Top 3 News: Dipertanyakannya NasDem Usung Tentara Aktif Andika Perkasa Jadi Capres 2024

Oleh Devira PrastiwiAdy AnugrahadiLiputan6.com pada 20 Jun 2022, 10:45 WIB
Diperbarui 20 Jun 2022, 10:45 WIB
Bahas Wilayah Negara, Panglima TNI dan Komite I DPD Lakukan Rapat Kerja
Perbesar
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat mengikuti rapat dengan Komite I DPD di Nusantara VI, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (8/2/2022). Rapat kerja ini membahas mengenai Pelaksanaan UU Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait munculnya nama Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi salah satu nama yang diusung Partai NasDem sebagai bakal calon presiden dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Namun rupanya, pilihan Partai NasDem itu menjadi perhatian publik, salah satunya pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin.

Ujang menyebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilarang untuk berpolitik praktis. Seorang tentara yang ingin berpolitik, diwajibkan untuk mengundurkan diri terlebih dahulu dari institusi TNI. Sebagai catatan, aturan tersebut juga tertuang dengan tegas dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Kemudian, belum lama ini viral di sosial media (sosmed) poster acara bertajuk Bungkus Night Vol. 2. Aparat keplisian pun turun tangan mengusutnya. Acara tersebut rencananya digelar pada 24 Juni 2022 pukul 19.00 WIB.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Solpanit, pihaknya telah mengecek ke lokasi Bungkus Night. Ada dua orang yang diamankan terkait hal tersebut.

Meski belum menjelaskan secara gamblang, Ridwan menyebut orang itu sebagai pihak yang bertanggung jawab dan langsung menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jaksel.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah soal ketegasan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyatakan tak akan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pilpres 2024, lantaran dianggap bermasalah.

Disampaikan Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, bagi partai pimpinan Giring Ganesha itu, politik bukan hanya soal menang dan kalah. Politik perlu memperjuangkan prinsip.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Minggu 19 Juni 2022:

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


1. Usung Tentara Aktif, Pilihan NasDem ke Andika Perkasa Timbulkan Pertanyaan

Andika Perkasa jalani fit and proper calon panglima
Perbesar
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa bersiap untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Andika Perkasa diajukan Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun bulan ini (Liputan6 com/Angga Yuniar)

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjadi salah satu nama yang diusung Partai Nasdem sebagai bakal calon presiden dalam Pilpres 2024.

Pilihan Nasdem tersebut mendapatkan sorotan dari pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin.

Menurut dia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilarang untuk berpolitik praktis. Seorang tentara yang ingin berpolitik, diwajibkan untuk mengundurkan diri terlebih dahulu dari institusi TNI.

"Ketika mereka masih aktif jangan sampai ditarik ke wilayah politik agar kita bisa menjaga demokrasi secara sehat, bermartabat, dan semakin hari semakin kuat. Ini harus menjadi catatan penting kita bersama dan disepakati. Mereka boleh berpolitik jika sudah pensiun atau mengundurkan diri," kata Ujang ketika dihubungi media ini, Sabtu 18 Juni 2022.

Sebagi catatan, aturan tersebut juga tertuang dengan tegas dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Menurut UU tersebut, tentara profesional adalah tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara.

 

Selengkapnya...


2. Viral Poster Bungkus Night di Jaksel, Polisi Tangkap Dua Orang

Polda Metro Jaya
Perbesar
Gedung Mapolda Metro Jaya

Polisi langsung turun tangan mengusut poster acara bertajuk Bungkus Night Vol. 2 yang viral di media sosial. Acara tersebut rencananya digelar pada 24 Juni 2022 pukul 19.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Solpanit menerangkan, pihaknya telah mengecek ke lokasi Bungkus Night. Ada dua orang yang diamankan terkait hal tersebut.

"Kita sudah ke TKP dan amankan dua orang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Sabtu 18 Juni 2022.

Ridwan belum membeberkan secara gamblang terkait peran kedua orang yang diamankan.

Hanya saja, Ridwan menyebut, orang itu sebagai pihak yang bertanggung jawab. Saat ini, mereka sedang menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jaksel.

"Dua orang yang bertanggung jawab. Saat ini sedang diperiksa di Reskrim Polres," ucap dia.

Poster Bungkus Night Vol 2 beredar di dunia maya. Penyelenggaranya adalah Urbanica akan mengadakan acara di Ruko Spa & Massage di kawasan Grand Wijaya, Jakarta Selatan pada 24 Juni 2022 pukul 19.00 WIB.

 

Selengkapnya...


3. Grace Natalie: PSI Tak Akan Dukung Mas Anies di Pilpres 2024

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie
Perbesar
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (FOTO: Liputan6.com/Istimewa)

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan tidak akan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pilpres 2024, lantaran dianggap bermasalah.

"Menyangkut hal ini, sudah sangat jelas bahwa PSI tidak akan mendukung Mas Anies di Pilpres 2024. Kami memeluk teguh prinsip anti intoleransi dan anti-korupsi. Maka, tak mungkin kami mendukung kandidat yang bermasalah dalam dua atau salah satu prinsip tersebut," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, dalam keterangan tertulis, Minggu 19 Juni 2022.

Dia mengatakan, bagi PSI politik bukan hanya soal menang dan kalah. Politik perlu memperjuangkan prinsip.

"Prinsip harus ditegakkan dengan sebaik-baiknya. PSI menolak untuk bersikap pragmatis dan oportunis," ujar Grace.

Dalam hasil penjaringan akar rumput PSI, kata Grace, Anies tidak masuk dalam sembilan nama yang layak menjadi penerus Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Sembilan nama hasil penjaringan teman-teman PSI di daerah itulah yang masuk dalam Rembuk Rakyat PSI. Nama Mas Anies tidak ada di sana," pungkas Grace.

 

Selengkapnya...

Infografis 3 Bakal Capres Partai NasDem untuk Pilpres 2024
Perbesar
Infografis 3 Bakal Capres Partai NasDem untuk Pilpres 2024 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya