisipatif terutama bagaimana kita dalam melakukan kegiatan pembimbingan karena biar bagaimanapun mereka anak-anak bangsa,” kata Boy saat jumpa pers bertema Fenomena Ideologi Kontemporer di Indonesia di Hotel Arya Duta Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).

Selain itu, Boy melanjutkan, para pelajar itu nantinya akan disalurkan dan ditempatkan oleh negara di sekolah baru sebagai solusi terbaik. Boy juga berjanji, mereka secara baik akan diberi penjelasan mengapa mereka harus menghentikan pendidikan di sekolah yang ditengarai terafiliasi oleh Khilafatul Muslimin.

“Harus kita urus, kita beri penjelasan yang baik, kita beri saluran pendidikan dengan negara dalam proses sekolah mereka yang ditutup dapat dicairkan solusi terbaik, karena kita harus beri penjelasan mengapa kegiatan sekolah mereka dihentikan,” jelas Boy.

Sebelumnya menurut hasil investigasi penyidik Polda Metro Jaya, diketahui ada 30 sekolah yang terafiliasi kelompok yang diduga memiliki doktrin bertentangan dengan Pancasila.

“Ada 30 sekolah terafiliasi Khilafatul Muslimin dan penanggung jawabnya AS,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/6/2022).

 


Didoktrin Ajaran Khilafatul Muslimin

Zulpan lalu menjelaskan siapa sosok AS. Menurut hasil penyidikan, AS adalah seorang menteri pendidikan anggota organisasi tersebut. Dia pun sudah diamankan oleh polisi pada dini hari tadi di Mojokerto.

“Jadi total sudah ditangkap 6 orang, termasuk pimpinan tertingginya, ini hasil pemeriksaan pengembangan,” beber Zulpan.

Sebagai informasi, AS diketahui berusia 74 tahun. Selain itu, menurut investigasi penyidik, AS memiliki peran sebagai pendoktrin terkait ajaran daripada kelompok ini.

"Berperan bagian kewenangan doktrin-doktrin kaitannya dengan khilafah, dia sebagai menteri pendidikan," ucap Zulpan.

Hingga saat ini, total ada enam orang dari kelompok Khilafatul Muslimin yang sudah diamankan Polda Metro Jaya, mereka adalah Abdul Qadir Hasan Baraja (AQ), AA, IN, F, SW dan AS.

Selain itu, polisi juga sudah menyita sejumlah dokumen terkait uang tunai senilai Rp2,4 miliar dalam penggeledahan yang dilaksanakan di Lampung beberapa waktu lalu.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya